Cara Menanam Buah Naga agar Cepat Berbuah dan Panjang Umur

Selain karena rasanya yang segar, buah naga juga disukai oleh banyak orang berkat banyaknya manfaat yang terkandung di dalam buah ini bagi kesehatan tubuh. Ada begitu banyak orang yang membutuhkan buah ini setiap harinya. Kondisi ini lalu membuat harga buah naga di pasaran pun menjadi cukup mahal. Biasanya buah naga diolah lebih lanjut menjadi makanan atau minuman yang sungguh menggoda selera. Menanam buah naga tergolong susah-susah gampang. Susah karena iklim di Indonesia berbeda dengan iklim di habitat asli buah ini. Mudah sebab perawatan tanaman buah naga memang tidak terlalu rumit.

Buah naga (pitaya) adalah buah dari tanaman kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Tahukah Anda, buah naga ternyata berasal dari Meksiko loh. Tetapi sekarang buah ini sudah menyebar ke seluruh dunia, sampai ke Benua Asia, termasuk Indonesia. Pada umumnya, buah naga dibudidayakan melalui biji atau stek batang. Tapi petani lebih menyukai metode stek batang karena tanaman tersebut lebih cepat tumbuh besar serta menghasilkan buah. Biasanya sih tanaman buah naga akan mulai berbuah pada saat umurnya telah mencapai 11-17 bulan. Syaratnya yaitu Anda harus merawat tanaman ini dengan baik.

Tanaman buah naga sebaiknya ditanam langsung di tanah agar pertumbuhannya optimal, rajin berbuah, serta mampu menghasilkan buah yang banyak dan ukurannya besar. Jika Anda mau menanamnya di pot atau polybag, Anda memerlukan trik khusus supaya tanaman tersebut tetap dapat berkembang dengan baik. Silakan bagi Anda yang tertarik untuk menanam buah naga dapat mengikuti panduan di bawah ini.

Penyiapan Lahan

Budidaya buah naga bisa dilaksanakan di mana saja seperti kebun, halaman, maupun taman. Setiap bibit paling tidak membutuhkan lahan sekitar 1,5-2 meter untuk mendukung pertumbuhannya. Setelah Anda menentukan lahan yang akan digunakan, selanjutnya bersihkan lahan tersebut dari rumput liar yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Kemudian gemburkan tanah di sini dengan kedalaman sekitar 20-30 cm. Tambahkan pasir, pupuk kandang, bubuk bata merah, dan dolomit secukupnya. Lantas lahan ini dicangkul kembali. Terakhir, lahan tersebut disiram merata dan biarkan hingga mengering sebelum siap ditanami dengan bibit buah naga.

Pembuatan Irigasi

Sistem irigasi ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman buah naga serta memudahkan pembuangan air yang berlebih. Terdapat 2 sistem irigasi yang biasa digunakan di lahan penanaman buah naga. Di antaranya yaitu sistem irigasi pipa dan sistem irigasi parit. Di sini sistem irigasi pipa berfungsi sebagai alat untuk membantu menyirami tanaman buah naga. Anda dapat memanfaatkan sprinkler yang tersedia di www.tokotanaman.com dengan harga yang terjangkau. Sedangkan sistem irigasi parit dibuat sebagai saluran pembuangan air. Kedalaman parit yang ideal untuk lahan budidaya buah naga berkisar antara 15-20 cm.

Pemilihan Bibit

Setidaknya terdapat 4 jenis tanaman buah naga yang biasa dibudidayakan di Indonesia, antara lain :

  • Buah naga hitam (Hylocereus costaricensis) mempunyai daging buah yang berwarna merah kehitaman atau merah pekat.

  • Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki buah berwarna merah muda dengan daging buah berwarna merah.

  • Buah naga putih (Hylocereus undatus) mempunyai buah berwarna merah dengan daging buah berwarna putih.

  • Buah naga kuning (Selenicereus costaricensis) mempunyai buah berwarna kuning dengan daging buah berwarna putih.

Pada dasarnya, semua jenis tanaman buah naga mempunyai struktur pohon yang sama antara satu jenis dengan jenis yang lainnya. Begitu pula dengan kandungan nutrisi di dalam buahnya. Pembedanya hanya terletak pada warna daging buah tersebut, kecuali untuk buah naga kuning.

Di pasaran, bibit buah naga dengan tinggi 50 cm dijual dengan harga sekitar Rp 10.000. Sedangkan bibit yang sudah mencapai 80 cm dibanderol dengan harga sekitar Rp 15.000 per bibit. Anda juga bisa mendapatkan bibit buah naga yang berkualitas tinggi di www.tokotanaman.com loh.

Penanaman Bibit

Bibit buah naga sebaiknya ditanam dengan kedalaman 20% dari tinggi tanaman tersebut ya. Tujuannya supaya tersedia bidang yang cukup sebagai tempat tumbuhnya akar. Sebagai contohnya, bibit buah naga yang berukuran 50 cm, maka Anda bisa menanamnya pada lubang dengan kedalaman sekitar 10-15 cm. Penanaman yang terlalu dalam akan menghambat pertumbuhan tanaman. Untuk mencegah terjadinya busuk batang ataupun busuk akar, bibit terlebih dulu diberikan ridomil sebanyak 40 gram yang dicampur dengan 1 liter air. Terdapat 2 teknik penanaman bibit buah naga yaitu tunggal serta berkelompok. Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi lahan.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman buah naga terdiri dari serangkaian tahapan untuk mempercepat tumbuhnya bunga dan buah pada tanaman tersebut. Bentuk perawatan yang pertama adalah penyulaman yaitu mengecek kondisi pertumbuhan bibit dan mengganti tanaman yang mati, busuk, atau kerdil. Tahap ini dilaksanakan seminggu setelah penanaman bibit. Tahap yang kedua adalah mengatur cabang tanaman dengan cara mengikatnya agar pertumbuhan normal. Pengikatan dilakukan memakai bantuan kawat/tali rafia setiap terjadi pertumbuhan cabang sepanjang 25-30 cm. Anda harus mengerjakannya dengan teliti.

Bentuk perawatan yang ketiga adalah penyiraman. Penyiraman baru boleh dilaksanakan ketika tanaman buah naga sudah menginjak usia 10 hari. Proses ini dilakukan setiap 5-7 hari sekali. Ketika pertumbuhan cabang tanaman sudah terhenti dan berganti dengan pertumbuhan bunga, maka frekuensi penyiraman pun bisa dikurangi menjadi 10-14 hari sekali. Adapun tujuannya adalah untuk memicu tumbuhnya bunga pada tanaman tersebut. Pada saat kelopak bunga sudah mulai tumbuh, frekuensi penyiraman kembali dikurangi yaitu 2 minggu sekali. Penyiraman bisa Anda hentikan apabila buah naga yang ada sudah mulai matang. Tujuannya agar rasa buah naga tersebut lebih manis dan menghindari pembusukan.

Penyerbukan Bunga

Ada dua metode penyerbukan bunga pada tanaman buah naga yaitu penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga dan angin serta penyerbukan secara buatan yang dilakukan oleh manusia. Khusus untuk proses penyerbukan buatan bisa Anda lakukan apabila kondisi cuaca di sekitar lahan sering berubah tak menentu. Sehingga kondisi ini lantas mengakibatkan serangga penyerbuk pergi ke tempat lain. Adapun cara melakukan penyerbukan buatan pada bunga buah naga yaitu mengoleskan serbuk sari bunga tepat ke bagian putik menggunakan kuas kecil. Penyerbukan ini harus dilakukan ekstra hati-hati agar tidak ada bagian bunga yang rusak.

Pemanenan Buah Naga

Pemanenan buah naga dapat dilakukan dengan cara menggunting tangkai buahnya yang sudah matang. Ciri-ciri buah naga yang telah matang sempurna yaitu kulit buah nampak mengeriput, tangkai buah pun sudah mengecil, dan tekstur dagingnya tidak terlalu keras.

Sebaiknya proses pemanenan dilakukan pada pukul 7-9 pagi. Mengapa? Karena pada rentang waktu ini keadaan buah naga masih dalam kondisi segar. Anda harus memetik buah naga ini dengan penuh kehatian-hatian supaya tidak merusaknya. Buah naga yang telah dipetik lantas dibungkus dengan kertas, lalu dikumpulkan ke dalam keranjang besar.