Sipil
Sep21

Pengertian Arsitektur Hijau Menurut Para Ahli

Apakah pengertian arsitektur hijau menurut para ahli? Arsitektur hijau merupakan konsep arsitektur yang berusaha untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh moderasi dan efisiensi dalam pemakaian bahan bangunan, energi, serta ruang pembangunan terhadap lingkungan alam. Konsep ini juga biasa disebut arsitektur berkelanjutan. Di dalam konsep arsitektur hijau, pendekatan utama yang digunakan yaitu kesadaran pada energi dan konservasi ekologi dalam pengelolaan lingkungan. Sedangkan manfaat utama dari green architecture diharapkan bisa melestarikan lingkungan alam sekitar sehingga tetap layak huni bagi generasi yang akan datang.

pengertian-arsitektur-hijau-menurut-para-ahli.jpg

Contoh Arsitektur Hijau

Prinsip dasar dari arsitektur hijau ialah memanfaatkan energi secara efisien dalam kelanjutan arsitektur tersebut. Jadi di mulai dari proses pembangunan, perawatan, renovasi, dan lain-lain harus dilakukan dengan memperhatikan pemakaian energi. Bahkan akan lebih baik jika keberadaan arsitektur tersebut mampu menghasilkan suatu energi baru. Misalnya pemanfaatan sinar matahari, angin, petir, hujan, dan sebagainya.

Ada dua tokoh penting dalam topik arsitektur hijau yakni Profesor Brenda Vale dan Doktor Brenda Vale. Perlu diketahui, kedua pakar ini merupakan arsitek, penulis, peneliti, sekaligus ahli dalam bidang arsitektur berkelanjutan. Mereka mengemukakan bahwa arsitektur hijau merupakan suatu pendekatan desain bangunan yang berfokus pada sumber daya alam yang dipakai baik material bangunan, bahan bakar selama pembangunan, dan peran dari bangunan tersebut. Mereka menambahkan bahwa arsitektur hijau bukan merupakan konsep yang wajib diikuti, melainkan berguna sebagai pengingat supaya para pelaku arsitektur tidak mengabaikan konsep ini.

Terdapat enam prinsip yang mempengaruhi arsitektur hijau, antara lain :

1. Pemanfaatan Energi

Pada arsitektur hijau, pemanfaatan energi secara cerdas menjadi prinsip yang teramat penting. Baik sebelum maupun sesudah bangunan didirikan, bangunan tersebut harus tetap memperhatikan pemakaian energinya. Penggunaan energi untuk pengoperasian bangunan juga sebaiknya dilakukan dengan hemat.

2. Penyesuaian Iklim Lingkungan Setempat

Perancangan desain bangunan harus disesuaikan dengan iklim setempat. Hal ini bertujuan agar bangunan tersebut tetap ramah lingkungan. Dekorasi bangunan yang disesuaikan terhadap iklim, maka bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Misalnya rumah di daerah pantai sebaiknya berjendela cukup banyak agar tetap sejuk, sebaliknya rumah di pegunungan harus dibuat dari material yang cukup tebal supaya terasa hangat.

3. Pemakaian Sumber Daya Daur Ulang

Pada arsitektur hijau, konsep ini mengajak untuk meminimalkan penggunaan bahan-bahan yang baru. Sedangkan pemakaian sumber daya daur ulang perlu digalakkan melalui reduce, reuse, dan recycle. Selain itu, penggunaan sumber-sumber daya yang berisiko membahayakan ekosistem alam hendaknya selalu dihindari.

4. Peran Bangunan Bisa Optimal

Bangunan memiliki peran yang optimal bagi penghuninya terkait faktor keamanan, kenyamanan, dan kesehatan. Keberadaan bangunan pun menimbulkan dampak negatif bagi siapapun. Sebaliknya, bangunan berarsitektur hijau justru memiliki pengaruh yang positif terhadap lingkungan sekelilingnya.

5. Pemenuh Kebutuhan Para Penghuni

Green architecture mempunyai manfaat yang baik juga bagi para penghuninya. Bahkan bangunan ini pun sanggup memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh pemiliknya. Maka dari itu, bentuk arsitektur perlu disesuaikan pula terhadap kebutuhan masing-masing si empunya bangunan.

6. Penerapan Secara Keseluruhan

Maksud penerapan secara keseluruhan adalah pengaplikasian prinsip-prinsip di atas harus dikerjakan secara menyeluruh. Jadi bangunan hijau tidak boleh sebatas memperhatikan manfaat dan penghematan energi saja tanpa menghiraukan dampak alam dan lingkungan. Tentu saja penerapan konsep arsitektur hijau ini bakal memiliki manfaat yang sangat besar terhadap dunia arsitektur.