7 Penyebab Terjadinya Rembesan Air Pada Dinding Rumah

Rumah yang ideal adalah rumah yang sanggup membuat seluruh penghuninya merasa nyaman tinggal di dalamnya. Bukan karena kemegahan bangunannya, tapi kenyamanan rumah tersebut yang menjadi poin utamanya. Lalu berbagai upaya pun coba dilakukan untuk mewujudkan rumah yang nyaman. Contohnya yaitu Anda bisa memilih menggunakan dinding dari pasangan bata sebagai struktur penyusun bangunan. Rumah yang memakai pasangan bata ini dikenal dengan sebutan rumah permanen. Dikatakan demikian karena rumah dengan tembok batu bata ini bersifat kekal dan tidak mudah diubah-ubah.

Konstruksi rumah yang dilengkapi dengan struktur dari pasangan bata ini memang mempunyai kekuatan yang sangat baik. Bangunannya mampu berdiri dengan kokoh. Dinding dari pasangan bata tersebut juga sulit sekali untuk dirobohkan. Bahkan dengan mekanisme pembuatan yang baik serta perencanaan yang sangat matang, dinding dari pasangan bata ini bisa membentuk bangunan gedung pencakar langit yang tingginya mencapai ratusan meter. Maka tidak heran, kebanyakan bangunan di dunia didirikan memakai dinding dari batu bata. Sebab kenyataannya batu bata memang memiliki kualitas yang bagus.

Sayangnya dinding dari pasangan bata ini tak dapat terlepas dari masalah. Kasus utama yang sering kali menimpanya adalah dinding tersebut mengalami rembes. Ciri-ciri dinding yang rembes yaitu dinding ini kerap dalam keadaan basah tanpa sebab yang jelas. Padahal Anda yakin tidak pernah menyiramnya, tapi dinding tersebut basah dengan sendirinya. Kasus dinding yang rembes ini juga biasanya hanya terjadi di area tertentu. Umumnya air yang merembes ke dinding ini berasal dari air bersih atau air kotor dari pipa saluran, air kondensasi dari AC, air tanah, ataupun air hujan.

Mengapa dinding rumah dapat menjadi rembes? Apa penyebab-penyebab kasus rembes yang menimpa dinding tersebut? Berikut ini faktor-faktor yang bisa menyebabkan dinding menjadi rembes. Anda harus mewaspadainya ya!

Penyebab 1. Pembuatan Adukan Plester yang Salah

Adukan plester untuk menutupi dinding dan lantai harus dibuat dengan baik agar sanggup menahan air dengan baik dan bersifat anti-rembes. Idealnya adukan plester ini dibuat dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:2. Khususnya untuk dinding di bagian luar, adukan ini dapat diterapkan sampai ketinggian minimal 20 cm di atas permukaan tanah. Sedangkan untuk dinding yang berbatasan langsung dengan ruangan basah seperti kamar mandi dan toilet, adukan ini dapat diterapkan lebih tinggi lagi yaitu minimal 150 cm. Anda bisa mengaplikasikan adukan plester tersebut sesuai panduan kami.

Tak jarang oknum tukang bangunan yang nakal membuat adukan plester menggunakan semen dan pasir dengan perbandingan 1:5 untuk memangkas biaya pembangunan. Hal ini biasanya terjadi apabila Anda memakai jasa tukang bangunan dengan sistem borongan. Padahal spesifikasi tersebut kurang baik sebab adukan plester yang dihasilkannya tak bisa menahan air. Maka boleh diambil jalan tengahnya memakai semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 untuk wilayah yang rawan rembes. Sedangkan pemasangan lantai keramik bisa menggunakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.

Penyebab 2. Batu Bata Tidak Direndam Dahulu

Wajib hukumnya merendam batu bata terlebih dahulu di dalam air sampai kondisinya berubah menjadi jenuh. Tujuan dari perendaman tersebut yaitu membuat batu bata menjadi basah sehingga pori-porinya tertutup. Jika Anda memasang batu bata saat kondisinya masih kering, pori-pori yang dimiliki oleh batu bata bakal menyerap air yang terkandung di dalam adukan/bahan spesi. Hal ini mengakibatkan struktur dinding tersebut tidak bisa mengering secara merata. Jadi biasakanlah untuk merendam batu bata yang ingin dipasang ini terlebih dahulu di dalam air supaya dapat terpasang dengan sempurna.

Penyebab 3. Bocornya Pipa yang Ditanam

Pipa saluran air umumnya ditanam di dalam dinding. Maksudnya adalah supaya penampilan ruangan ini menjadi lebih rapi dengan tidak adanya pipa-pipa yang bertebaran di mana-mana. Selain itu penanaman pipa di dalam dinding atau lantai ini juga bertujuan untuk melindungi pipa tersebut sehingga tak mudah rusak. Tapi bukan berarti pipa tadi benar-benar akan aman. Sebab mungkin saja suatu hari nanti pipa ini akan rusak atau bocor sehingga mengakibatkan air di dalamnya mengalir keluar. Anda harus mengatasi kerusakan maupun kebocoran pada pipa air tersebut sesegera mungkin.

Penyebab 4. Membangun di Musim Hujan

Kalau bisa hindari membangun rumah pada saat musim penghujan. Di Indonesia, musim ini berlangsung mulai dari Bulan Oktober sampai Bulan Maret. Mengapa membangun rumah pada musim hujan tidak disarankan? Sebab pada musim tersebut, air hujan bisa datang sewaktu-waktu. Hal tersebut mengakibatkan semua material yang akan digunakan akan mengandung air hingga pada titik jenuh. Kalau Anda terpaksa membangun rumah pada saat musim hujan, tutupilah semua material memakai kain terpal. Gunakan juga adukan plester yang bagus dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:2 atau 1:3.

Penyebab 5. Pemasangan Talang yang Keliru

Talang merupakan tempat mengalirnya air hujan menuju ke tanah. Seharusnya talang dibuat sedemikian rupa supaya air hujan bisa mengalir lancar dari atap ke tanah. Air tersebut tidak boleh meluber keluar atau jatuh menimpa dinding. Masalah yang sering terjadi yaitu pemilihan pipa yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung air hujan. Hal ini mengakibatkan air meluber ke daerah di sekitarnya. Selain itu, pemasangan pipa yang letaknya berhimpitan langsung dengan bidang dinding terbuka juga rentan mengakibatkan dinding tersebut menjadi rembes. Silakan Anda perbaiki posisi pemasangan talang tadi.

Penyebab 6. Rumah Bersebelahan Lahan Kosong

Persis di samping rumah Anda mungkin lahan kebun atau area persawahan? Jika benar, maka peluang dinding mengalami rembes menjadi lebih besar. Kasus yang sama juga terjadi apabila rumah Anda mempunyai taman yang mengelilingi bangunan utama. Masalah ini dapat terjadi karena adanya genangan air di lahan tersebut. Sedikit demi sedikit air di genangan tadi bakal meresap ke dalam dinding melalui pori-porinya. Solusi mengatasi masalah ini yaitu memakai waterproof untuk melindungi dinding. Anda juga bisa membangun dinding penahan di bagian terluarnya.

Penyebab 7. Dinding Mengalami Keretakan

Dinding yang mengalami keretakan juga rawan akan menjadi rembes. Kasus keretakan yang terjadi pada dinding dapat menjadi jalan bagi air untuk meresap masuk ke dalamnya. Baik itu retak rambut maupun retak struktur sama-sama dapat menimbulkan masalah yang sama. Adanya bagian yang retak membuat dinding tersebut semakin berpotensi menjadi lembab. Anda wajib memperbaiki masalah ini sesegera mungkin agar struktur dinding tadi tidak menjadi rapuh. Kami sudah pernah memberikan solusi secara lengkap pada artikel sebelumnya ya. Silakan Anda bisa mengikutinya dengan baik.