Cara Mengecat Bambu dan Tips-tips agar Hasilnya Rapi

Bambu biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat bangunan. Pemanfaatan bambu ini sudah dilakukan sejak dahulu kala. Bahkan sampai sekarang bambu masih banyak digunakan, baik untuk bahan bangunan maupun perabotan rumah tangga. Bambu biasa dimanfaatkan sebagai alternatif kayu untuk membuat bangunan atau perabotan yang bergaya tradisional. Material ini mampu menciptakan kesan natural khas pedesaan yang begitu kuat. Bagi Anda yang memang ingin membuat rumah yang bergaya alami bisa memakai material yang satu ini.

cara-mengecat-bambu.jpg

Bambu pada dasarnya masih termasuk sebagai tanaman rumput-rumputan. Secara alami, bambu ini tumbuh di lingkungan yang subur dan gembur, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Maka dari itu, tanaman bambu tumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia. Pemanfaatan bambu sebagai bahan baku untuk membuat furniture, kerajinan tangan, dan struktur bangunan juga dapat ditemukan hampir di seluruh belahan bumi Nusantara. Walaupun harganya ekonomis, tetapi bambu mempunyai kekuatan yang tidak kalah dari material kayu.

Agar produk berbahan bambu yang Anda buat semakin menarik, Anda perlu mengecat permukaannya. Lapisan cat ini sekaligus juga mampu memberikan perlindungan terhadap produk bambu tadi sehingga lebih awet dan tidak cepat rusak. Untuk mengecat bambu, sebenarnya Anda boleh-boleh saja memakai cat kayu. Sebab faktanya kebanyakan cat kayu sudah diformulasikan secara khusus agar dapat bekerja dengan baik di benda-benda yang berserat selulosa seperti rotan, eceng gondok, daun lontar, bambu, dan lain-lain. Namun untuk hasil maksimal, disarankan memakai cat bambu khusus.

Panduan Mengecat Bambu

Di bawah ini panduan untuk mengecat bambu bagi Anda yang baru pertama kali melakukannya!

  1. Produk bambu yang akan dicat wajib dalam kondisi yang kering. Karena air sedikit pun mampu mengurangi daya rekat cat nantinya. Bila perlu, Anda bisa menjemur produk tersebut di tempat yang teduh terlebih dahulu.
  2. Bersihkan permukaan produk bambu tersebut menggunakan kain lap. Apabila ada bagian yang masih bergelombang, Anda bisa meratakannya memakai ampelas. Pastikan kondisi permukaan produk ini bersih, kering, dan rata agar hasil pengecatannya bagus.
  3. Siapkan produk cat khusus untuk bambu, atau boleh juga memakai cat kayu yang bisa dipakai untuk serat selulosa. Cat ini perlu diencerkan terlebih dahulu dengan menambahkan air atau thinner sebanyak 20%. Lalu aduklah sampai tercampur rata.
  4. Cara mengecat bambu bisa dilakukan menggunakan kuas atau semprotan (sprayer). Walaupun lebih sulit dilakukan, metode semprotan bisa menghasilkan cat yang lebih halus dan rata. Tapi Anda juga boleh memakai kuas untuk mengecat bambu.
  5. Pengecatan bambu wajib dilaksanakan minimal sebanyak 2-3 kali lapisan supaya hasilnya benar-benar bagus. Idealnya jeda waktu penerapan masing-masing lapisan cat ini berkisar antara 4-6 jam. Tunggulah lapisan cat sebelumnya mengering, lalu Anda bisa menerapkan cat berikutnya.
  6. Proses pengeringan cat yang paling baik adalah pengeringan yang berjalan secara lambat. Anda tak boleh menjemur bambu yang sedang dicat tersebut. Lebih baik letakkan bambu ini di tempat yang teduh serta terhindar dari pancaran sinar matahari langsung.

tips-mengecat-bambu.jpg

Tips-tips dalam Mengecat Bambu

Supaya hasil pengecatan bambu yang Anda lakukan nampak bagus, maka Anda bisa mengikuti tips-tips di bawah ini!

Bersihkan Permukaan Bambu

Biasakan sebelum Anda memulai mengecat permukaan suatu benda, maka Anda perlu membersihkan permukaannya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar permukaan tersebut bebas dari kotoran-kotoran yang dapat mempengaruhi hasil akhir pengecatan. Adanya kotoran akan membuat hasil pengecatan menjadi tidak rapi karena lapisan cat terganjal oleh partikel-partikel kotoran ini. Semakin bersih Anda membersihkan bambu tersebut, maka semakin rapi pula hasil pengecatannya.

Gunakan Cat yang Berkualitas

Sebisa mungkin pilihlah produk cat yang berkualitas tinggi untuk mengecat bambu. Bagaimanapun mutu cat tersebut tidak akan mengkhianati. Cat yang memiliki kualitas tinggi mampu menghasilkan tampilan bambu yang menarik. Setidaknya cat tersebut lebih mudah diaplikasikan. Anda bisa bertanya langsung kepada penjual atau meminta rekomendasi dari teman-teman. Biasanya sih produk cat yang berkualitas tinggi ini merupakan keluaran dari merek ternama.

Pilih Hasil Finishing yang Tepat

Anda bisa mengecat dengan tampilan clear atau solid. Finishing clear akan menjaga keaslian warna alami bambu, membuatnya nampak mengkilap, serta mempertegas warnanya. Sedangkan finishing solid akan membuat permukaan bambu menjadi berwarna-warni sesuai dengan warna yang kita inginkan. Masing-masing jenis finishing ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan Anda melakukan pengecatan. Semuanya akan terlihat indah apabila dipakai dengan tepat.

Aplikasikan Cat dengan Benar

Cara mengaplikasikan cat bambu pun tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Cat harus dipakai dengan metode yang benar. Kesalahan dalam mengecat akan mengakibatkan hasilnya menjadi belang-belang. Hasil pengecatan tidak rapi, permukaannya kasar, dan juga boros cat. Pengecatan yang benar yaitu Anda harus menguaskannya dengan lapisan yang tipis saja tetapi berkali-kali. Kalau memakai sprayer, Anda perlu menyemprotkan cat dari jarak sejauh 30 cm.

Biarkan Mengering Pelan-pelan

Cat bambu akan nampak bagus hasilnya kalau mengering secara normal. Sedangkan apabila cat tersebut mengering terlalu cepat, maka hasilnya pasti akan menggelembung. Lapisan cat tidak akan rapi dan rata. Oleh sebab itu, bambu yang baru saja dicat tidak boleh dijemur di tempat terbuka. Anda harus menaruh bambu tersebut di tempat yang teduh. Biarkan semilir angin sepoi saja yang mengeringkannya. Dengan demikian, hasil akhirnya pasti bakal membentuk lapisan yang rata dan mampu merekat dengan kuat.