Agar Pagar Bambu Awet dan Tidak Cepat Rusak, Ikuti 3 Saran Ini!

Anda memang bisa menggunakan berbagai bahan untuk membuat pagar rumah. Asalkan bahan tersebut mempunyai struktur yang kuat dan kokoh, maka Anda dapat memanfaatkannya sebagai pagar. Misalnya yaitu bambu. Bambu merupakan material alami yang strukturnya sangat kuat. Material ini juga memiliki sifat yang cukup keras. Oleh sebab itu, bambu sering digunakan sebagai alternatif bahan bangunan yang alami selain kayu. Anda pun bisa memanfaatkan bambu untuk membuat pagar. Rumah yang dilengkapi dengan pagar bambu akan mempunyai suasana yang natural khas pedesaan.

Rumah yang dilengkapi dengan pagar dari bambu seketika akan dipenuhi dengan nuansa khas pedesaan. Material yang satu ini memang terlihat begitu alami. Bahkan suasana alami yang diciptakan oleh bambu jauh lebih kuat daripada kayu. Bagi Anda yang memang sangat menginginkan dekorasi rumah yang sarat akan suasana tradisional, natural, dan etnik, maka kami sangat merekomendasikan untuk menggunakan pagar rumah dari bambu. Rumah impian Anda pasti bakal tercipta dengan menggunakan pagar ini. Pagar bambu merupakan pagar yang terbaik untuk menciptakan desain yang alami ini.

Akan tetapi, Anda tidak boleh asal-asalan dalam membuat pagar bambu. Pagar ini harus dibuat dengan kaidah-kaidah yang semestinya. Kalau Anda membuat pagar bambu hanya asal jadi saja, kualitasnya pun pasti tidak akan maksimal. Pagar tersebut mempunyai kualitas yang rendah, tidak awet, serta gampang rusak. Pagar bambu Anda pasti bakal tidak tahan terhadap sinar matahari, air hujan, dan angin kencang yang terus menerpanya. Akibatnya adalah pagar bambu tersebut akan cepat rusak. Jangan biarkan deh pagar bambu yang baru saja Anda buat tersebut tiba-tiba mengalami kerusakan.

Agar pagar bambu di rumah Anda lebih awet serta tidak mudah rusak, cobalah Anda mengikuti kiat-kiat di bawah. Ini merupakan tips dasar untuk membuat struktur pagar bambu menjadi lebih kuat sehingga mampu bertahan lama, awet, dan tidak cepat rusak.

Pilihlah Jenis Bambu yang Tepat

Terdapat sekitar 1250 jenis bambu di seluruh dunia. Kenyataannya ialah lebih dari 140 jenis bambu atau sekitar 11% merupakan bambu spesies asli Indonesia. Bambu yang usianya sudah cukup tua sekitar 4-5 tahun dapat dipilih karena telah memiliki struktur yang kuat. Anda dapat mengeceknya dengan melihat warna  daun dan kelopaknya yang sudah terlihat gelap dan mengering. Ini merupakan bambu yang layak digunakan sebagai material bangunan. Selain itu, bambu yang tua juga akan berbunyi cukup nyaring saat dipukul. Suara pukulannya terdengar seperti kita sedang memukul besi.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran kualitas bambu yang lebih akurat, Anda dapat memanfaatkan alat bantu berupa density test untuk mengukur tingkat kepadatan batang bambu tersebut. Bentuk dari alat ini berupa jarum ya. Cara memakainya yaitu Anda tinggal menembakkannya saja ke batang bambu yang hendak diuji, maka akan langsung diketahui berupa tingkat kepadatannya. Semakin padat batang bambu ini, maka semakin kuat dan kokoh pula strukturnya. Hal ini berarti kualitasnya pun semakin bagus. Anda dapat membeli density test tool ini di www.alatperabotan.com dengan harga terjangkau.

Setelah ditebang, batang bambu tidak boleh langsung digunakan untuk membuat pagar. Bambu-bambu tersebut mesti dikeringkan terlebih dulu dengan menaruhnya dalam posisi berdiri tegak di atas sebuah alas yang keras. Tujuannya untuk menurunkan kadar air yang terkandung di dalam batang bambu. Kalau tak dikeringkan, bambu ini akan cepat sekali menjadi lapuk. Bambu yang sedang dikeringkan juga harus ditaruh di atas alas yang keras untuk mencegah kelembaban tanah masuk ke dalam serat bambu. Proses pengeringan ini mutlak diberlakukan terhadap bambu yang akan dipakai membuat pagar.

Batang bambu tua yang telah dikeringkan akan memiliki bentuk dan ukuran yang stabil. Kenapa? Sebab bambu tersebut sudah tidak mengalami penyusutan ataupun pemuaian lagi. Peristiwa ini juga sering kali menyebabkan batang bambu yang sudah dibuat menjadi pagar tersebut tiba-tiba melengkung sehingga susah diolah lebih lanjut. Setelah melalui tahap pengeringan, bambu kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat di permukaannya secara merata. Bersihkan batang bambu sampai permukaannya menjadi lebih bersih. Barulah kemudian Anda bisa menggunakan bambu tersebut.

Lakukan Pengawetan Bambu

Batang bambu yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan pagar wajib hukumnya diawetkan untuk terlebih dulu. Maksud dari proses pengawetan bambu ini untuk menghilangkan zat glukosa yang terkandung di dalam batang bambu tadi, di mana zat ini sangat disukai oleh serangga-serangga perusak bambu seperti rayap, kutu bubuk, kumbang, ulat, orong-orong, dan sebagainya. Pada prinsipnya, proses pengawetan bambu ini dilaksanakan dengan memasukkan zat-zat yang tidak disukai serangga ke dalam bambu. Jadi secara otomatis serangga pun tak akan menyerang bambu tadi.

Sebagai contoh, Anda bisa memanfaatkan cairan garam atau larutan asam untuk mengawetkan bambu. Cairan ini diketahui sangat dibenci oleh serangga sehingga bambu tadi pun menjadi lebih aman. Caranya yaitu Anda bisa merendam batang-batang bambu yang akan diawetkan di dalam lumpur yang terletak di pinggir sungai atau pantai. Karena berlangsung secara alami, proses ini sendiri memerlukan waktu yang cukup lama hingga mencapai 3-6 bulan agar zat garam masuk ke dalam seluruh pori-pori bambu dengan sempurna. Ini merupakan proses yang membutuhkan waktu yang lama sekali.

Pengrajin bambu kini sering kali memanfaatkan minyak tanah atau oli mesin bekas sebagai bahan untuk mengawetkan bambu. Sifat bahan ini yang sangat keras secara efektif dan juga efisien mampu membuat kondisi bambu tersebut menjadi beracun sehingga tak akan digerogoti oleh hama apapun. Sama seperti sebelumnya, Anda tinggal merendam bambu yang akan diawetkan ini ke dalam kolam yang sudah berisi minyak tanah atau oli bekas. Metode pengawetan bambu memakai minyak tanah/oli bekas ini biasanya akan memakan waktu yang lebih cepat daripada menggunakan garam atau zat asam.

Saat ini juga sedang dikembangkan sebuah metode pengawetan bambu yang dapat berlangsung secara cepat. Metode ini dilaksanakan memakai borax-boric acid. Bahan ini bisa diaplikasikan ke dalam batang bambu yang akan diawetkan dengan cara direndam di dalam kolam, disuntikkan, atau VSD (Vertical Soak Diffusion). Batang bambu yang sudah diawetkan lantas dikeringkan kembali dengan cara disusun secara vertikal di tempat yang cukup teduh. Proses penjemuran bambu ini akan membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu tergantung kondisi cuaca di lokasi penjemuran.

Rawatlah Pagar Bambu dengan Baik

Kalau ingin pagar bambu di rumah Anda lebih awet, maka Anda harus merawatnya dengan baik. Proses perawatan ini mutlak dan wajib untuk dilakukan. Perawatan yang paling utama adalah melindungi pagar tersebut. Anda mesti mengecat pagar bambu menggunakan cat yang sanggup melindunginya dari sinar matahari, air hujan, dan cuaca ekstrem. Anda bisa mengecat pagar bambu ini menggunakan cat khusus bambu. Atau bila sulit mendapatkannya, Anda juga boleh memakai cat kayu sebagai alternatifnya. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan pelitur/pernish untuk tampilan yang clear.

Dalam membuat pagar bambu, usahakan Anda tidak langsung menancapkan batang-batang bambu tadi ke dalam tanah. Ukuran pori-porinya yang besar membuat bambu mudah menyerap kelembaban tanah hingga akhirnya struktur bambu ini menjadi lapuk. Ada baiknya Anda memberikannya alas berupa beton atau menyambung bambu dengan besi di bagian bawahnya. Dengan demikian, bambu ini akan terhindar dari kontak langsung terhadap tanah. Solusi sederhana ini cukup efektif mampu mencegah pagar bambu melapuk dan diserang jamur. Sehingga pagar tersebut pun bakalan lebih awet.

Keretakan yang menimpa pagar bambu juga harus segera diperbaiki secepat mungkin. Karena jika tidak, keretakan tersebut dapat menjalar dengan cepat ke bagian pagar yang lainnya. Keretan ini bisa menjalar dengan cepat ke seluruh batang bambu karena arah seratnya yang memang lurus dan berukuran besar. Pagar bambu yang retak mengindikasikan kalau strukturnya di bagian tersebut cukup lemah atau beban yang diterimanya terlalu berat. Maka untuk mengatasinya, Anda tinggal mengganti pagar yang rusak ini serta memperkuat struktur yang terdapat di bagian sekitarnya.