Langkah-langkah Pembuatan Dinding Menggunakan Bata Merah

Bata merah merupakan material bangunan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun dinding rumahnya. Jika dibandingkan dengan batako maupun bata ringan (hebel), bata merah ini memiliki keunggulan utama yaitu mudah didapatkan. Hampir semua toko bangunan pasti menyediakan bata merah dengan harga yang beragam. Jadi, ada baiknya Anda mempertimbangkan penggunaan material ini. Bahkan Anda juga seyogianya mempelajari teknik pemasangannya.

Kenyataannya memang keahlian memasang bata merah sudah menjadi teknik dasar yang kudu wajib dikuasai oleh semua tukang bangunan. Apalagi di Indonesia, di mana penduduknya cenderung lebih mempercayai bata merah daripada jenis material bata yang lainnya. Fakta ini tentunya harus disikapi secara bijak oleh orang-orang yang berkutat di bidang konstruksi bangunan atau arsitektur seperti kita. Dengan demikian, kita dapat membuat pasangan bata yang berkualitas dan memuaskan.

Khususnya bagi Anda yang ingin belajar melakukan pemasangan bata merah sendiri, kami akan coba memberikan panduan yang tepat supaya Anda bisa mengerjakannya dengan benar!

Persiapan Awal

Anda bisa memulai pekerjaan ini dengan mengecek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan dan kondisi pondasi penempatan dinding, apakah sudah benar-benar dalam keadaan yang baik atau belum. Kemudian Anda juga harus memastikan kondisi pondasi serta sloof harus benar-benar bersih dan mempunyai alur pengikatan antara sloof ke pasangan bata. Kalau terdapat kotoran atau lumpur pada sloof tersebut, maka Anda harus membersihkannya dahulu agar pengikatan antara dinding dan sloof bisa benar-benar kuat dan menghasilkan ikatan yang bagus.

Selain itu Anda perlu memastikan kolom sudah memiliki angkur yang nantinya akan digunakan untuk mengikat dinding. Biasanya angkur yang dipakai untuk keperluan ini berupa besi yang berdiameter 10 mm. Angkur ini lantas ditanamkan ke dalam kolom sewaktu dilakukan pengecoran dengan tetap memunculkan sekira panjang 15-20 cm yang berguna sebagai pegangan, penghubung, atau penahan dinding. Kemudian Anda dapat melakukan pengecekan kembali untuk memastikan bahwa semua tahap persiapan awal ini telah diselesaikan dengan baik.

Pemasangan Benang

Pekerjaan pembuatan garis benang pada bagian dinding yang akan dipasangi bata merah dilakukan setelah keadaan sloof dan kolom sudah bagus. Untuk membuat garis lurus secara horizontal, Anda bisa melakukan pembuatan benang pada salah satu sisi bagian pinggir bata yang akan dipasang. Lalu lakukan penarikan benang dari ujung dinding yang satu ke ujung yang lainnya. Anda dapat memakai selang yang diisi air untuk memastikan permukaannya benar-benar rata.

Sedangkan untuk acuan ketegakan, Anda dapat membuat garis tegak lurus secara vertikal terhadap benang horizontal yang sudah dibuat sebelumnya. Pembuatan garis vertikal ini bisa dilakukan pada kolom yang ada atau menggunakan mal bantu di kedua ujung dinding yang akan dibangun. Anda bisa menggunakan benang yang diberi bandul lot supaya acuan yang terbentuk benar-benar tegak lurus. Hal ini akan membantu Anda menghasilkan dinding yang bagus, rapi, dan berdiri tegak.

Memasang Bata Merah

Setelah benang-benang acuan telah terpasang dengan baik, barulah kemudian Anda bisa memasang bata merah. Kunci utama dalam memasang bata merah ini adalah ulet dan sabar karena Anda harus melakukannya satu per satu secara berurutan. Silakan Anda dapat memulainya dengan memasang satu barisan bata dahulu. Lakukan dengan baik hingga terbentuk satu sambungan/lapisan dari ujung ke ujung. Setelah itu, periksa tingkat kerataan pasangan tersebut. Kalau hasilnya sudah rata, berarti Anda tinggal meneruskannya saja hingga terbentuk satu bidang dinding.

Lapisan demi lapisan dari pasangan bata merah ini harus dipastikan benar-benar rata karena lapisan sebelumnya akan sangat mempengaruhi keberhasilan dari lapisan bata berikutnya. Jadi, Anda harus memastikan pula kalau ketebalan mortar yang diaplikasikan pada pasangan bata merah senantiasa tetap sama. Begitu pula dengan pengisian mortar di antara bata-bata tersebut pun harus sama agar hasilnya juga seragam. Hal inilah yang membuat Anda harus melakukan pekerjaan ini dengan teliti dan juga ulet.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya kalau mortar yang kita terapkan terlalu banyak atau bata yang dipakai mempunyai ukuran tinggi yang tak seragam? Jika saat pemasangan bata terdapat perbedaan ketinggian, maka untuk membuat pasangan tersebut tetap rata, Anda dapat memukul bagian ujung bata memakai martil karet secara perlahan-lahan sampai permukaan bata tersebut rata dengan sisi-sisi sebelahnya. Hanya saja pemukulan ini harus dilakukan selagi kondisi mortar masih dalam kondisi basah. Namun bila mortar sudah kering, Anda harus membongkarnya dan memasang dari awal lagi.

Apabila pasangan bata merah sudah terbentuk dalam beberapa rangkaian, kadang-kadang ada pula adukan semen atau mortar yang berlebih sehingga meluber keluar dari sisi pasangan bata tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus segera meratakan adukan tersebut memakai cetok sampai permukaannya benar-benar rata. Jangan pernah membiarkan adukan yang meluber tadi mengering karena akan mempengaruhi kerapian dan kerataan dinding yang dihasilkan yang kemudian juga akan berpengaruh terhadap kemudahan dalam melakukan pemlesteran dan pengacian dinding.

Setelah Anda berhasil membangun beberapa tingkatan pasangan bata merah yang sudah terpasang dengan baik serta terhubung dari ujung satu ke ujung lainnya, maka selanjutnya Anda dapat menarik kembali benang acuan garis horizontal dari ujung ke ujung pada garis vertikal yang dijadikan sebagai titik patokan untuk mendapatkan ketegakan dinding yang pasti. Adapun pemasangan benang acuan horizontal ini dapat dilakukan setiap 50 cm. Yang perlu diperhatikan ialah Anda harus memasangnya dalam satu garis lurus sehingga diperoleh ketegakan dinding yang baik dan hasil pasangan tetap rapi sampai pada posisi yang paling atas.