Cara Menentukan Jenis Pondasi Rumah yang Paling Tepat

Pondasi erat kaitannya dengan struktur penopang kekuatan suatu konstruksi bangunan. Berkat pondasi, bangunan mampu berdiri dengan tegak dan kokoh sehinga bisa dihuni dengan aman. Tahukah Anda, ada bermacam-macam jenis pondasi yang biasa digunakan dalam pembuatan konstruksi bangunan? Pondasi pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi yang memiliki kedalaman kurang dari 3 meter disebut pondasi dangkal. Sedangkan pondasi dalam yaitu pondasi yang kedalamannya mencapai 3 meter atau lebih.

Setiap jenis pondasi mempunyai kelebihan dan kekurangan tersebut. Oleh sebab itu, suatu jenis pondasi mungkin saja cocok digunakan untuk pembuatan bangunan yang satu, namun tidak cocok ketika dipakai untuk pembangunan rumah dengan spesifikasi yang lain. Di sinilah pentingnya Anda untuk menentukan pondasi mana yang sebaiknya dibangun. Lantas bagaimana sih cara memilih pondasi rumah yang tepat? Kuncinya yaitu Anda perlu memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhi pondasi tersebut. Misalnya seperti desain rumah, jenis tanah, kondisi geografis, dan sebagainya.

Yap, Anda tak perlu bingung dalam menentukan jenis pondasi rumah yang akan dibangun. Silakan Anda bisa mengikuti kiat-kiat di bawah ini supaya mampu memilih pondasi yang paling tepat.

Perhatikan Desain Rumah yang Akan Dibuat

Semakin tinggi rumah yang akan dibangun, maka semakin besar pula daya dukung pondasi ini yang Anda butuhkan. Jadi aspek tingkat ketinggian desain rumah ini memegang peranan yang sangat penting dalam pemilihan jenis pondasi. Rumah dengan dua lantai mungkin masih dapat ditopang oleh pondasi dangkal. Tetapi jika Anda berniat mendirikan rumah dengan lantai yang jauh lebih banyak lagi, pertimbangkanlah mengambil untuk memilih pondasi dalam yang mempunyai daya dukung lebih baik. Jenis pondasi dalam yang dipilih pun harus Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Periksa Jenis Tanah di Tempat Pembangunan

Berdasarkan daya dukungnya, terdapat 4 macam tanah meliputi tanah keras, tanah sedang, tanah lunak, dan tanah sangat lunak. Pembangunan pondasi perlu memperhatikan letak lapisan tanah keras di dalam tanah. Posisi tanah keras yang berada di kedalaman 1-3 meter dapat memakai pondasi dangkal. Namun bila posisi tanah keras terletak di kedalaman 3-20 meter, sebaiknya menggunakan pondasi dangkal atau  pondasi dalam seperti mini pile, bored pile, atau sumuran. Sedangkan jika posisi tanah keras terletak di kedalaman lebih dari 20 meter, wajib hukumnya membangun pondasi dalam yang tangguh.

Lihat Kondisi Lingkungan Geografis Setempat

Faktor geografis ini mempengaruhi jenis tanah dan keidealan suatu bangunan. Tanah liat memiliki daya topang yang lebih baik ketimbang tanah gambut sehingga pondasi sederhana pun sudah mumpuni. Tapi apabila kondisi tanah liat tersebut tak stabil akibat kondisi lingkungan sekitar yang ekstrem, maka butuh pondasi dalam yang lebih rumit lagi agar mampu menopang beban bangunan tersebut dengan tangguh. Umumnya tanah yang terletak di dataran rendah membutuhkan pondasi yang lebih sederhana daripada dataran tinggi. Apalagi tanah tersebut mempunyai kontur yang rata ataupun landai.

Perhatikan Struktur yang Ada di Atas Pondasi

Struktur bangunan yang terletak di atas pondasi disebut superstruktur. Istilah superstruktur ini meliputi struktur apapun yang dipasang, dibuat, atau diletakkan di atas pondasi. Contohnya seperti rangka, kuda-kuda, pilar, lantai, dinding, dan perabotan rumah tangga. Penentuan jenis pondasi yang bakal dibangun juga perlu memperhatikan aspek superstruktur ini supaya dapat menyangganya secara sempurna pada total beban bangunan yang akan ditopang. Nilai bobot rumah secara keseluruhan yang bertambah berat membutuhkan jenis pondasi yang mempunyai tingkat kekutan yang jauh lebih kokoh.

Waktu dan Biaya Pengerjaan Pembangunan

Dalam memilih jenis pondasi bangunan ini, Anda juga perlu memperhatikan tentang tenggat waktu serta anggaran biaya yang tersedia. Sebab setiap jenis pondasi mempunyai tingkat kerumitan tersendiri dalam pembuatannya. Mempercepat waktu pengerjaan bisa dilakukan dengan menambah jumlah pekerja, tapi konsekuensinya anggaran bakal membengkak. Itu sebabnya gunakan tukang bangunan yang profesional sehingga Anda bisa menghemat waktu sekaligus biaya pembuatannya. Selalu jalin komunikasi yang baik dengan semua pekerja agar proses pembangunan pondasi rumah ini berjalan lancar sesuai rencana.