7 Jenis Dinding Rumah Menurut Material yang Paling Diminati

Dinding adalah struktur bangunan yang berfungsi sebagai pelindung serta pemisah ruangan. Elemen ini terletak di atas balok sloof atau di bawah balok ring, yang juga disangga oleh balok kolom. Berdasarkan struktur konstruksinya, dinding dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu dinding struktural dan dinding non-struktural. Dinding struktural (bearing wall) berfungsi untuk menopang beban bangunan sehingga wajib dibangun dengan struktur yang benar-benar kokoh. Sedangkan dinding non-struktural mempunyai kegunaan sebagai partisi dan tidak menahan bobot bangunan.

Jenis-jenis dinding rumah setidaknya dapat dibedakan menjadi 7 macam menurut bahan dasar pembuat yang digunakan. Di antaranya meliputi dinding beton, dinding batu bata, dinding hebel, dinding batako, dinding kayu, dinding batu alam, dan dinding bambu. Kalau menurut kami, tidak ada dinding yang lebih baik daripada dinding lainnya. Setiap jenis dinding tersebut mempunyai karakteristik sendiri yang begitu unik. Masing-masing dari jenis dinding ini juga memiliki kelebihan serta kekurangannya yang tidak sama dengan jenis yang lainnya. Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan.

Yap, Anda bisa memilih dinding mana yang hendak dibangun sesuai dengan kebutuhan Anda. Contohnya apabila Anda ingin membuat desain rumah yang modern, maka buatlah dinding batu bata atau dinding hebel. Sedangkan jika Anda hendak membuat desain rumah tradisional, maka dinding kayu dan dinding bambu masih menjadi pilihan yang paling tepat.

Dinding Beton

Dinding berbahan beton sudah lama dimanfaatkan sebagai struktur penopang konstruksi bangunan. Hal ini dapat dilihat pada bangunan-bangunan kuno seperti kuil di Yunani, piramida di Mesir, atau kastil di Romawi. Bangunan-bangunan ini menggunakan dinding beton sebagai struktur utamanya. Keunggulan dinding terletak pada tingkat kekuatannya yang sangat tangguh dan kokoh sehingga sanggup bertahan hingga berabad-abad lamanya. Namun di sisi lain, biaya untuk membuat dinding beton sangatlah mahal. Beratnya yang begitu besar juga mengharuskan dinding ini ditopang oleh struktur penahan yang rumit.

Dinding Batu Bata

Dinding ini dibangun menggunakan bahan dasar yaitu batu bata. Batu bata ialah material bangunan dari tanah liat yang dicetak berbentuk balok kemudian dibakar. Karakteristik batu bata yang berkualitas baik diatur dalam SNI 15-2094-2000. Terdapat 2 model pemasangan dalam pembuatan dinding batu bata ini. Yang pertama yakni dinding pasangan satu batu bata yang biasanya digunakan untuk dinding struktural. Sedangkan teknik kedua adalah dinding pasangan setengah batu bata yang dipakai untuk dinding non-struktural, di mana dinding ini harus didukung oleh kolom, sloof, dan ringbalk supaya kekuatannya lebih terjamin. Hingga kini dinding batu bata merupakan dinding yang paling populer digunakan di dunia.

Dinding Hebel

Hebel termasuk bahan bangunan yang baru dikembangkan. Ide awalnya terinspirasi dari batu bata. Oleh karena itu, banyak orang yang menyebut material ini dengan istilah batu bata ringan. Hebel terbuat dari campuran pasir kuarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan aluminium dengan total perbandingan tertentu. Kelebihan dari hebel yaitu bentuknya presisi, mudah dipotong, kualitas terjamin, serta pemasangannya dapat dilakukan relatif singkat. Tapi hebel juga memiliki sejumlah kekurangan yaitu perekatannya wajib dilakukan menggunakan mortar cement serta harga material ini di pasaran pun masih terbilang mahal.

Dinding Batako

Proses pembuatan dinding batako sama seperti pembuatan dinding berbahan batu bata. Namun karena dimensinya lebih besar, penggunaan batako akan menghemat kebutuhan adukan semen hingga 50-75%. Selain itu, dinding batako juga mempunyai permukaan yang rata sehingga hanya memerlukan plesteran dan acian yang tipis untuk finishing. Tapi kekurangan dari batako adalah kekuatannya tidak terlalu besar dalam menopang bangunan sehingga berisiko tinggi apabila diterapkan pada bangunan bertingkat. Daya pakai dinding ini pun relatif singkat jikalau dibandingkan dengan jenis-jenis dinding yang lainnya.

Dinding Kayu

Kebanyakan rumah-rumah tradisional di Indonesia dibuat menggunakan dinding dari kayu. Tidak hanya berupa papan saja, kayu-kayu yang dipakai pun banyak pula yang masih berbentuk batang utuh. Untuk mengantisipasi sifat kayu yang bisa menyusut dan memuai akibat pengaruh kondisi cuaca, dikenal sirap untuk konstruksi kayu yang merupakan bahan paling baik dalam penyesuaian terhadap susut dan muai. Kepopuleran desain rumah minimalis dengan sentuhan alami saat ini mampu mengangkat kembali citra kayu sebagai salah satu material yang patut diperhitungan untuk membuat dinding yang bernilai tinggi.

Dinding Batu Alam

Batu alam yang sering dipakai untuk dinding rumah yaitu batu kali dan batu cadas. Teknik pembangunan dinding batu alam ini masih sama dengan dinding batu bata yakni batu dipasang secara bertumpuk serta berselang-seling ataupun direkatkan menggunakan adukan semen. Jadi secara otomatis dinding ini pun sudah mempunyai tingkat ketebalan yang cukup besar dan kuat untuk menyangga konstruksi bangunan. Dengan demikian, tidak diperlukan lagi struktur tambahan yang membantu fungsi dari dinding tersebut. Dinding batu alam ini sangat cocok untuk membuat rumah tinggal yang bergaya natural dan alami.

Dinding Bambu

Rumah-rumah tradisional di Indonesia juga banyak yang menggunakan bambu sebagai dinding. Biasanya bambu dipilih sebagai bahan alternatif dari kayu. Harga bambu yang cukup murah membuat biaya untuk membangun dinding bambu sanggup dihemat semaksimal mungkin. Kebanyakan dinding ini terbuat dari anyaman bambu berupa lembaran. Namun batang bambu utuh atau bilah-bilah bambu juga bisa dipakai untuk membuat dinding bambu dengan penampilan yang lebih menarik. Kini dinding bambu juga banyak dimanfaatkan sebagai aksen ruangan untuk menciptakan nuansa khas pedesaan yang ramah.