Macam-macam Jenis Pondasi Dalam Beserta Gambarnya

Pengertian pondasi dalam adalah pondasi yang mempunyai kedalaman lebih dari 3 meter. Jadi pondasi dalam ini dibuat dengan kedalaman lebih dari 3 meter. Sedangkan jenis pondasi yang dibangun dengan kedalaman kurang dari 3 meter disebut pondasi dangkal. Struktur pondasi dalam ini umumnya dibangun untuk melayani beban bangunan yang besar sekali, kondisi tanah yang buruk di kedalaman dangkal, dan akibat kondisi-kondisi tertentu seperti garis properti dan lain-lain. Kebanyakan pondasi dalam ini dibuat dengan metode tumpukan, kotak, tiang jembatan, atau poros dibor.

Pondasi dalam mempunyai kemampuan untuk mengalirkan beban bangunan ke dalam tanah yang jauh lebih baik daripada pondasi dangkal. Hal ini didukung oleh proses pembuatan pondasi dalam sejak awal, di mana pondasi dalam ini dibangun sampai pada kedalaman yang mengandung tanah dengan struktur yang paling kokoh. Lapisan tanah yang mempunai struktur sangat kuat, keras, dan kokoh ini berada jauh di bawah kedalaman tanah. Nah, pembuatan pondasi dalam mutlak harus mencapai tanah tersebut. Jadi tidak mengherankan kalau daya dukungnya pun sangat kuat dan juga stabil.

Berdasarkan teknik pembuatannya, pondasi dalam bisa dibedakan menjadi tiga jenis. Di antaranya ialah pondasi tiang pancang, pondasi sumuran, dan pondasi tiang bor. Masing-masing jenis pondasi dalam ini mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Anda bisa memilih pondasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan konstruksi bangunan. Berikut ini penjelasan dari jenis-jenis pondasi dalam tersebut!

PONDASI TIANG PANCANG

Pondasi tiang pancang adalah pondasi yang dibuat dengan memancangkan/menancapkan tiang secara tegak lurus ke dalam tanah. Pada kasus-kasus tertentu, tiang bisa juga ditanamkan secara serong untuk menahan gaya horisontal seperti di dermaga. Pondasi tiang pancang ini biasanya dibuat di tempat yang kondisi tanahnya mempunyai daya dukung yang rendah pada permukaanya, namun tanah di kedalaman tertentu cukup kuat menahan beban di atasnya. Prinsip kerja pondasi tiang panjang adalah mengalirkan beban dari atas melalui tiang-tiang ke bawah sampai lapisan dalam yang mengandung tanah keras.

Pondasi tiang pancang dapat diterapkan untuk mengangkat beban konstruksi bangunan melalui lapisan tanah yang kuat sehingga bebannya mampu diteruskan dengan baik. Pondasi ini juga bisa meningkatkan derajat kekerasan tanah sehingga dapat mengontrol amplitudo getaran serta frekuensi alam. Kegunaan lain dari pondasi tiang pancang yaitu menjaga penurunan tanah, memadatkan endapan tidak berkohesi, dan mendukung keamanan bangunan. Selain itu pondasi tiang pancang ini juga berguna untuk menahan gaya desakan ke atas dan gaya guling, serta menahan kaki menara terhadap pergulingan tanah.

PONDASI SUMURAN

Pondasi sumuran adalah pondasi yang dibuat dengan menggabungkan prinsip-prinsip pembuatan antara pondasi dangkal dengan pondasi tiang pancang. Dinamakan sumuran karena pembangunan pondasi ini memang dilaksanakan dengan membuat beberapa sumur. Sumur-sumur ini kemudian diisi dengan tiang beton sebagai penahan utamanya. Pondasi sumuran paling baik diaplikasikan pada tempat-tempat yang mengandung tanah dengan lapisan keras terletak di kedalaman lebih dari 3 meter. Ini merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang banyak digunakan di Indonesia.

Untuk membuat struktur pondasi sumuran, Anda bisa menggali beberapa sumur sekaligus yang memiliki diameter sekitar 0,8-1 m dengan kedalaman yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Maksudnya, penggalian tanah untuk membuat pondasi sumuran ini dilakukan hingga menjumpai lapisan tanah yang keras dan stabil. Lalu bagian dasar dari sumur-sumur ini dicor beton berketebalan 0,4-1 meter, serta diisi dengan batu kali hingga menyisakan ruang kosong sedalam 1 meter dari permukaan tanah. Akhirnya di ruang kosong tersebut dicor kembali. Selanjutnya dibangun pondasi pelat setempat di atasnya.

PONDASI TIANG BOR

Pondasi tiang bor (bored pile) adalah pondasi yang dibuat dengan memasukkan casting dari tiang besi ke dalam lubang bor. Ini merupakan salah satu jenis pondasi yang memiliki daya dukung yang sangat baik. Prinsip kerja pondasi tiang bor yaitu beban bangunan akan diteruskan ke dalam tanah yang paling kokoh melalui casting besi. Proses pengecekan tingkat kekerasan tanah disebut sondir. Kelebihan dari pondasi bored pole adalah sanggup meredam getaran yang terjadi di dalam tanah sehingga cocok diaplikasikan pada bangunan-bangunan yang terletak di lingkungan padat penduduk.

Cara membuat pondasi berjenis tiang bor ini diawali dengan menggali lubang pada tanah menggunakan mesin bor khusus. Mesin ini termasuk salah satu alat berat yang banyak dimanfaatkan dalam pekerjaan pembuatan konstruksi bangunan. Setelah lapisan tanah yang keras berhasil ditemukan, maka kemudian dilanjutkan dengan proses pemasangan casting dari material besi yang telah dirakit sebelumnya. Proses berikutnya yaitu mengisi lubang-lubang ini menggunakan cor beton hingga terisi penuh. Terakhir adalah casting besi dikeluarkan kembali setelah proses pengecoran pondasi ini telah selesai dikerjakan.