Jenis-jenis Vertical Garden dan Panduan Cara Membuatnya

Kebun vertikal (vertical garden) merupakan suatu teknik bercocok tanam yang bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan ketinggian ruang sebagai lahan pertaniannya. Berbeda dengan metode bercocok tanam secara konvensional yang dilakukan secara mendatar alias horizontal, vertical garden ini justru dilakukan dengan arah menjulang ke atas. Tujuan utamanya semata-mata untuk menghemat lahan. Tren vertical garden kini sedang melanda masyarakat Indonesia, khususnya di area perkotaan. Vertical garden dinilai mampu menjadi solusi yang tepat untuk bercocok tanam di lahan yang sempit.

Pada dasarnya, semua jenis tanaman bisa kita pelihara menggunakan metode vertical garden. Tapi kami sarankan pilihlah jenis-jenis tanaman yang ukurannya kecil. Pemilihan tanaman yang berukuran kecil ini dimaksudkan agar tanaman tersebut tetap mampu tumbuh dengan normal kendati ditanam di tempat yang terbatas, mudah dirawat, dan tak merusak pot sebagai wadah penanamanya. Selain itu, tanaman-tanaman berbatang lunak serta tanaman yang tumbuhnya menjalar juga cocok sekali ditanam memakai teknik vertical garden ini. Anda juga bisa mengkreasikannya biar lebih menarik.

Supaya Anda lebih gampang memilih tumbuh-tumbuhan apa yang hendak ditanam menggunakan teknik vertical garden ini, kami akan mencoba berbagi ide tentang daftar tanaman yang dapat ditanam dengan metode yang satu ini. Kami mengelompokkan tanaman-tanaman tersebut berdasarkan metode dalam penanamannya supaya terlihat menarik. Kami yakin Anda pasti bisa menciptakan sebuah vertical garden yang indah dengan mudahnya.

Metode Rak

Vertical garden yang dibuat menggunakan rak merupakan metode yang paling banyak dipilih oleh para penghobi tanaman. Anda bisa memakai rak kayu, rak bambu, atau rak besi. Karena beban tanaman akan bertumpu pada rak yang kokoh, maka metode ini pun bersifat bebas. Ada begitu banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dengan teknik vertical garden memakai rak ini. Contohnya Anda bisa menanam kangkung, bayam, cabai, tomat, sawi, pakcoy, dan bawang. Sedangkan bagi Anda yang lebih menyukai tanaman hias, cobalah menanam bougenville yang disusun sedemikian rupa agar membentuk hamparan daun yang berwarna-warni. Teknik ini juga biasa digunakan untuk budidaya jamur di ruang tertutup.

Metode Tempel

Metode vertical garden yang terkenal selanjutnya adalah teknik tempel. Teknik bercocok tanam secara vertical garden ini dilakukan dengan menempelkan pot ke dinding yang kuat. Anda bisa memasang pot-pot pada dinding memakai paku. Usahakan tumbuhan yang ditanam hendaknya tidak terlalu besar agar beban pot-pot ini tidak terlalu berat sehingga rawan jatuh. Cobalah menanam sayur-sayuran yang bisa cepat dipanen seperti pakcoy, sawi, bawang merah, serta bawang putih. Kadang-kadang teknik ini juga digunakan untuk menutupi suatu permukaan dinding bangunan menggunakan tanaman-tanaman hias agar tampak lebih cantik serta berkesan natural.

Metode Tegak

Jenis vertical garden selanjutnya ialah vertical garden dengan metode tegak. Dikatakan demikian karena tumbuh-tumbuhan penyusun kebun ini tumbuh secara tegak lurus ke atas. Metode tegak paling cocok diterapkan ketika Anda memelihara tumbuh-tumbuhan yang hidup secara menjalar. Adapun contohnya antara lain markisa, melon, semangka, labu kuning, labu siam, ubi, dan tanaman menjalar lainnya. Selain dapat menghemat ruangan, biasanya tanaman yang dikembangkan dengan metode ini juga membuat desain rumah kelihatan lebih menarik. Dekorasi rumah Anda akan terlihat begitu alami saat dindingnya dipenuhi oleh tanaman menjalar ini.

Metode Gantung

Menggantungkan pot-pot ke sebuah tongkat juga merupakan salah satu metode vertical garden yang kerap kali digunakan. Poin penting yang harus diperhatikan saat Anda menerapkan metode ini adalah Anda wajib menggunakan tali yang kuat atau kawat baja. Hindarilah menanam tumbuhan yang berbobot berat serta ukurannya besar ketika Anda mengimplementasikan metode yang satu ini. Metode gantung ini juga dapat dikreasikan dengan membentuk tanaman sebagai penutup pot. Sehingga tumbuhan yang ditanam di pot tersebut akan membentuk seperti bola hijau yang menggantung dengan indah. Di sini Anda sebaiknya menanam tumbuh-tumbuhan yang rimbun.

Metode Karpet

Terakhir adalah mengembangkan vertical garden dengan memakai metode karpet. Prinsip pembuatan metode ini yaitu membentangkan hamparan tanah secara vertical menggunakan media tanam semacam kantung dan sejenisnya. Teknik karpet biasanya digunakan untuk menanam jenis-jenis tumbuhan yang berakar pendek, seperti stroberi, sehingga akar-akar tanaman tersebut tidak saling berebut tempat atau makanan dengan tanaman-tanaman yang tumbuh di sebelahnya. Biasanya metode ini juga digunakan untuk menutupi seluruh bidang dinding untuk membuat suatu lukisan hidup. Agar keindahannya tetap terjaga, Anda mesti melakukan pemangkasan secara berkala.