3 Langkah Mudah : Panduan Membuat Taman Atap (Roof Garden)

Memiliki taman sendiri merupakan idaman semua orang. Apalagi taman tersebut dipenuhi oleh bunga dan buah yang tumbuh dengan suburnya. Tapi mungkinkah memiliki taman impian di rumah yang kecil? Mengapa tidak? Anda tetap bisa kok membuat sebuah taman yang cantik, kendati ukuran rumah Anda tidak terlalu luas. Salah satu solusinya yaitu roof garden. Pada dasarnya, roof garden adalah taman yang berada di atap. Ini merupakan sebuah konsep taman unik yang kini sedang populer di Indonesia.

Roof garden menjadi alternatif bagi rumah mungil untuk mempunyai taman pribadi sendiri. Roof garden dibangun di bagian atap suatu bangunan. Taman ini memang benar-benar terletak di atap. Konsep awal roof garden yaitu membuat sebuah taman atap yang biisa menghijaukan bangunan. Sehingga bangunan tersebut nampak begitu asri, ramah kepada siapa pun, dan sama sekali tidak kaku. Karena manfaat yang dimilikinya begitu besar, maka desain rumah apa saja dapat menerapkan roof garden di atapnya.

Di Indonesia sendiri, konsep roof garden sudah cukup banyak diterapkan di gedung-gedung perkotaan. Paling banyak tentunya di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Sementara itu, taman atap di Amerika dan Eropa merupakan sebuah trend yang populer di tengah isu global warming dan gerakan go green. Sementara para petani di kawasan Asia Timur telah berhasil memanfaatkan roof garden dengan sangat baik. Taman di atap bangunan ini bahkan berhasil mereka sulap menjadi lahan pertanian yang menguntungkan.

Bagi Anda yang ingin membuat taman di atap rumah, silahkan mencoba menerapkan kiat-kiat di bawah ini!

Buat Sketsa Taman Sesuai Konsep yang Anda Inginkan

Buatlah sebuah sketsa mengenai desain yang ingin Anda tampilkan di taman tersebut. Mulailah dengan sebuah ide yang sederhana terlebih dahulu. Tenang saja karena nanti Anda dapat mengembangkannya. Untuk jenis-jenis tanaman yang akan ditanam di taman tersebut, pilihlah tanaman ringan yang tahan terhadap sinar matahari, tidak berakar ganas, serta tidak membutuhkan banyak air. Usahakan pilih tanaman berbunga atau berbuah sebagai penghidup suasana di dalam taman nantinya.

Anda dapat membuat coretan sketsa ini di atas kertas atau memanfaatkan software taman di komputer untuk mendesainnya. Sketsa taman yang telah berhasil Anda buat ini selanjutnya bisa digunakan sebagai acuan dalam pekerjaan pembuatan taman yang berkutnya. Yang tidak kalah pentingnya yaitu mengenai anggaran biaya untuk membuat roof garden ini. Anda harus memperhitungkan juga jumlah biaya untuk membangun permukaan taman dan sistem drainase yang nantinya akan mengalirkan air.

Bangunlah Taman yang Indah di Bagian Atap Bangunan

Paling tidak terdapat 5 tahapan yang mesti Anda kerjakan untuk membangun lapisan tanah dan elemen-elemen penyusunnya saat membuat taman atap, di antaranya :

Yang pertama adalah memastikan bahwa kualitas dek atap rumah Anda dalam kondisi bagus serta siap digunakan untuk menerima tambahan beban berupa tanah, kerikil, air, dan sebagainya. Jangan sampai proses pembuatan taman di atap rumah ini justru mengakibatkan robohnya atap rumah Anda karena tak kuat menanggung beban di atasnya. Anda harus memeriksa betul-betul bahwa struktur atap rumah Anda memang kokoh sekali dan tangguh.

Selanjutnya adalah membuat lapisan pertama berupa water proofing di seluruh permukaan atap. Fungsi lapisan ini adalah menghindari terjadinya bocor akibat air hujan, kandungan air di dalam media tanam, serta penyiraman di taman. Usahakan kontur permukaan yang dibentuk miring menuju ke lubang akhir untuk pembuangan air. Buatlah kontur miring yang tepat agar air dapat langsung bergerak menuju ke lubang ini sehingga potensi genangan air pun bisa dicegah.

Setelah itu buatlah sebuah saluran kecil atau parit yang berguna untuk mempermudah aliran air menuju ke lubang drainase pembuangan akhir. Anda bisa menggunakan batu bata yang disusun sedemikian rupa sesuai gambar perencanaan desain taman yang telah dibuat sebelumnya. Berikan jarak yang pas antara batu bata untuk memudahkan air mengalir lancar ke saluran drainase ini. Alternatif lainnya, Anda juga bisa memanfaatkan talang air yang sudah terpasang di atap.

Langkah berikutnya adalah pembuatan sub-base. Fungsi sub-base adalah menahan tanah agar tidak ikut terbawa air menuju ke lubang drainase. Sub-base yang digunakan di sini berupa kerikil atau ijuk kelapa. Sub-base bisa Anda pasang di tempat-tempat yang tepat sesuai dengan konsep awal ketika membuat desainnya. Berikan lapisan pasir di atas sub-base untuk memperlancar aliran air. Kerjakan pembuatan sub-base ini dengan cermat dan teliti agar sesuai perencanaan.

Tahap terakhir yaitu pembuatan lapisan tanah di bagian atas. Tanah yang digunakan adalah tanah biasa yang telah dicampur dengan pupuk kompos. Sangat disarankan untuk menambahkan sekam padi yang sudah dibakar atau sekam padi yang telah lapuk karena dapat membuat media tanam tersebut semakin subur. Perbandingan yaitu 1 tanah : 1 kompos : 2 sekam padi bakar/lapuk. Tinggi lapisan media tanam yang dibuat berkisar antara 30-50 cm tergantung jenis tanaman yang Anda tanam.

Perawatan Taman Atap agar Senantiasa Menarik

Perawatan untuk roof garden sama saja seperti taman-taman pada umumnya. Perawatan dasar berupa penyiraman air secukupnya mutlak dilakukan setiap hari. Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari sesuai dengan jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Anda juga perlu memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang, pupuk NPK untuk memicu pertumbuhannya, serta pupuk khusus untuk merangsang tumbuhnya bunga dan buah pada tanaman tersebut.

Jagalah pertumbuhan tanaman tersebut dengan baik. Tidak ada salahnya sekali-kali Anda melakukan pemangkasan terhadap tanaman agar posturnya lebih menarik, pertumbuhannya semakin subur, serta terhindar dari serangan hama dan penyakit. Akan sangat manis bila semua tanaman yang Anda tanam di  roof garden ini tumbuh dengan suburnya. Sehingga nantinya akan tercipta sebuah roof garden yang sempurna sesuai dengan desain yang Anda inginkan.