8 Untung Rugi Investasi Apartemen dan Risiko Terbesarnya!

Pada waktu Anda memutuskan untuk berinvestasi dengan apartemen, terdapat dua sumber keuntungan yang dapat diperoleh yaitu pertumbuhan harga dan penghasilan sewa. Dibutuhkan perencanaan strategi yang matang untuk memaksimalkan nilai kedua potensi keuntungan ini. Karena jika tidak, berinvestasi di apartemen juga bisa mengakibatkan kerugian yang teramat besar. Mengapa? Karena investasi di sektor ini menuntut Anda untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dalam perawatannya. Anda biaya yang cukup banyak dalam memelihara properti tipe apartemen ini di setiap waktunya.

Untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya, maka para investor sebaiknya memperhitungkan peluang-peluang keuntungan yang dapat diambil dari propertinya. Peluang pertama ialah menyewakan apartemen, di mana keuntungan bisa Anda peroleh dari uang sewa yang masuk. Untuk bisa menentukan tarif sewa apartemen yang tepat, carilah informasi rata-rata harga sewa di sekitar lokasi dan perhatikan pula kemampuan si calon penyewa. Hitung juga seluruh biaya yang sudah atau bakal dikeluarkan hingga apartemen tersebut disewakan. Bagaimanapun Anda harus menghitung dengan teliti.

Sementara itu keuntungan untuk unit apartemen yang ingin dijual kembali ke orang lain bisa didapatkan dengan mempertimbangkan selisih antara harga jual dan harga belinya, serta biaya-biaya tambahan lain. Di antaranya yaitu meliputi PPN (Pajak Pertambahan Nilai), BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan), AJB (Akta Jual Beli), pajak atas barang mewah, biaya balik nama, biaya pertelaan, dan biaya perawatan. Ketika akan menentukan harga jual apartemen, Anda harus memasukkan biaya-biaya ini ke dalam penentuan harga beli unit apartemen tersebut supaya Anda tidak merugi nantinya.

KELEBIHAN

Lantas, apa saja kelebihan-kelebihan berinvestasi di apartemen? Di bawah ini 4 keuntungan utama yang akan Anda dapatkan saat melakukan investasi menggunakan apartemen, antara lain :

Tingkat Permintaannya Sangat Tinggi

Apartemen merupakan aset properti yang mempunya tingkat permintaan yang sangat tinggi, khususnya untuk apartemen yang berada di lokasi yang premium seperti daerah pusat bisnis, kawasan permukiman mewah, dan lingkungan pendidikan. Salah satu contoh lokasi dengan nilai yang premium di Jakarta ialah Kemang. Tingkat permintaan hunian apartemen di Kemang ini merupakan salah satu yang paling banyak di Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan apartemen yang terletak di daerah lainnya pun punya potensi yang sama. Faktanya, masyarakat urban kini memang lebih suka tinggal di apartemen.

Waktu Sewanya Biasanya Cukup Lama

Para penyewa umumnya menyewa apartemen untuk memudahkan dia menuju ke lokasi pekerjaannya. Kebanyakan waktu sewa yang diambil termasuk menengah yakni berkisar antara 2-3 tahun. Jarang sekali ada orang lokal yang menyewa apartemen di Indonesia cuma beberapa bulan saja. Rata-rata orang yang menyewa apartemen ini adalah mereka yang telah berada cukup lama di tempat pekerjaannya sekarang dan mempunyai posisi karir yang bagus. Dengan waktu sewa yang relatif cukup lama ini, Anda pun akan mendapatkan pendapatan secara terus-menerus dari unit-unit apartemen yang menjadi aset.

Tingkat Kekosongannya Relatif Rendah

Dengan demand yang tinggi dan waktu sewa yang cukup lama membuat tingkat kekosongan apartemen menjadi rendah. Apalagi budaya hidup di tempat tinggal model vertikal saat ini memang tengah menjadi trend tersendiri di masyarakat Indonesia, khususnya orang-orang yang tinggal di perkotaan. Masyarakat kini begitu tertarik untuk tinggal di hunian vertikal seperti apartemen karena lebih bergengsi. Kondisi ini membuat apartemen-apartemen milik Anda akan terus memiliki penyewa secara bergantian. Selain itu, harga sewanya pun cenderung bakal naik karena tingkat permintaannya yang sangat tinggi.

Nilai Prosentase Capital Rate yang Tinggi

Karena tingkat kekosongan unit apartemen yang rendah, pendapatan yang diperoleh dari tarif sewa pun menjadi lancar. Alhasil capital rate yang dimilik apartemen pun tergolong tinggi sekitar 7-10 persen. Kini apartemen memang sedang menjadi pamor utama, terutama bagi kawula muda. Para eksekutif muda ini umumnya lebih suka tinggal di dalam apartemen ketimbang rumah tapak. Kondisi ini tentu bakal sangat menguntungkan bagi Anda yang punya apartemen. Anda bisa menyewakannya untuk memperoleh laba secara teratur ataupun menjualnya dengan mengambil keuntungan yang jauh lebih besar.

KEKURANGAN

Di sisi lain, investasi di bidang apartemen juga memiliki sejumlah kekurangan. Di bawah ini merupakan kekurangan-kekurangan dari investasi apartemen tersebut, meliputi :

Dibutuhkan Kejelian yang Sangat Tinggi

Memang dibutuhkan tingkat kelihaian yang tinggi untuk menaksir nilai lokasi dari sebuah apartemen ini. Kenapa? Terutama karena akhir-akhir ini ada banyak pengembang yang mulai membangun apartemen-apartemen di lokasi yang sebenarnya tak menguntungkan. Anda harus jeli dalam menilai lokasi tersebut, apakah memang nantinya akan menguntungkan atau justru merugikan. Kenyataannya tidak semua unit apartemen pasti mempunyai peminat yang banyak. Faktor lokasi ini menjadi salah satu aspek penentu  yang sangat penting. Anda harus benar-benar memperhatikannya dengan sungguh-sungguh.

Sangat Dipengaruhi Oleh Pengelolanya

Manajemen gedung apartemen biasanya sangat menentukan kenyamanan dan keamanan di dalamnya. Jika ternyata pihak pengelola gedung tersebut ternyata memiliki kualitas yang kurang bagus, maka besar kemungkinannya nilai apartemen tersebut akan menurun drastis. Jadi selain memperhatikan soal lokasi dari apartemen tersebut, Anda harus mencari tahu siapa pengembang dan pengelolanya. Lalu Anda bisa menelusuri rekam jejak dari pihak-pihak yang terlibat dalam keberadaan apartemen tersebut. Anda tak bersikap acuh tak acuh terhadap semua aktor yang terlibat pada apartemen yang ingin diinvestasikan.

Biaya Perawatannya yang Tidak Sedikit

Ketika Anda berinvestasi dengan apartemen, maka Anda juga harus membayar biaya perawatan secara rutin meliputi kebersihan, perbaikan, dan keamanan. Bayangkan bagaimana Anda dapat melunasi biaya-biaya tersebut, khususnya ketika apartemen tengah kosong. Nominal biaya ini terbilang cukup besar loh karena di sini pihak pengelola apartemen akan menggunakan jasa dari seorang tenaga profesional untuk merawat unit-unit apartemen milik Anda. Bukan tak mungkin Anda malah akan mengalami kerugian jika tidak berhasil menemukan seorang penyewa dalam kurun waktu yang cukup lama.

Nilai Bangunan yang Cenderung Turun

Setiap tahunnya, nilai bangunan apartemen cenderung akan menyusut. Bahkan tingkat penurunan nilai bangunan ini bisa mencapai lebih dari 20 persen loh. Tetapi tidak semua apartemen pasti akan menurun nilai bangunannya. Sejumlah apartemen yang lain justru akan mengalami peningkatan nilai asalkan Anda bisa memilihnya dengan tepat. Biasanya sih apartemen yang mengalami penurunan nilai ini disebabkan sebab lokasi bangunanya yang kurang bagus sehingga memiliki peminat yang sedikit. Sementara itu, unit apartemen yang lainnya mengalami penurunan nilai akibat tak dirawat dengan baik atau isu buruk yang melekat padanya.