5 Tips : Cara Merawat Septic Tank agar Tidak Cepat Penuh

Meskipun keberadaannya di rumah tinggal sangat penting, tapi jarang sekali orang yang memperhatikan kondisi septic tank miliknya. Mayoritas orang biasanya hanya melihat septic tank sebagai tempat untuk pembuangan limbah yang berasal dari kloset semata. Padahal sjika ditelaah lebih jauh, ada faktor-faktor yang perlu dicermati dengan baik agar septic tank tersebut tak cepat penuh. Ada banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dengan memberikan perawatan secara berkala terhadap bangunan septic tank di rumah Anda. Maka dari itu, Anda harus mau merawat septic tank tersebut secara rutin.

Jika dirawat dengan baik, septic tank dapat menghemat uang khususnya untuk biaya penyedotan kloset yang mencapai Rp 300-500 ribu/sedot. Tidak adanya kebocoran yang terjadi pada septic tank juga dapat mencegah terjadinya penyebaran bakteri dan virus patogen yang sangat berbahaya bagi kesehatan Anda sekeluarga. Begitu pula dengan kenyamanan Anda tinggal di rumah pun tak akan terganggu bila kondisi septic tank ini terus terawat dan dipastikan tidak mengalami masalah. Selain itu, sistem septic tank yang mampu bekerja dengan lancar ini tak akan mencemari kelestarian lingkungan hayati di sekitarnya.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa pekerjaan merawat septic tank dengan benar ini merupakan sebuah kewajiban tersendiri yang harus dilaksanakan dengan baik oleh seluruh penghuni rumah, terutama Anda sebagai kepala rumah tangga. Dengan rutin merawatnya, maka fungsi dari septic tank tersebut pun akan tetap terjaga. Anda sekeluarga tetap bisa menggunakan kloset dengan nyaman karena septic tank yang menjadi muara kotorannya ini tak tersumbat, bermasalah, ataupun penuh. Risiko bahaya yang mungkin terjadi akibat kondisi septic tank yang terlalu penuh juga dapat dicegah dan diminimalisir dengan baik.

Di bawah ini upaya-upaya yang bisa Anda lakukan untuk merawat septic tank di rumah agar isinya tidak cepat penuh. Anda dapat memulainya dari tips nomor pertama ya.

Gunakan Sesuai Fungsinya

Perlu disadari, septic tank merupakan tempat penampungan limbah. Limbah yang kami maksud adalah kotoran yang Anda keluarkan ketika buang air besar ya. Seyogianya Anda pun memperuntukkan septic tank khusus untuk keperluan kakus saja. Jangan pernah menganggap jika septic tank juga bisa dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Dilarang keras membuang sampah ke dalam kloset. Apalagi untuk sampah yang bersifat anorganik yang tidak mungkin bisa diuraikan oleh bakteri. Seperti kemasan sabun, sampo, rokok, pembalut, dan lain-lain. Hindari pula membuang air mandi atau air cucian ke kloset.

Jangan Mematikan Bakteri

Di dalam rantai makanan, kita ketahui bahwa bakteri bertindak sebagai pengurai yang merubah material organik menjadi unsur hara. Jumlah bakteri di dalam septic tank bisa mencapai jutaan karena kondisinya memungkinkan bakteri tersebut untuk cepat berkembang biak. Semakin banyak jumlah bakteri di dalam septic tank, maka proses penguraian limbah di dalamnya akan berlangsung lebih efisien. Mulai sekarang biasakan jangan mematikan bakteri yang terdapat di dalam septic tank di rumah Anda. Caranya dengan tidak menuangkan sabun, deterjen, desinfektan, atau cairan pemutih ke dalam kloset tersebut.

Hindari Mengguyur Berlebihan

Pakailah air seperlunya saja untuk membersihkan diri saat Anda telah selesai melakukan buang air besar. Kalau bisa sih, hindari mengguyur kloset secara berlebihan ya. Memang maksud Anda mengguyur kloset tersebut dengan air yang banyak sangat baik yaitu untuk menjaga kebersihannya. Tetapi jika Anda terus-menerus menggunakan air dalam jumlah yang terlalu banyak, bukan tidak mungkin septic tank tersebut justru akan cepat penuh akibat terisi banyak air. Selain itu, banyaknya air yang terdapat di dalam septic tank tersebut juga malah akan mematikan bakteri baik yang tinggal di dalamnya loh.

Menambahkan Bakteri Khusus

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, keberadaan bakteri di dalam septic tank memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kondisi septic tank tersebut sehingga usia pakainya bakal semakin lama. Untungnya saat ini sudah banyak produsen yang menjual produk berisi bakteri khusus yang dapat membantu proses penguraian limbah di dalam septic tank. Setelah kami mencobanya sendiri, produk ini memang ampuh sekali untuk meningkatkan proses penguraian limbah. Hal ini terbukti dari tidak cepat penuhnya septic tank. Anda bisa membeli produk ini di www.alatperabotan.com. Gunakanlah produk ini minimal setiap setahun sekali agar jumlah bakteri di dalam septic tank Anda tetap melimpah.

Penyedotan Setiap 5 Tahun

Karena setiap hari septic tank di rumah diisi dengan limbah secara terus-menerus, maka wajar saja kalau volumenya cepat atau lambat pasti akan penuh. Tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi septic tank yang penuh tersebut apalagi kalau bukan meminta bantuan jasa sedot WC. Pengurasan septic tank ini memang mutlak dilaksanakan oleh para pemilik rumah. Setidaknya Anda dapat menyedot isi di dalam septic tank tersebut setiap 10-15 tahun sekali tergantung kapasitasnya. Biarkan proses penyedotan WC ini sepenuhnya dikerjakan oleh petugas yang mempunyai standar dan peralatan yang memadai.