Cara Merawat Buku agar Tidak Kuning dan Bebas Jamuran

Buku adalah jendela dunia. Ada banyak sekali ilmu pengetahuan yang seketika dapat kita ketahui hanya dengan membaca tulisan-tulisan yang tercetak di dalam buku. Bahkan kita pun mampu mengetahui jika Dataran Tinggi Dieng merupakan objek wisata yang sangat mengagumkan meskipun mungkin kita belum pernah berkunjung ke sana. Mengingat betapa berharganya sebuah buku, maka tak sedikit dari kita yang gemar mengoleksinya. Selain sekadar hobi, mengumpulkan beberapa buku lalu menatanya di dalam rak di ruang tamu dapat menjadi hiasan tersendiri yang sangat menarik.

Namun sayangnya, buku pun bisa menjadi rusak. Kerusakan yang paling sederhana adalah kertas-kertas pada buku tersebut akan menguning seiring dengan usianya. Penyebabnya bukan lain karena lignin yang terkandung di dalam kertas mengalami proses oksidasi oleh udara dan cahaya. Akibatnya susunan zat ini pun menjadi tidak stabil sehingga akhirnya mengubah warna kertas yang tadinya putih bersih dan indah menjadi berwarna kekuning-kuningan. Kondisi ini tentunya akan sangat disayangkan sekali ya. Terlebih bagi para pencinta buku seperti Anda. Lakukan pencegahan sebelum kondisinya memburuk.

Buku yang sudah terlanjur menguning memang tidak bisa dikembalikan lagi warnanya menjadi putih dan bersih layaknya seperti sebuah buku yang baru. Oleh karena itu, Anda harus melaksanakan upaya-upaya pencegahan sebelum buku tersebut menguning. Bagaimana caranya? Tidak lain dengan merawat buku Anda dengan baik dan benar.

Anda dapat menerapkan kiat-kiat di bawah ini untuk mencegah buku koleksi Anda menguning sehingga warnanya pun akan tetap putih bersih seperti buku baru.

Bungkuslah Buku dengan Plastik Khusus

Solusi pertama untuk mencegah lembaran-lembaran kertas pada buku dari risiko warnanya menguning yaitu menjauhkan buku tersebut dari terpaan sinar matahari maupun udara secara langsung. Cara yang paling ampuh ialah membungkus buku-buku kepunyaan Anda tersebut menggunakan plastik. Rata-rata setelah buku tersebut selesai dibaca sampai tamat, biasanya sih kita tidak akan membacanya lagi dalam jangka waktu yang cukup lama. Daripada ditaruh begitu saja, buku tadi sebaiknya langsung dimasukkan ke dalam kantung plastik khusus. Setelah itu, Ada bisa menatanya dengan rapi di rak buku.

Simpanlah Buku Anda di Ruangan Ber-AC

Solusi kedua adalah simpanlah buku-buku koleksi Anda di ruangan khusus berupa perpustakaan mini di rumah yang sudah dilengkapi dengan perangkat AC (Air Conditioner). Di dalam ruangan yang ber-AC, suhu udaranya relatif stabil, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, serta udaranya mengandung kadar kelembaban yang dapat diatur sesuka hati kita . Kondisi udaran yang tak terlalu lembab ini sangat baik untuk buku. Begitu pula intensitas sinar matahari yang mengenai ruangan ini biasanya jauh lebih sedikit daripada ruangan pada umumnya. Oleh sebab itu, ruangan dengan AC menjadi tempat yanfg paling ideal untuk menyimpan buku.

Pastikanlah Buku Tetap Bersih dan Kering

Kemudian untuk solusi yang ketiga adalah Anda harus memastikan kondisi buku tersebut senantiasa ada dalam keadaan yang bersih dan kering. Yap, Anda tidak boleh membiarkan buku Anda tercemar oleh zat apapun karena pasti cepat atau lambat akan mempengaruhi kondisinya. Pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membaca buku, lalu mengelapnya sampai kering. Bacalah buku tadi di tempat yang bersih. Pegang buku tersebut dengan benar, jangan pernah melipatnya, ataupun menaruhnya pada sembarang tempat. Setelah selesai, Anda harus segera menyimpannya kembali.

TAHUKAH ANDA?

Apa sih bahan baku untuk membuat kertas? Kertas terbuat dari kayu yang diolah sedemikian rupa dalam pabrik kertas khusus. Perlu Anda ketahui nih, kayu secara alami mengandung zat yang bernama lignin. Bersama dengan selulosa, lignin ini berfungsi untuk memperkeras struktur yang terdapat di dalam kayu. Itulah sebabnya, pohon mampu berdiri tegak sebab mengandung lignin dan selulosa di dalamnya. Selain itu, lignin ini juga bermanfaat untuk mempertahankan pohon tersebut dari serangan hama dan penyakit. Jadi lignin merupakan zat yang mempunyai peranan penting bagi suatu pohon.

Produsen kertas biasanya memanfaatkan sifat lignin untuk membuat kertas  dengan spesifikasi tertentu. Misalnya seperti dus dan karton. Kendati kertas yang terbuat dari kayu yang mengandung lignin ini akan memiliki tekstur yang keras dan kaku. Tapi sayangnya warna kertas yang dihasilkannya menjadi terlihat kecokelat-cokelatan sehingga terlihat kurang menarik serta nampak agak kotor. Untuk membuat warna kertas tadi menjadi putih, maka bahan baku harus direndam dahulu di cairan kimia tertentu. Tujuannya ialah untuk memisahkan zat selulosa dan zat lignin yang terkandung di dalam kayu tersebut. Kertas yang mempunyai warna putih bersih umumnya terbuat dari zat selulosa yang murni.