Siasat Jitu : Cara Mengatasi dan Mengakali Diding yang Lembab

Dinding yang lembab umumnya terjadi lantaran air yang meresap melalui pori-pori dinding yang bersifat kapiler. Tentu saja jika dibiarkan terus-menerus, kelembaban ini mampu menyebabkan struktur dinding tersebut menjadi lemah akibat melapuk. Akibatnya dinding rumah tersebut pun bakal membahayakan Anda sekeluarga karena mudah roboh. Anda harus memberikan perhatian yang penuh sebelum masalah yang besar terjadi. Salah satu jalan keluarnya ialah memperbaiki dinding yang lembab tersebut. Lantas, bagaimana sih caranya memperbaiki dinding yang sudah terlanjur lembab ini?

Solusi yang paling mudah dan efektif untuk mengatasi dinding yang lembab adalah menghalangi air agar tidak bisa terserap ke dalam dinding tersebut. Caranya yaitu dilakukan dengan memperkecil pori-pori di permukaan dinding. Bahkan jika memungkinkan, pori-pori pada dinding tersebut hendaknya ditutup saja supaya tak ada lagi air yang bisa meresap masuk ke dalamnya. Untungnya sekarang teknologi di bidang arsitektur dan konstruksi bangunan sudah cukup canggih. Sehingga kita bisa mencegah masuknya air ke dalam dinding menggunakan waterproofing. Cara mengaplikasikannya mudah banget kok.

Silakan Anda dapat mengikuti panduan selengkapnya untuk memperbaiki dinding yang lembab sesuai langkah-langkah kerja di bawah ini!

Alat dan Bahan :

  • Semen
  • Aqua sealer
  • Waterproof
  • Pasir
  • Sendok semen
  • Kape
  • Ember kecil
  • Spidol

Langkah-langkah :

  1. Berikan tanda menggunakan spidol di area dinding bagian mana saja yang terlihat lembab. Ciri-ciri dinding yang lembab dapat diketahui dengan mudah sekali. Anda cukup melihat permukaan dinding tersebut saja. Dinding dikatakan lembab manakala kondisinya tidak benar-benar kering.
  2. Gunakan kape untuk mengupas lapisan cat tembok pada area dinding yang bermasalah. Anda dapat memulainya dari batas area yang sudah ditandai di atas sampai ke dinding bagian bawah. Bakal lebih bagus lagi hasilnya apabila Anda melebihkan hingga mencapai 5-10 cm di luar garis.
  3. Lapisi permukaan dinding yang sudah dikupas catnya tersebut menggunakan aqua sealer. Kami sarankan Anda juga bisa mengaplikasikan waterproof supaya dinding bersifat anti-air. Jika Anda kesulitan mendapatkan bahan-bahan ini, Anda bisa menggantinya dengan adukan acian semen.
  4. Buatlah adukan spesi yang bersifat kedap air untuk melindungi permukaan tembok. Anda dapat memanfaatkan campuran pasir serta semen dengan perbandingan 2:1 untuk membuat adukan spesi tersebut. Jangan lupa untuk mengaduknya terlebih dahulu sampai tercampur merata.
  5. Terapkanlah adukan spesi ini pada permukaan dinding secara merata. Anda tidak boleh terlalu tebal dalam mengaplikasikan adukan tersebut. Pastikan adukan spesi penambal ini mempunyai permukaan yang sama rata dengan permukaan dinding yang ada di sekitarnya agar rapi.
  6. Setelah lapisan adukan spesi di atas kering, selanjutnya Anda bisa mengecat permukaan dinding tersebut kembali menggunakan warna sesuai selera, desain, dan kebutuhan. Pilihlah produk cat dinding yang bersifat waterproof sehingga mampu memberikan perlindungan secara maksimal.

Selamat Mencoba!