Jenis-jenis Batuan, Dilengkapi Penjelasan, Gambar, dan Contohnya

Menurut pengertian dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), batu adalah benda keras dan padat yang berasal dari bumi ataupun planet lain, tetapi bukan logam. Sedangkan batuan yaitu kelompok batu yang terbentuk dari bahan mineral ataupun mineraloid secara alami. Berdasarkan proses terciptanya batuan tersebut, batuan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis antara lain batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan. Setiap jenis dari batuan ini mempunyai sifat atau karakteristiknya masing-masing yang begitu unik. Anda mesti mempelajarinya dengan baik.

Anda harus mengetahui bahwa antara batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan merupakan jenis-jenis batuan yang berbeda. Perbedaan antara ketiga jenis batuan tersebut akan kami jelaskan pada ulasan di bawah ini secara lengkap!

  • Batuan beku adalah batuan yang tercipta dari magma yang MEMBEKU.
  • Batuan endapan adalah batuan yang tercipta dari ENDAPAN batuan lain.
  • Batuan malihan adalah batan yang tercipta dari PERALIHAN batuan lain.

Untuk lebih jelasnya, kami akan mencoba menjelaskannya secara mendetail berikut ini. Anda harus bisa memahami eksistensi batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan ini dengan baik.

BATUAN BEKU

Batuan beku (igneus) adalah batuan yang tercipta dari magma yang membeku. Ketika magma keluar dari lahar gunung berapi dan berubah wujud menjadi lava, kemudian lava tersebut mengalir melewati lereng gunung. Akibat dari perubahan pada temperatur, tekanan, ataupun komposisi lingkungan, maka magma yang semula memiliki wujud berupa zat cair atau setengah cair ini, lantas berubah desain menjadi padat. Dari sinilah batuan beku tersebut dapat terbentuk. Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang membeku hingga strukturnya berubah menjadi keras.

Ada tiga tipe batuan beku menurut posisi pembekuannya yaitu plutonik, gang, dan lelehan. Batuan beku plutonik membeku di dalam dapur magma. Sedangkan batuan beku gang/korok membeku di celah-celah antarlapisan kulit bumi. Dan batuan beku lelehan/ekstrusif membeku di luar kulit bumi. Contoh-contoh batu yang termasuk batuan beku meliputi granit, peridotit, gabro, porfir, apung, dan obsidian. Batuan ini mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda dari batuan endapan atau batuan malihan. Salah satunya adalah struktur batuan beku ini terbilang cukup lemah dan tidak terlalu padat.

BATUAN ENDAPAN

Batuan endapan (sedimen) adalah batuan yang tercipta dari proses sedimentasi (pelapukan) batuan lain. Selain itu, batuan ini juga bisa terbentuk dari proses pengendapan materi, baik karena aktivitas biogenik maupun larutan seperti aliran air maupun hembusan angin. Karena terus-menerus memperoleh tekanan dan tambahan dari zat-zat lain, batuan tersebut pun lambat laun semakin keras. Perlu diketahui, batuan sedimen menutupi lebih dari 80 persen permukaan bumi. Batuan ini banyak tersebar di wilayah daratan ataupun perairan. Anda bisa menemukannya dengan sangat mudah.

Proses pengangkutan endapan yang membentuk batuan sedimen ada bermacam-macam. Di antaranya melalui dorongan (traction), bawaan (saltion), dan larutan (salution). Contoh-contoh batuan endapan di antaranya kapur, gamping, serpih, konglomerat, pasir, breksi, stalaktit, stalakmit, atau lempung. Batuan endapan merupakan batuan yang gampang ditemukan di tempat manapun. Anda bisa mendapatkannya di sungai atau kebun. Pemanfaatannya pun sangat beragam tergantung jenis dari batuan tersebut. Apa sebabnya? Karena setiap batuan memiliki sifatnya masing-masing yang unik.

BATUAN MALIHAN

Batuan malihan (metamorf) adalah batuan yang tercipta dari peralihan antara batuan beku atau batuan endapan. Ya, batuan malihan dikenal pula dengan sebutan batuan metamorf. Hal ini dikarenakan proses pembentukan batuan tersebut terjadi akibat proses metamorfosis batuan beku atau batuan endapan. Penyebab-penyebab batuan tersebut mengalami perubahan bentuk di antaranya temperatur panas dan tekanan tinggi yang terlalu ekstrem. Karena terkena oleh kondisi yang luar biasa secara terus-menerus, maka karakteristik kimia dan fisika dari batuan itu pun mengalami perubahan yang signifikan.

Perlu Anda ketahui, batuan malihan dapat dikelompokkan menurut susunan mineral-mineral dan bahan kimia pembentuknya. Contohnya yaitu batuan metamorf kontak yang terbentuk karena pengaruh intrusi magma pada suhu tinggi, batuan metamorf dinamo yang terbentuk karena pengaruh tekanan tinggi, dan batuan metamorf pneumatolitis kontak yang terbentuk karena pengaruh gas yang memiliki suhu tinggi. Contoh-contoh batuan malihan antara lain pualam, marmer, sabak, ganes, sekis, dan kuarsit. Batuan ini banyak dimanfaatkan oleh manusia karena mempunyai struktur yang sangat kuat dan kokoh.