Mengenal 8 Jenis Plastik Beserta Sifat dan Kegunaannya Bagi Kita

Tahukah Anda, plastik ternyata ada banyak ragamnya loh. Macam-macam plastik ini terdiri dari berbagai jenis yang dibedakan menurut bahan baku dan tujuan penggunaannya. Di era modern seperti sekarang, plastik ini memang merupakan salah satu material yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk  membuat alat dan perabotan yang dapat membantu aktivitas sehari-hari. Bukti yang paling nyata adalah sebagian besar barang-barang di rumah Anda pasti terbuat dari bahan plastik, kan? Tidak cuma di dalam dapur saja, tetapi juga ruangan-ruangan yang lain pun banyak memakai plastik.

Plastik merupakan material yang istimewa sekali karena sanggup dibentuk menjadi wujud apapun. Tidak hanya barang-barang rumah tangga saja, namun bahan plastik juga banyak digunakan di dalam industri otomotif, pertukangan, pesawat, serta wadah penyimpanan sekali pun. Tentunya jenis-jenis plastik yang digunakan untuk masing-masing industri tersebut berbeda antar satu dengan yang lain. Ada plastik yang sangat kuat, berkualitas tinggi, aman bagi manusia, dan mampu didaur ulang. Tapi ada pula plastik yang tidak bisa didaur ulang serta mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya.

Paling tidak, terdapat 8 macam plastik menurut karakteristik yang dimilikinya loh. Di antaranya meliputi PETE/PET, HDPE, V/PVC, LDPE, PP, PS, PMMA, dan PC. Masing-masing dari jenis plastik tersebut dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Misalnya yaitu plastik PP umumnya dipakai untuk membuat wadah makanan dan minuman karena memang aman bagi kesehatan. Sedangkan PVC sering digunakan sebagai material bangunan sebab strukturnya sangat kuat dan tahan lama. Lain lagi untuk plastik HDPE, PC, PMMA, dan lain-lain. Semuanya mempunyai sifat dan karakteristik tersendiri.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai ragam plastik-plastik tersebut, sifat dan karakteristik, beserta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari!

PP (Polypropylene)

Polypropylene adalah jenis bahan plastik yang paling banyak digunakan untuk membuat alat-alat rumah tangga dan peralatan dapur. Contohnya seperti piring, gelas, kotak makan, rantang, mangkuk, dan botol. Semua peralatan ini  sebagian besar menggunakan plastik PP sebagai material bakunya. Bahkan saat ini juga sudah diciptakan bahan PP yang memang sengaja ditujukan untuk bahan baku pembuatan wadah penyimpanan makanan dan minuman yang dilabeli dengan nama food grade PP. Tentu food grade PP ini jauh lebih aman untuk digunakan. Kelebihan Polypropylene ialah sifatnya yang lentur sehingga mudah dibentuk.

PETE/PET (Polyethylene Terephthalate)

Polyethylene Terephthalate merupakan plastik yang biasa dipakai untuk membuat tempat penyimpanan makanan dan minuman. Bedanya dengan PP, wadah yang terbuat dari PETE/PET hanya boleh digunakan untuk sekali pakai saja. Wadah tersebut pun jangan dipakai untuk meletakkan air hangat atau bahkan air panas. Alasannya karena partikel-partikel penyusun Polyethylene Terephthalate mudah terlepas ketika terkena suhu yang tinggi. Namun kelebihan dari plastik ini adalah dapat menciptakan wadah yang jernih dan transparan. Contoh wadah yang terbuat dari PETE/PET yaitu botol kemasan air mineral.

HDPE (High Density Polyethylene)

Jenis plastik lainnya yang sering dimanfaatkan untuk membuat botol adalah High Density Polyethylene. Bahan ini akan menciptakan botol yang warnanya agak buram sehingga biasa digunakan untuk kemasan susu. Sama seperti plastik PETE/PET, botol yang terbuat dari HDPE tak boleh digunakan secara berulang-ulang, apalagi untuk menyimpan air yang suhunya panas ya. Ini merupakan larangan keras untuk alasan kesehatan. HDPE mempunyai kelebihan pada sifatnya yang kaku sehingga membuat strukturnya kokoh. Ini merupakan salah satu jenis plastik yang cukup banyak digunakan dalam industri.

LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE (Low Density Polyethylene) mempunyai karakteristik yang berkebalikan dengan HDPE. Jenis plastik yang satu ini bersifat sangat fleksibel tetapi kuat. Oleh sebab itu, walaupun kelihatannya rapuh, namun wadah yang terbuat dari LDPE ini tidak gampang dihancurkan. Namun Anda tetap dapat mendaur ulang plastik tersebut kok. Keunggulan lainnya adalah LDPE terbilang aman digunakan untuk membuat tempat penyimpanan makanan serta minuman. Biasanya produsen mengandalkan LDPE untuk membuat kotak makanan, toples kue, dan wadah-wadah penyimpanan yang lainnya.

PS (Polystyrene)

Polystyrene merupakan plastik yang memiliki sifat dan karakteristik di antaranya tidak memiliki warna, sangat keras, serta mempunyai tingkat fleksibilitas yang terbatas. Material ini cocok sekali dimanfaatkan untuk membuat produk-produk yang memiliki detail yang rumit. Di dalam pengolahannya, Polystyrene kerap kali dicampurkan dengan karet untuk meningkatkan fleksibilitasnya sehingga lebih tahan terhadap gaya kejut. Plastik PS ini biasa dipakai untuk membuat casing perangkat elektronik dan furniture rumah tangga. Jadi kami pastikan Anda pun menggunakan plastik ini ya.

V/PVC (Polyvinyl Chloride)

Anda yang terbiasa berkecimpung di dunia arsitektur pasti sudah akrab dengan jenis bahan plastik yang satu ini meskipun mungki Anda tidak terlalu menyadarinya. Yap, PVC memang banyak sekali digunakan untuk membuat bahan bangunan mulai dari pipa sampai dengan atap. Kelebihan dari Polyvinyl Chloride antara lain harganya yang relatif murah, daya tahannya sangat baik, dan partikel-partikelnya mempunyai ikatan yang kuat sekali. PVC pada dasarnya bersifat kaku sehingga perlu ditambahkan plasticizer untuk membuatnya lebih elastis dan fleksibel.

PC (Polycarbonate)

Polycarbonate sebenarnya merupakan bahan plastik yang sangat jarang digunakan. Hal ini dikarenakan PC tidak mempunyai karakteristik khusus yang istimewa. Harganya pun terbilang cukup mahal sehingga produsen akan berpikir ulang untuk menggunakan jenis plastik yang satu ini. Dahulu kala Polycarbonate juga dipakai untuk membuat tempat makanan dan minuman. Tapi wadah yang terbuat dari PC ternyata berbahaya bagi kesehatan. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, wadah dari Polycarbonate ini akan melepaskan Bisphenol-A yang dapat menimbulkan kerusakan pada sistem hormon manusia.

PMMA (Polymethyl Methacrylate)

Anda pasti sudah tahu tentang akrilik, kan? Bagaimana dengan istilah Polymethyl Methacrylate, apakah Anda sudah mengetahuinya juga atau mungkin terdengar asing bagi Anda? Polymethyl Methacrylate ini merupakan sebutan asli untuk akrilik. Jadi antara akrilik dan Polymethyl Methacrylate merujuk pada satu material yang sama. Keunggulan dari PMMA ini yaitu sanggup memantulkan cahaya dengan sangat baik sehingga tampak berkilau seperti kaca. Hal tersebut sangat berguna bagi industri kemasan karena dapat menimbulkan kesan produk yang lebih mewah.