Memilih Bambu yang Kuat untuk Furniture dan Bangunan Rumah

Masyarakat di Indonesia sudah lama memanfaatkan bambu sebagai material yang bisa digunakan untuk membangun rumah. Hal ini dapat Anda lihat dari banyaknya rumah-rumah adat di Indonesia yang bahan bakunya terbuat dari bambu. Bambu ini dapat dipakai secara mandiri untuk membuat suatu rumah atau dipadukan dengan kayu. Anda bahkan juga dapat mengombinasikannya dengan dinding batu bata untuk menciptakan kesan natural dan tradisional pada rumah tersebut. Bambu bisa digunakan sebagai rangka atap bangunan, dinding, pagar, tiang, lantai, furniture, aksesori, dan lain-lain.

Walaupun beberapa tahun yang lalu pemanfaatan bambu untuk struktur bangunan tidak terlalu ramai, tapi akhir-akhir ini pamor bambu kembali meningkat. Kepopuleran bambu semakin naik seiring dengan naiknya tren desain rumah berbahan bambu yang bergaya etnik dan tradisional, khususnya di Indonesia. Dalam penerapannya, bambu ini bisa ditampilkan dalam wujud yang utuh ataupun berbentuk kerajinan. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh bambu di antaranya mempunyai kekuatan yang tinggi, harganya terhitung cukup murah, memiliki pesona keindahan yang alami, dan mudah diperoleh.

Anda bisa mendapatkan bambu di toko bangunan, toko kayu, atau toko bambu terdekat. Ada beragam jenis bambu yang dijual di sini. Ada bambu wulung, bambu petung, bambu apus, dan sebagainya. Anda dapat memilih bambu tersebut sesuai dengan kebutuhan. Begitu pula jika Anda ingin menggunakannya sebagai bahan bangunan, maka Anda harus memilih bambu yang mempunyai struktur yang sangat kuat, mudah diproses lebih lanjut untuk membentuk struktur, dan memiliki daya tahan yang tinggi. Anda bisa memilih bambu yang benar-benar cocok dengan kebutuhan yang Anda perlukan.

Bagaimana proses pemilihan bambu yang benar dilakukan? Ada baiknya Anda mengikuti kiat-kiat dari Arafuru.com sebagai berikut! Hal ini mengingat ada begitu banyak jenis bambu yang akan Anda temui saat berada di toko.

Pilih Bambu yang Matang

Tanaman bambu umumnya akan mengalami tingkat kematangan yang maksimal pada batangnya ketika berumur sekitar 4-5 tahun. Pada rentang usia tersebut, daya kekuatan dan tingkat kepadatannya sedang berada dalam kondisi yang paling optimal. Sehingga bagus sekali jika bambu ini dipakai sebagai material pembuatan rumah. Tetapi bagaimana caranya memilih bambu yang telah mencapai tingkat kematangan yang optimal? Adapun ciri-ciri batang bambu yang sudah matang secara maksimal yaitu warna daun dan kelopaknya kecokelat-cokelatan, serta batangnya akan berbunyi nyaring ketika dipukul.

Cek dengan Density Test

Density test tool merupakan sebuah alat bantu khusus yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kepadatan suatu batang tanaman. Alat ini berbentuk jarum. Anda bisa mendapatkannya secara online di www.alatperabotan.com dengan harga yang terjangkau. Density test tool ini sangat mudah dipakai kok. Cara pemakaiannya yaitu Anda mesti menembakkan jarum alat ini ke dalam batang tanaman yang ingin dites. Hasil pengukuran density test ini cukup akurat. Sehingga Anda pun dapat menggunakannya untuk mengecek kualitas dari batang bambu yang hendak Anda beli.

Kerapatan Dagingnya Baik

Apabila diperhatikan dengan seksama, bambu yang berkualitas bagus memiliki tingkat kerapatan daging pada batangnya yang padat. Serat pada bagian dalam batang bambu tersebut terlihat padat sekali. Anda dapat mencoba membelah batang bambu ini, lantas melihat bagaimana kondisi bagian dalamnya. Kalau volume daging pada batang tersebut rapat, maka kestabilan ukuran bambu ini pun akan terjaga dengan baik, terutama saat sudah mengering. Sebaliknya, apabila susunan daging di dalam batang bambu cukup renggang, maka akan mengakibatkan penyusutan ukuran dan bentuknya melengkung.

Penanganan Setelah Panen

Penanganan setelah pemanenan bambu juga berkontribusi besar terhadap mutu yang bakal dimilikinya. Penanganan pasca-panen dapat meningkatkan kualitas bambu tersebut, atau justru menyebabkan mutu bambu ini semakin menurun. Oleh sebab itu, Anda harus menanyakan kepada si penjual tentang proses penanganan bambu yang dilakukannya. Dianjurkan untuk meletakkan batang-batang bambu ini dengan posisi berdiri di atas sebuah alas yang padat. Tujuannya yakni menurunkan kandungan air yang terdapat di dalam bambu. Sedangkan pemberian alas berguna untuk mengurangi tingkat kelembabannya.

Cara Pengawetan Bambu

Sebelum diolah sebagai material bangunan, bambu perlu diawetkan terlebih dahulu. Proses pengawetan ini berguna untuk meningkatkan kekuatan bambu dan daya tahan yang dimilikinya. Ada banyak metode yang dapat dikerjakan untuk mengawetkan bambu, baik secara tradisional maupun modern. Anda bisa mempelajari cara mengawetkan bambu secara tradisional atau modern di artikel kami terdahulu. Walau kelihatannya sepele, namun proses pengawetan pada batang-batang bambu ini penting sekali loh. Wajib hukumnya bagi Anda untuk mengetahui dengan pasti bagaimana bambu di toko tadi diawetkan.