Langkah-langkah Metode Waterproofing Membrane yang Benar

Pekerjaan waterproofing membrane biasa diaplikasikan pada struktur beton di atap bangunan atau di bawah lantai toilet. Tujuan penerapan waterproofing tersebut ialah mencegah terjadinya kebocoran air ke struktur beton di bawahnya. Pada dasarnya, pekerjaan ini membutuhkan pengerjaan yang serius dan pengawasan yang baik supaya hasilnya benar-benar sesuai dengan perencanaan Anda. Waterproofing membran akan mencegah terjadinya kebocoran di kemudian hari yang tentu akan sangat merepotkan diri Anda sendiri.

Memang benar jika ada beragam jenis waterproofing yang dapat digunakan pada konstruksi bangunan. Penerapan waterproofing ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan daya tahan struktur dari air. Meskipun kelihatannya sepele, namun air ternyata menyimpan bahaya yang begitu besar. Kalau tidak ditangani dengan baik, air ini dapat merusak bangunan serta menyebabkan konstruksinya mengalami kerusakan secara fatal. Oleh sebab itu, kita memerlukan waterproofing untuk diaplikasikan pada bagian konstruksi yang lembab atau berair.

Salah satu jenis waterproofing yang umum digunakan adalah waterproofing membrane. Waterproofing ini memiliki wujud berupa lembaran-lembaran karet. Bahan bakunya sendiri terdiri atas monomer kimia, etilena, propilena, dan dicampur dengan karat dengan perbandingan tertentu. Kelebihan utama dari waterproofing membrane yaitu proses pemasangannya dapat dilaksanakan dengan mudah sekali. Lalu, bagaimanakah cara memasang waterproofing membrane ini ya? Di bawah ini panduan lengkapnya yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman!

Alat-alat yang digunakan :

  • Sikat
  • Sapu
  • Kape

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Waterproofing membrane
  • Primer coating
  • Screed beton
  • Acian halus
  • Kawat ayam

Langkah-langkah pekerjaan :

  1. Anda harus membersihkan terlebih dulu lokasi struktur beton yang akan dilapisi dengan bahan waterproofing membrane. Pastikan seluruh permukaan dari lokasi tersebut benar-benar bersih dan terbebas dari kotoran. Hal ini sangat penting dilakukan supaya waterproofing membrane bisa dipasang dengan kuat.
  2. Aplikasikan cat dasar pada permukaan struktur beton tersebut menggunakan primer coating. Lakukan penerapan primer coating ini secara merata ke seluruh permukaan lantai beserta naik ke dinding setinggi 20 cm dari lantai rencana. Pastikan primer coating tersebut melapis struktur beton dengan rapi dan menutupi semua permukaan. Biarkan supaya mengering.
  3. Pasanglah waterproofing membrane secara merata ke seluruh permukaan beton. Pemasangan waterproofing ini harus dilakukan dengan rapi ya supaya hasilnya pun dapat menempel dengan kuat. Untuk sambungan overlap-nya sendiri bisa menggunakan panjang sekitar 10 cm. Lakukan pekerjaan ini dengan cermat.
  4. Periksa kembali hasil pekerjaan yang telah Anda lakukan. Pastikan waterproofing membrane ini sudah terpasang dengan kuat pada permukaan struktur beton. Anda perlu memberi perhatian lebih pada bagian sudut-sudut dan sambungannya. Cek dengan seksama untuk memastikan jika waterproofing tadi sudah terpasang dengan benar.
  5. Lakukan pengetesan terhadap hasil pekerjaan Anda. Caranya dengan merendam struktur beton yang telah dipasangi waterproofing membrane tadi dengan air selama sehari semalam. Pantau terus hasilnya. Jika volume air tetap, berarti tak ada kebocoran yang terjadi. Sedangkan apabila volume air berkurang, Anda harus mencari titik kebocoran dan menambalnya.

Setelah pekerjaan memasang waterproofing membrane ini sudah selesai dan dilaksanakan dengan baik, Anda bisa melanjutkan dengan melakukan pekerjaan screed penutup waterproofing. Khusus untuk area toilet, Anda dapat menutupnya langsung memakai screed setinggi 2-5 cm. Sedangkan untuk area gutter (saluran air) sebaiknya dilapisi terlebih dahulu memakai kawat ayam, lalu pasang screed sekitar 2-3 cm. Barulah kemudian dilakukan proses finishing menggunakan acian. Kini pekerjaan pun sudah selesai Anda laksanakan dengan baik.