14 Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Sumuran yang Mesti Anda Tahu

Pondasi sumuran merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang dibangun di bawah permukaan tanah. Pondasi ini biasanya dibuat di tanah yang teksturnya berair. Pengecoran pondasi ini dilakukan di tempat menggunakan material pengisi berupa beton serta batu pecah. Pondasi ini dinamakan sebagai pondasi sumuran karena proses pembuatannya mirip seperti membuat sumur. Dimulai dengan menggali tanah lalu memasukkan buis beton. Pondasi sumuran umumnya dibuat sampai kedalaman 8 meter.

Setiap jenis pondasi tentunya memiliki karakteristik yang istimewa. Begitu pula dengan pondasi sumuran ini. Pondasi sumuran mempunyak kelebihan dan kekurangan tersendiri. Inilah yang membuatnya beda dari pondasi-pondasi yang lain. Sebelum membuat pondasi sumuran, Anda mesti mengetahui terlebih dahulu keunggulan serta kelemahan yang dimilikinya. Dengan demikian, Anda dapat menentukan secara tepat apakah pondasi sumuran ini memang layak dipilih di dalam proyek Anda kali ini atau tidak.

KELEBIHAN

Berikut ini kelebihan-kelebihan dari pondasi sumuran, antara lain :

  1. Biaya Pembuatannya Relatif Murah

Biaya pembuatan pondasi sumuran relatif lebih murah kalau dibandingkan pondasi yang lainnya. Pondasi ini memiliki struktur yang sangat sederhana. Tidak banyak material-material yang perlu dibeli untuk membuat pondasi ini. Biaya paling besar dibutuhkan untuk pengadaan bahan-bahan pengisi sumuran yakni beton dan batu belah. Apabila di sekitar lokasi proyek persediaan bahan bangunan ini melimpah, maka biaya pembangunanya bisa menjadi sangat murah.

  1. Memiliki Daya Dukung Lebih Besar

Pondasi sumuran tergolong sebagai salah satu jenis pondasi dalam. Pondasi dalam ialah pondasi yang memiliki kedalaman yang cukup dalam. Pondasi dalam mempunyai kelebihan utama yaitu daya dukungnya jauh lebih besar dibandingkan pondasi dangkal. Begitu pula dengan pondasi sumuran ini. Pondasi sumuran memiliki daya dukung yang besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk menopang beban bangunan yang bertingkat

  1. Dimensinya Bisa Dibuat Bervariasi

Pondasi sumuran bukanlah pondasi yang bersifat kaku. Memang benar sih diameter pondasi ini sangat dipengaruhi oleh ukuran buis beton yang digunakan. Tapi tersedia banyak sekali ukuran buis beton di pasaran. Anda bisa memilih sendiri dimensi buis beton mana yang akan digunakan. Namun kebanyakan pondasi sumuran ini dibuat memakai buis beton yang ukurannya 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm. Sedangkan kedalamannya hingga mencapai 8 m.

  1. Tidak Menimbulkan Suara Berisik

Rata-rata proses pembuatan pondasi dalam akan menimbulkan suara yang sangat berisik. Suara bising ini timbul khususnya selama proses penggalian tanah berlangsung. Bagi kita yang sedang bekerja membuat pondasi mungkin tidak terlalu menyadarinya. Namun bagi warga yang tinggal di sekitarnya, suara berisik ini benar-benar sangat mengganggu. Tetapi Anda tak usah khawatir sebab pembuatan pondasi sumuran tidak menyebabkan suara berisik kok.

  1. Tidak Menyebabkan Getaran Keras

Selain tidak menimbulkan suara berisik yang sungguh mengganggu, proses pembuatan pondasi sumuran juga tidak menyebabkan timbulnya getaran keras. Getaran dengan frekuensi serta gelombang yang tinggi biasanya muncul selama proses pembuatan pondasi dalam berlangsung. Getaran ini tidak hanya mengganggu dan mengusik ketenangan saja, tetapi juga berbahaya bagi bangunan yang ada di sekitarnya. Dampaknya bangunan mungkin bisa rubuh.

  1. Pembuatannya Tak Perlu Alat Berat

Salah satu kelebihan pondasi sumuran yaitu proses pembuatannya yang sama sekali tidak butuh alat berat. Semua tahap dalam membuat pondasi sumuran ini dilakukan sepenuhnya memakai tenaga manusia. Sehingga kita pun tidak perlu menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan alat berat. Hal ini tentunya dapat menghemat anggaran biaya pembangunan. Selain itu, banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan tidak digunakannya alat-alat berat ini.

KEKURANGAN

Sementara itu, kekurangan-kekurangan pondasi sumuran yaitu :

  1. Proses penggalian tanahnya masih dilakukan secara manual. Sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit dalam melaksanakan proyek ini.
  2. Durasi waktu pembuatan pondasi sumuran memakan waktu yang cukup lama. Ada sejumlah pekerjaan manual yang mesti diselesaikan oleh para pekerja.
  3. Bagian dalam pondasi tidak bisa dikontrol sebab lokasinya berada di dalam buis beton. Sehingga mungkin dapat menimbulkan efek samping di kemudian hari jika pelaksanaannya salah.
  4. Pemakaian material pengisinya sangat boros. Dibutuhkan material bangunan yang banyak sekali untuk mengisi lubang sumuran di dalam susunan buis beton.
  5. Pondasi sumuran tidak terlalu tahan terhadap gaya horizontal. Anda harus memperhitungkan sisi kelemahan pondasi sumuran ini dengan serius.
  6. Pondasi sumuran tidak bisa diterapkan di tanah yang labil. Misalnya yaitu tanah yang berlumpur, tanah yang banyak mengandung air, tanah rawa-rawa, dan sebagainya.
  7. Proses pembuatan pondasi sumuran benar-benar harus dilaksanakan secara hati-hati. Sebab dalam pelaksanaannya berisiko tinggi menyebabkan longsor.
  8. Jalannya pekerjaan pembuatan pondasi sumuran sangat tergantung pada kondisi cuaca. Apabila kondisi cuaca sedang buruk atau turun hujan, pekerjaan tidak mungkin diteruskan.