5 Tips Merawat Furnitur Jati agar Awet Sampai Lebih Dari 100 Tahun

Furnitur kayu jati bisa menjadi suatu bentuk investasi yang berharga karena mampu digunakan selama bertahun-tahun. Kanyataannya adalah nilai furnitur kayu jati ini terus mengalami peningkatan seiring dengan berjalannya waktu. Di samping memiliki daya tahan yang sangat baik, furnitur jati ini juga tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Dalam pemeliharaannya, Anda cukup mengaplikasikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap furnitur jati tersebut supaya kondisinya terjaga.

Kayu jati tergolong sebagai salah satu kayu yang paling kuat di dunia. Tapi perlu Anda ketahui, kayu jati yang dijual di pasaran terdiri dari kelas yang berbeda-beda. Rekomendasi kami ialah membeli furnitur jati di toko mebel yang bisa menjamin kualitas kayu tersebut. Furnitur yang dibuat secara tradisional menggunakan tenaga manusia juga akan menambah kualitasnya. Hati-hati dengan furnitur dan mebel jati yang berharga murah karena biasanya menggunakan pohon jati yang kurang berkualitas. Bahkan tak sedikit pula oknum yang menggantinya dengan kayu pinus.

Jika Anda sudah mempunyai furnitur yang terbuat dari bahan kayu jati sebelumnya, Anda bisa merawat furnitur tersebut sebaik mungkin. Kiat-kiat di bawah ini akan membantu Anda

Memberi Minyak ke Jati? Jangan!

Sebenarnya sih Anda tidak harus selalu menambahkan bahan pengawet  kayu atau bentuk perawatan apapun untuk memastikan usia furnitur kayu jati Anda mampu bertahan lama. Trik memberikan cairan minyak khusus ke permukaan kayu jati hanya akan bermanfaat dengan baik apabila Anda berencana menggunakan furnitur tersebut untuk keperluan interior rumah. Sedangkan untuk furnitur di luar rumah sama sekali tidak perlu Anda berikan minyak karena tidak akan berefek apapun. Justru pemberian minyak pada furnitur outdoor tadi malah akan membuat Anda harus merawatnya secara rutin. Jati yang diberikan cairan minyak lebih mudah terserang jamur dan rentan terhadap cuaca.

Tahukah Anda, furnitur kayu jati yang baru dibuat sering kali terlihat mengkilap di permukaannya karena memang kayu ini sudah mengandung lapisan minyak alami. Minyak yang terkandung di dalam pori-pori kayu kemudian akan naik secara perlahan-lahan dan melapisi seluruh permukaan furnitur jati tersebut. Walaupun sedikit demi sedikit lapisan minyak ini akan menguap seiring dengan berjalannya waktu, tapi lapisan minyak yang sudah hilang kemudian akan langsung tergantikan dengan lapisan minyak yang ada di bawahnya. Inilah penyebabnya kenapa kayu jati bisa bertahan dengan baik meski dibiarkan berada di luar ruangan secara terus-menerus tanpa perlindungan apapun.

Furnitur Jati Mengalami Perubahan

Ketika diletakann di luar ruangan dan terkena cuaca, secara alami furnitur kayu jati akan berubah warna menjadi keabu-abuan. Biasanya perubahan ini terjadi setelah beberapa bulan sejak dipindahkan ke luar, tergantung intensitas cahaya dan curah hujan yang mengenainya. Proses pelapukan ini sendiri biasanya akan berlangsung selamai 6-8 bulan kemudian. Selama proses pelapukan terjadi, Anda akan melihat serpihan seperti bubuk di permukaan furnitur tersebut.

Salah satu dampak yang timbul akibat dari proses pelapukan ini adalah munculnya lubang-lubang kecil di permukaan furnitur tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa ini bukanlah tanda yang menunjukkan bahwa kualitas furnitur jati Anda terserang hama atau kualitasnya rendah, tetapi ini sebenarnya merupakan suatu proses alami yang akan terjadi pada semua jenis kayu. Proses ini akan terus berlanjut hingga seluruh permukaan furnitur yang Anda letakkan di lingkungan outdoor berubah menjadi keabu-abuan.

Saya Lebih Suka Furnitur Berwarna Cokelat Mengkilap

Kayu jati yang berubah warna menjadi abu-abu hanyalah pertanda bahwa lapisan minyak yang ada di dalamnya sudah habis karena menguap ke udara. Tetapi Anda tidak perlu khawatir kalau lebih menyukai tampilan furnitur jati yang berwarna cokelat mengkelap. Tenang saja karena Anda masih tetap bisa mengembalikan warna furnitur tersebut ke warna aslinya dengan menggosoknya menggunakan sikat lembut dan air sabun. Trik ini harus Anda lakukan berulang-ulang kali sampai mendapatkan hasil yang maksimal. Jika ingin proses yang lebih efektif, Anda bisa memanfaatkan cairan pembersih khusus untuk kayu jati.

Apalagi yang Bisa Dilakukan Untuk Merawat Furnitur Jati?

Pembersihan kayu jati secara berkala merupakan perawatan yang paling direkomendasikan karena mampu mempertahankan tampilan fisiknya serta mencegah kotoran menumpuk di permukaannya. Anda bisa membersihkan furnitur tadi menggunakan air hangat yang dicampur deterjen, atau bisa juga dengan menambahkan sedikit cairan pemutih pakaian. Jangan lupa untuk membilasnya dengan air sampai bersih ya. Pastikan pula Anda mengelapnya sampai kering agar furnitur jati tadi terhindar dari serangan jamur.

Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk menutup furnitur kayunya saat akan meninggalkan rumahnya dalam waktu lama. Hal ini boleh-boleh saja dilakukan dan sebenarnya merupakan suatu tindakan yang baik. Dengan menutupinya, maka furnitur akan terhindar dari kotoran dan terjaga kebersihanny. Tetapi sebelumnya Anda harus memastikan bahwa kain yang digunakan untuk menutup furnitur memiliki serat yang longgar supaya ruangan di baliknya tidak terlalu lembab. Jangan menggunakan plastik atau terpal untuk menutupi furnitur jati tersebut karena malah akan membuat kondisinya berjamur.

Menghilangkan Goresan dan Noda Membandel

Pada dasarnya, kayu merupakan material yang mudah dibersihkan. Jadi Anda tak perlu terlalu khawatir atau cemas secara berlebihan manakala melihat furnitur jati milik Anda yang begitu berharga terkena kotoran ataupun goresan. Sebab Anda bisa membersihkannya begitu saja untuk menghilangkan noda yang menempel tersebut. Biasanya noda-noda di permukaan furnitur jati cukup gampang dibersihkan hanya memakai air sabun saja. Sementara untuk menghilangkan goresan yang terjadi di permukaan furnitur ini, Anda dapat menghaluskannya kembali dengan mengampelas dan melakukan pengecatan ulang.