Inilah 4 Jenis Screed Lantai yang Mesti Anda Ketahui

Dalam pekerjaan pembuatan dinding atau pengecoran beton dikenal istilah screed. Apakah pekerjaan screed itu? Screed adalah suatu lapisan bahan yang diaplikasikan pada permukaan sebagai paduan dari ketebalan yang tepat dari plester/beton yang akan diterapkan di area permukaan tersebut. Pengertian yang lebih sederhana, screed adalah lapisan atas yang halus pada lantai beton, dinding, atau permukaan lainnya. Screed merupakan bagian yang penting dalam konstruksi bangunan.

Tidak peduli apakah jenis struktur bangunan yang sedang dibuat, screed memiliki peranan yang penting sekali pada pekerjaan tersebut, terutama dalam pencapaian tampilan yang tepat serta desain yang telah diinginkan sesuai dengan perencanaan. Pekerjaan melakukan screed dikenal dengan sebutan screeding. Screeding adalah meratakan dengan tepat material-material yang ditempatkan di lantai/dinding. Contoh pekerjaan screeding misalnya yaitu pembuatan plesteran dan pekerjaan beton.

Screeding menjadi penting karena pada hakikatnya bangunan memerlukan perataan yang tepat untuk mencerminkan keindahan dari desain dan material yang digunakan. Berikut ini merupakan jenis-jenis screeding yang penting untuk Anda ketahui!

Jenis 1. Screed Pasir/Semen/Beton

Screed pasir, screed semen, atau screed beton pada dasarnya sama saja. Ini merupakan jenis screed lantai yang paling umum digunakan serta menjadi varian screed yang paling ideal. Pada dasarnya, screed latai beton bisa tetap dalam kondisi yang dapat diaplikasikan selama 8-12 jam. Penyebaran semen yang tepat akan memberikan hasil berupa kuat tekan yang lebih halus dan juga seragam untuk semua luasan lantai di area kerja. Pemakaian screed lantai jenis ini mempu menghasilkan lapisan dengan kualitas yang tinggi dan terjamin. Jenis screed ini cocok sekali diaplikasikan untuk pondasi apung dan screed ringan pada perlit.

Jenis 2. Screed Lantai Epoxy

Screed lantai epoxy memanfaatkan bahan poliamina (polyamide) dan bahan epoxy sebagai bahan dasar utamanya. Screed ini mempunyai daya tahan yang sangat baik terhadap bahan-bahan kimia. Keunggulan utama dari screed lantai epoxy yaitu mampu memberikan ketahanan yang besar terhadap aktivitas, tahan terhadap goresan, dan mempunyai permukaan yang anti-licin. Screed epoxy sanggup memberikan daya cengkeram yang baik untuk pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Kebanyakan sih screed lantai jenis ini digunakan oleh bangunan-bangunan pabrik, pembangkit listrik, kilang minyak, dan lain-lain.

Jenis 3. Screed Anhidrit (Anhydrite)

Salah satu jenis screed lantai yang paling umum digunakan yaitu screed anhidrit. Sesuai namanya, ini merupakan screed yang memanfaatkan anhydrite sebagai bahan utamanya. Bahan ini merupakan protein alami dan bebas bakteri. Screen anhidrit biasanya diaplikasikan pada bangunan-bangunan yang bersifat komersial ataupun domestik. Contohnya seperti teater, hotel, bandara, dan sebagainya. Keunggulan dari screed anhidrit yaitu mudah diaplikaskan serta mampu memberikan hasil akhir yang bagus sekali. Tidak hanya indah dilihat, tetapi screed ini juga dapat memberikan insulasi dan pemanasan pada bawah lantai. Sayangnya screed anhidrit tidak dapat diterapkan di area yang lembab, basah, atau selalu tergenangi air.

Jenis 4. Screed Polymer

Screed polymer diketahui sebagai pengembangan dari jenis screed lantai beton. Screed ini memakai bahan polymer khusus yang sengaja diciptakan untuk memenuhi kebutuhan interior pabrik yang perlu lantai dasar yang strukturnya keras dengan daya cengkeram yang baik dan tidak licin. Polymer khusus ini dibuat dengan memasukkan bahan polymer sintetis  berupa resin yang ditambahkan ke dalam campuran semen dan screed pasir. Dengan demikian, kekuatan dan ketangguhan screed tadi pun akan meningkat dengan daya ikat yang lebih kuat. Biasanya sih screed polymer ini dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan perbaikan atau renovasi bangunan.