Cara Menanam Mentimun di Pekarangan Rumah untuk Pemula

Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman penghasil buah yang bisa dimakan yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae di genus Cucumis. Buah mentimun dikenal pula dengan sebutan ketimun atau timun. Buah ini umumnya dipanen ketika masih cukup muda untuk sayuran atau lalapan. Habitus timun berupa herba lemah melata atau setengah merambat. Mentimun merupakan tanaman semusim. Jadi setelah berbunga dan menghasilkan buah, tanaman ini akan mati. Setiap tanaman mentimun rata-rata mampu menghasilkan hingga sebanyak 20 buah.

Kalau mau, Anda dapat menanam tumbuhan mentimun sendiri di pekarangan rumah. Faktanya memang tanaman mentimun ini cukup gampang untuk dibudidayakan. Menanam mentimun bisa Anda lakukan di pekarangan rumah. Anda bisa menanamnya secara langsung di tanah atau memakai media penanaman seperti pot dan polybag. Diketahui bahwa tanaman mentimun akan menghasilkan bunga pertama yang berjenis jantan pada usia 4-5 minggu. Kemudian bunga-bunga selanjutnya yang dihasilkan adalah bunga hermafrodit apabila pertumbuhannya subur.

Pemilihan Indukan dan Penyemaian Bibit

Anda dapat membeli benih mentimun yang bekualitas unggul di www.tokotanaman.com dengan harga yang sangat terjangkau. Tetapi jika Anda ingin mengambil biji dari buah mentimun secara langsung pun boleh. Saran kami pilihlah biji dari buah mentimun yang sudah cukup tua. Pilihlah buah yang mempunyai bentuk yang sempurna dan tidak terkena penyakit/hama apapun. Selanjutnya buah mentimun tersebut dibelah menjadi dua bagian dan taruhlah biji-bijinya di wadah terbuka. Biji-biji ini bisa diangin-anginkan sebentar sembari menunggu pembuatan media penyemaian.

Media penyemaian yang biasa digunakan untuk membibitkan biji mentimun adalah tanah, sekam bakar, dan pupuk kompos yang dicampur rata. Selanjutnya tempatkan media tanam tersebut ke dalam polybag khusus untuk keperluan pembibitan. Tanamkan biji mentimun di setiap polybag dengan kedalaman 2-5 cm. Taruhlah polybag penyemaian ini di tempat yang teduh serta terhindar dari sinar matahari langsung. Supaya biji mentimun ini berhasil tumbuh dan berkembang menjadi tanaman, Anda perlu merawatnya dengan menyiraminya secara berkala. Penyemaian dilakukan sampai tanaman berusia 2-3 minggu.

Pemindahan Bibit dan Penanaman di Pekarangan

Sebelum bibit mentimun di polybag dipindahkan ke tempat terbuka, Anda perlu menyiapkan tempat penanamannya terlebih dahulu. Anda bisa memulainya dengan membersihkan tanah dan mengolahnya memakai cangkul agar menjadi gembur. Jangan lupa untuk memberikan pupuk kandang supaya kondisi media tanam ini semakin subur. Lantas tanah yang baru saja diolah ini tidak boleh langsung ditanami karena kondisinya masih panas. Anda perlu membiarkannya agar menjadi normal kembali selama 3-5 hari sebelum tanah tersebut siap digunakan.

Tanaman mentimun ini juga perlu Anda berikan pupuk secara berkala. Kenyataannya adalah tanaman mentimun yang kekurangan nutrisi biasanya pertumbuhannya menjadi tidak normal, cenderung kerdil, dan tidak mampu berbuah dengan maksimal. Buahnnya memiliki ukuran yang cenderungkecil dan kulit yang cukup tebal. Anda harus memberikan pupuk secara optimal kepada tanaman ini supaya sanggup menghasilkan buah mentimun yang melimpah. Anda bisa memberikan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi utama serta pupuk KNO3 yang akan merangsang tanaman mentimun berbuah lebat.

Proses pemindahan bibit mentimun dari polybag penyemaian ke lahan budidaya paling baik dikerjakan ketika sore hari. Caranya dilakukan dengan mengangkat sebidang tanah di dalam polybag, di mana akar tanaman tersebut menancap, dengan hati-hati. Jangan sampai menyebabkan akar rusak sebab tanaman mentimun tergolong sangat rapuh. Di dalam setiap lubang penanaman, Anda dapat memasukkan hingga 2-3 bibit mentimun sekaligus. Sekali lagi kami sarankan, lakukan seluruh proses ini dengan hati-hati agar struktur tanaman mentimun tersebut tidak menjadi rusak.

Perawatan dan Pencegahan Hama dan Penyakit

Kami beritahukan rahasianya bahwa tanaman mentimun ini sanggup tumbuh dengan maksimal apabila dipelihara di tanah yang cenderung kering. Di sisi yang lain, kondisi media tanam yang terlalu basah atau bahkan sering tergenangi air justru akan menyebabkan bagian akar tanaman ini membusuk dan akhirnya mati. Anda harus menjaga tingkat kelembaban media tanam saat menanam pohon mentimun dengan sebaik-baiknya. Caranya dilakukan dengan mengontrol frekuensi penyiraman tanaman mentimun ini. Siramilah tanaman cukup sehari sekali atau sesuai kondisi tanah di pekarangan rumah Anda.

Hama yang paling sering menyerang tanaman mentimun adalah ulat. Ulat biasanya menyerang bagian batang serta daun mentimun. Ada pula serangga oteng-oteng yang senang memakan daunnya. Cara mengatasinya, Anda cukup menggunakan beberapa pestisida alami yang pernah kami rekomendasikan sebelumnya. Sedangkan penyakit tepung putih dan busuk daun juga akan mengintai kesehatan tanaman mentimun yang Anda pelihara. Kami sarankan setiap Anda menemukan salah satu bagian tanaman yang berpenyakit, segera potong bagian tersebut lalu musnahkan di tempat yang aman.

Pemanenan Buah Mentimun yang Baik dan Benar

Kini tiba waktunya bagi Anda untuk merasakan hasil kerja dan jerih payah selama ini dengan kesegaran buah mentimun yang dipetik langsung dari tanamannya. Secara garis besar, tanaman mentimun sendiri akan berbunga menginjak usia 30 hari. Sedangkan untuk masa pemanenannya sendiri dapat dilakukan setelah tanaman tersebut berusia 50 hari dan seterusnya. Proses pemanenan bisa dilakukan setiap hari pada buah yang sudah berukuran panjang serta belum terlalu tua. Pemanenan paling bagus dilakukan pada pagi hari dengan menggunting langsung tangkai buah dan memetik buah mentimun.