9 Resep : Cara Membuat Pestisida Alami dari Tumbuh-tumbuhan

Serangan hama pada tanaman Anda bisa menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan daun, bunga, buah, batang, dan akarnya. Kalau Anda tidak segera mengambil upaya-upaya yang tepat untuk mengendalikan hama tersebut, bukan tak mungkin jumlahnya akan semakin bertambah banyak. Serangan hama ini akan semakin merajalela serta menyebabkan dampak yang serius. Pengendalian hama sedini mungkin secara cepat dan tepat dibutuhkan untuk mengatasi serangan hama. Anda bisa menggunakan produk pestisida yang sesuai guna menanggulangi hama dengan tuntas.

Produk pestisida bisa Anda peroleh di toko tanaman ataupun toko pertanian terdekat. Harganya sangat terjangkau kok. Silakan Anda pilih pestisida yang tepat sesuai dengan hama yang menyerang tumbuhan. Anda bisa memperhatikan gejala-gejala awal yang ditunjukkannya. Namun bila Anda mau menggunakan metode yang lebih praktis, Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami di dapur sebagai pestisida loh. Bahkan beberapa jenis tumbuhan juga dapat digunakan sebagai pestisida yang ampuh mengatasi hama yang menyerang. Daripada bingung, silakan Anda bisa mencobanya.

Di bawah ini merupakan kumpulan resep-resep pestisida alami yang bisa Anda buat sendiri!

CABAI DAN BAWANG PUTIH

Bahan-bahan :

  • ½ gelas cabai rawit merah
  • ½ gelas bawang putih
  • 2 gelas air hangat

Cara Membuat :

  1. Siapkan ½ gelas cabai rawit merah dan ½ gelas bawang putih.
  2. Haluskan kedua sayuran ini memakai blender hingga berbentuk sebuah pasta.
  3. Tambahkan 2 gelas air hangat ke dalam adonan pasta, lalu aduk rata.
  4. Simpan cairan ini di dalam wadah tertutup selama 24 jam.
  5. Cairan yang sudah mengendap ini dapat disaring untuk memisahkan ampasnya.
  6. Masukkan air sari tersebut ke dalam botol spray supaya bisa digunakan dengan mudah.

JERUK NIPIS DAN DAUN MINT

Bahan-bahan :

  • 2 buah jeruk nipis
  • 10 lembar daun mint
  • 1 gelas air

Cara Membuat :

  1. Siapkan 2 buah jeruk nipis dan 10 lembar daun mint.
  2. Belah jeruk nipis menjadi dua bagian lalu ambil sarinya.
  3. Tumbuk daun mint, campur dengan sedikit air, lalu saring untuk mengambil sarinya.
  4. Campurkan sari jeruk nipis dan sari daun mint dengan 1 gelas air, lalu aduk rata.
  5. Masukkan cairan ini ke dalam botol spray.

Cairan ini sangat bagus untuk membasmi hama semut dan kecoa.

BUNGA KRISAN

Bahan-bahan :

  • ½ gelas bunga krisan
  • 4 gelas air

Cara Membuat :

  1. Siapkan ½ gelas bunga krisan dan 4 gelas air.
  2. Rebus kedua bahan ini sampai mendidih, kurang lebih selama 20 menit.
  3. Saring air rebusan ini untuk mendapatkan sari patinya.
  4. Tuangkan ke dalam botol spray.
  5. Pestisida berbahan bunga krisan ini bisa digunakan sampai dua bulan ke depan.

Bunga krisan mengandung pyrethrum yang mampu melumpuhkan berbagai serangga.

MINYAK NEEM

Bahan-bahan :

  • 3 sdt minyak neem
  • ½ sdt deterjen
  • 6 gelas air hangat

Cara Membuat :

  1. Siapkan 3 sendok teh minyak neem dan ½ sendok teh deterjen.
  2. Masukkan minyak neem dan deterjen ke dalam 6 gelas air hangat.
  3. Masukkan campuran ini ke dalam botol spray untuk digunakan sebagai pembasmi hama tanaman.

Banyak orang yang percaya jika minyak neem yang terbuat dari daun pohon neem merupakan pestisida alami yang paling efektif mengatasi serangan hama serangga.

DAUN SIRSAK

Bahan-bahan :

  • 20 lembar daun sirsak
  • ½ sdm sabun cuci piring
  • 1 gelas air

Cara Membuat :

  1. Siapkan 20 lembar daun sirsak, ½ sendok makan sabun cuci piring, dan 1 gelas air.
  2. Rebuslah daun sirsak dan air sampai mendidih.
  3. Saring untuk mendapatkan air sari daun sirsak.
  4. Tambahkan sabun cuci piring, lalu aduk sampai tercampur rata.
  5. Masukkan ke dalam botol spray dan siap digunakan.

DAUN PEPAYA

Bahan-bahan :

  • 10 lembar daun pepaya
  • 4 gelas air
  • 1 sdm minyak tanah
  • ½ sdm deterjen

Cara Membuat :

  1. Siapkan 10 lembar daun pepaya, 4 gelas air bersih, 1 sendok makan minyak tanah, dan ½ sendok makan deterjen.
  2. Tumbuklah daun pepaya sampai halus.
  3. Tambahkan air, minyak tanah, dan deterjen.
  4. Simpan campuran bahan-bahan ini semalaman agar terpisah antara sari dan ampasnya.
  5. Terakhir, masukkan air daun pepaya ini ke botol spray.

UMBI GADUNG

Bahan-bahan :

  • 3 buah umbi gadung
  • 5 kg dedak padi
  • 50 gram tepug ikan
  • 6 biji kemiri
  • Air secukupnya

Cara Membuat :

  1. Siapkan 3 buah umbi gadung ukuran sedang, 5 kg dedak padi, 50 gram tepung ikan, 6 biji kemiri, dan air secukupnya.
  2. Kupaslah kulit umbi gadung kemudian tumbuk bersama kemiri sampai halus.
  3. Tambahkan dedak padi, tepung ikan, dan air. Aduk rata hingga membentuk adonan.
  4. Adonan tersebut selanjutnya kita buat menjadi butiran-butiran kecil.
  5. Penggunaannya cukup dilakukan dengan menyebarkan butiran-butiran umbi gadung tersebut di area sawah.

Umbi gadung akan menjadi tanaman beracun kalau tidak diolah dengan benar. Racun inilah yang dikenal efektif untuk memberantas hama tikus pada tanaman padi.

MINYAK GORENG DAN SABUN CUCI PIRING

Bahan-bahan :

  • 1 sdm sabun cuci piring
  • 1 gelas minyak goreng
  • 1 gelas air

Cara Membuat :

  1. Siapkan sabun cuci piring yang tidak terlalu wangi agar tidak beracun bagi tanaman.
  2. Campurkan 1 sendok makan sabun cuci piring dengan 1 gelas minyak goreng, aduk rata.
  3. Ambil 2½ sendok teh dari adonan pertama ini, kemudian campurkan dengan 1 gelas air, aduk rata.
  4. Masukkan cairan ini ke dalam botol spray. Kocok perlahan agar cairan di dalamnya benar-benar tercampur rata.
  5. Sebelum memakainya secara massal, Anda perlu menguji coba terlebih dahulu apakah sabun yang digunakan berbahaya bagi tanaman atau tidak.

Sabun dikatakan berbahaya apabila daun tanaman menguning dan layu ketika terkena cairan ini. Segera ganti dengan produk sabun cuci piring yang lainnya.

DETERJEN PAKAIAN

Bahan-bahan :

  • 2-3 sdt deterjen
  • 1 gelas air

Cara Membuat :

  1. Siapkan deterjen yang bersifat ringan dan tidak terlalu wangi.
  2. Campur 2-3 sendok teh deterjen dengan 1 gelas air, aduk rata.
  3. Tuangkan cairan ini ke dalam botol spray agar lebih mudah digunakan.
  4. Cobalah sedikit demi sedikit terlebih dahulu pada tanaman yang terserang.
  5. Jika tanaman sampel menunjukkan hasil yang positif, Anda bisa memakainya secara massal.