Panduan Budidaya Asparagus di Dataran Rendah untuk Pemula

Bagi masyarakat Indonesia, sayuran asparagus mungkin masih terdengar cukup asing. Selain disebabkan karena tanaman ini memang berasal dari luar negeri, makanan Indonesia yang menggunakan asparagus sebagai bahan bakunya pun tak ada sama sekali. Sehingga praktis, jarang sekali kita memakai asparagus untuk membuat suatu masakan. Padahal asparagus mempunai cita rasa yang nikmat sekali loh. Biasanya asparagus dimasak menjadi sup kental, campuran steak, ditumis, ataupun dikukus. Bahan makanan yang satu ini kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang bagus untuk tubuh.

Asparagus merupakan jenis sayuran yang dimanfaatkan bagian tunasnya. Sayuran ini menjadi salah satu bahan yang sering kali ditemukan dalam pembuatan hidangan restoran maupun hotel. Terdapat 2 jenis asparagus yaitu asparagus hijau dan asparagus putih. Adapun jenis asparagus yang banyak digunakan di Indonesia yaitu asparagus putih. Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan, tanaman asparagus juga digunakan sebagai salah satu koleksi taman sebab bentuknya yang menarik. Tanaman ini tumbuh secara merambat sehingga akan terlihat sangat cantik manakala ditanam di dalam vertical garden.

ALAT DAN BAHAN :

  • Benih asparagus
  • Cangkul
  • Pupuk
  • Pestisida
  • Pisau

LANGKAH KERJA :

PEMBUATAN BIBIT

Asparagus bisa dikembangbiakkan melalui biji, kultur jaringan, tunas, dan stek. Pada pembibitan biji, biji yang digunakan harus diseleksi dengan merendamnya. Biji yang bagus adalah biji yang tetap tenggelam di air. Biji ini lalu disemai pada tanah berpasir yang gembur dengan kepadatan 10 x 10 cm. Tanaman bisa dipindahkan ke lahan luas setelah berumur 5 bulan. Untuk metode perkembangbiakkan yang lain, pada dasarnya sama. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tanaman induk harus sehat dan berkualitas baik. Pada tahap ini pupuk yang digunakan adalah pupuk urea dengan frekuensi pemberian sebulan sekali. Anda bisa membeli benih asparagus yang unggul di www.tokotanaman.com.

PERSIAPAN LAHAN

Persiapan media tanam dilakukan dengan mencangkul lahan secara menyeluruh. Lantas tanah tersebut diberi pupuk kandang secukupnya. Kemudian lahan ini diatur dengan jarak per tanaman ialah 50 cm dan jarak per baris adalah 1,5 m. Selain itu, lahan ini juga perlu ditambahkan parit dengan kedalaman 20 cm. Disarankan untuk membuat bedengan di lahan tersebut untuk mencegah tanaman terendam air. Anda juga dapat memasang mulsa plastik untuk mempermudah dalam mengendalikan gulma yang tumbuh di lahan. Lahan ini perlu didiamkan terlebih dahulu selama 5-10 hari sebelum siap untuk ditanami.

PENANAMAN BIBIT

Bibit yang dipindahkan ke area lahan harus berusia lebih dari 5 bulan dan dalam kondisi sehat. Usahakan pencabutan bibit ini dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalisir terputusnya akar tanaman. Jangan lupa memotong batang bibit hingga menyisakan ukuran 25 cm saja untuk merangsang pertumbuhannya supaya lebih subur. Idealnya adalah penanaman dilakukan di pagi hari sampai jam 9. Lebih dari itu, terik matahari akan menyulitkan bibit untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Anda dapat menanam bibit asparagus ini satu per satu di setiap lubang tanam yang telah disediakan.

PENGAIRAN TANAMAN

Pemeliharaan tanaman asparagus dimulai dari pengairan. Anda bisa mengatur pengairan di dalam lahan ini  melalui pembuatan saluran irigasi (parit) yang baik. Caranya adalah mengisi setengah dari kedalaman parit tersebut, lantas dibiarkan supaya meresap sampai ke dalam tanah. Perlu diketahui bahwa tanaman asparagus tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak ya. Sehingga Anda cukup mengairinya seminggu sekali saja pada musim penghujan. Sedangkan pengairan pada musim kemarau bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca. Siramilah tanaman jika kondisi permukaan tanah sudah terlihat agak kering.

PEMUPUKAN LAHAN

Pemupukan terhadap tanaman asparagus dilaksanakan secara berkala setiap sebulan sekali. Pada tahap penyiapan lahan, Anda membutsuhkan pupuk kandang sebanyak 2.500 kg untuk lahan seluas 1.000 m2. Setelah memasuki bulan pertama, lahan diberikan pupuk urea 30 kg, pupuk TSP 30 kg, dan pupuk KCL 20 kg untuk lahan seluas 1.000 m2.

Memasuki bulan kedua, pupuk urea 30 kg dan pupuk KCL 20 kg per 1.000 m2. Sedangkan pada bulan ketiga, lahan diberikan pupuk kandang 2.500 kg, pupuk urea 30 kg, pupuk TSP 30 kg, dan pupuk KCL 20 kg untuk luas lahan 1.000 m2. Pada bulan keempat, komposisi pupuk yang diberikan kembali ke bulan pertama, begitu seterusnya.

PEMANGKASAN BATANG

Pemangkasan batang asparagus berguna untuk menjaga kesehatannya sekaligus memaksimalkan jumlah tunas yang akan tumbuh di setiap batang tanaman. Tanaman yang siap dipangkas adalah tanaman induk yang telah memiliki setidaknya 10 batang. Adapun batang tanaman asparagus yang perlu Anda pangkas ialah batang kesebelas, keduabelas, dan seterusnya.

Pemangkasan juga dilakukan terhadap batang yang tidak sehat atau terkena penyakit. Mendekati masa panen, kira-kira 4 bulan setelah pemindahan bibit ke lahan terbuka, batang asparagus ini kembali dipangkas hingga menyisakan 5 batang saja.

PENGENDALIAN HAMA

Adapun hama bagi tanaman asparagus meliputi ulat tanah, ulat grayak, dan jamur. Hama-hama ini suka menyerang tanaman selama perpindahan musim kemarau ke musim penghujan. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan memberikan pestisida pada tanaman tersebut. Bagian asparagus yang mati sebaiknya lekas dipotong sehingga menyisakan batang yang sehat saja. Anda harus memperhatikan dengan betul gejala-gejala awal yang muncul pada tanaman asparagus. Mengapa? Sebab penanganan secara dini akan membuat pekerjaan Anda menjadi lebih mudah dan risiko tanaman rusak/mati pun lebih kecil.

PEMANENAN ASPARAGUS

Waktu panen asparagus biasanya adalah 9 bulan sejak pembuatan bibit, atau 4 bulan sejak dipindahkan dari persemaian ke lahan terbuka. Proses pemanenan cukup dilakukan pada tunas asparagus yang masih berbentuk kuncup yaitu dengan memotongnya. Pemanenan kedua dilaksanakan ketika tanaman berusia 5 bulan dengan frekuensi pemotongan tunas adalah 2 hari sekali.

Setelah tanaman ini berumur 6 bulan, maka Anda bisa memanennya setiap hari. Pada bulan ke-12, tanaman kembali diberikan pupuk sekaligus dilakukan penghentian panen sementara selama 3 minggu agar tanaman tumbuh besar dahulu.