8 Cara Menghemat Pemakaian AC agar Tidak Boros Listrik

Karena daya yang dibutuhkannya memang besar, AC (Air Conditioner) merupakan salah satu perangkat elektronik yang paling menguras energi listrik. Belum lagi di rumah, intensitas AC tersebut menyala juga biasanya tetap dibiarkan selama berjam-jam. Maka tak heran, ketika Anda mengoptimalkan pemakaian listrik di rumah yang diperlukan AC, maka hasilnya pun langsung bisa sangat terlihat. Hal ini ditandai dari tegihan listrik yang menurun begitu drastis jauh dari biasanya. Tentunya ini merupakan suatu kabar yang menggemberikan, khususnya bila Anda memang sedang berusah menghemat pengeluaran.

Anda mungkin ingin mencobanya sendiri untuk menghemat pemakaian energi listrik di AC yang dipasang di rumah? Berikut ini tips-tips dari Arafuru.com yang bisa coba Anda terapkan sendiri.

Pilihlah Produk AC Hemat Energi

Walaupun kebanyakan produk AC saat ini sudah dilengkapi dengan kemampuan penghematan energi, namun Anda mesti lebih jeli dalam memilih mana yang paling hemat. Bagaimanakah caranya? Anda bisa melihatnya dari angka EER (Efficiency Energy Ratio) yang dimiliki oleh perangkat AC tersebut. Semakin tinggi nilai EER-nya, maka otomatis kinerja AC akan semakin efisien dan semakin hemat listrik. Sesuaikan juga kebutuhan daya AC dengan daya listrik di rumah ya.

Pilih AC dengan PK Sesuai Ruangan

Banyak di antara kita yang menyepelekan kesesuaian antara tingkat kebutuhan AC dengan luas ruangan. Padahal jika Anda memastikannya dengan tepat, Anda dapat menghemat listrik yang cukup banyak loh. Umumnya untuk kamar tidur yang berukuran 3 x 3 meter, Anda membutuhkan AC dengan tenaga ½ PK. Sedangkan pada ruang tamu yang lebih luas, tenaga AC yang dibutuhkan pun bertambah banyak. Mulai dari 1 PK sampai 2 PK. Untuk rumus perhitungan kebutuhan daya AC ini, kami akan membahas di artikel selanjutnya ya biar ulasannya lebih mendalam.

Matikan AC Bila Tidak Diperlukan

Meskipun mematikan produk AC terlihat sepele, kenyataannya masih banyak orang yang meninggalkan ruang dalam waktu lama, sedangkan AC di sana tetap menyala. Tentu saja kebiasan ini termasuk sebuah pemborosan yang sangat besar karena manfaat AC tidak dimanfaatkan sama sekali serta dibuang sia-sia. Oleh karena itu, Anda harus segera mengubah kebiasaan tersebut. Biasakanlah mengecek AC di ruangan Anda. Pastikan Anda telah mematikan AC ruangan jika ingin meninggalkannya dalam waktu lama.

Menyetel Suhu AC Secukupnya

Kebutuhan listrik AC juga ditentukan oleh suhu perangkat yang Anda setel. Semakin dingin suhu ruangan yang harus diciptakan oleh AC, maka semakin banyak pula energi yang diperlukan. Akhirnya kebutuhan listrik pun melonjak tajam. Alih-alih menyetel AC terlalu dingin yang dapat mengganggu kesehatan Anda, aturlah suhu AC tersebut secukupnya sampai ruangan memiliki udara yang segar dan tak terlalu dingin. Cuma Anda sendiri yang mengetahui tingkat suhu udara yang pas. Jadi sesuaikan dengan selera ya.

Menutup Ventilasi Udara

Di dalam ruangan yang ingin dilengkapi AC, sebaiknya Anda merancang ruangan tersebut agar tertutup sebelumnya. Mengapa? Hal ini dimaksudkan agar udara yang dihasilkan oleh AC tidak dapat keluar. Pun udara panas dari luar juga tak bisa memasuki ke dalam ruangan. Jangan lupa juga untuk segera menutup pintu ketika Anda keluar-masuk ruangan tersebut. Jangan biarkan ada udara panas dari luar yang dapat memasuki ruangan sehingga memaksa perangkat AC untuk bekerja keras lagi dan lagi.

Hindarkan dari Sinar Matahari Langsung

Selain dari udara, sumber panas juga dipengaruhi langsung oleh terpaan sinar matahari. Sinar matahari yang masuk ruangan bakal membuat suhunya menghangat, sehingga memaksa AC bekerja keras untuk mendinginkannya kembali. Jadi pastikan ruangan tersebut tidak terkena pancaran sinar matahari secara langsung. Selain itu, usahakan perangkat AC indoor dan outdoor juga tidak terkena panas sinar matahari secara langsung pula ya. Dengan demikian, pekerjaannya pun tidak terlalu berat.

Penempatan Perangkat AC yang Benar

Selain Anda harus memastikan letak AC ini jauh dari sumber panas, penempatannya juga harus tepat ya. Sebaiknya AC indoor tidak dipasang terlalu tinggi atau dekat dengan plafon. Kenapa? Hal ini dikarenakan pemasangan yang demikian akan mengganggu aliran udara yang masuk tidak maksimal. Perlu diketahui, prinsip kerja AC ini mengambil udara dari arah atas, lalu dialirkan menuju ke bawah. Peletakan AC juga jangan digantungkan di atas pintu ataupun jendela karena udara yang dihasilkan AC bakal rentan keluar dari ruangan. Anda tidak boleh membiarkannya.

Bersihkan AC Secara Rutin

Poin ini juga jangan sampai terlupakan. Kadang-kadang kita merasa malas membersihkan atau mencuci AC karena melihat permukaan luarnya tampak bersih. Padahal apabila komponennya kotor, hal ini akan memaksa perangkat ini bekerja lebih keras lagi. Sebaliknya yaitu kinerja AC yang bersih pasti akan lebih ringan. Pastikan Anda mencuci evaparator minimal 3 bulan sekali. Sementara untuk pencucian filter AC harus lebih rutin yaitu minimal sebulan sekali. Untuk prosedur kerjanya, Anda dapat melihat artikel kami sebelumnya ya. Silakan mengikuti panduan tersebut dengan baik.