Ini Caranya Menyiapkan Akuarium Ikan Idaman untuk Pemula!

Memelihara ikan hias di akuarium menjadi kesenangan tersendiri bagi sejumlah orang. Hal ini sebab ikan hias terbukti dapat melepas penat dan stres kita dengan efektif. Pikiran kita akan merasa lebih fresh saat memandang keindahan panorama pada akuarium tersebut. Anda bisa menikmati betapa indahnya dunia di bawah air yang tak dapat kita lihat setiap waktu. Bayangkan sungguh menariknya ikan-ikan hias yang berenang kesana kemari di dalam akuarium berpadu dengan panorama aquascape. Jadi wajar sekali bila kemudian ada banyak orang yang berupaya keras untuk bisa memelihara ikan di akuarium.

Tapi untuk bisa memelihara ikan hias di akuarium ini tak segampang kelihatannya. Anda membutuhkan proses persiapan yang matang terkait media, wadah, serta alat pemeliharaan. Selain itu, Anda juga wajib mempelajari karakteristik dari ikan hias yang ingin dipelihara termasuk sifat, perilaku, dan pakan. Jangan sampai ikan hias tersebut malah mati di tangan Anda akibat pola pemeliharaan yang keliru. Tips berguna dari kami, Anda harus mencari informasi yang banyak mengenai sifat dan karakteristik ikan hias tersebut sebelum Anda benar-benar membelinya. Sehingga Anda punya bekal pengetahuan yang cukup.

Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba memelihara ikan hias di akuarium, Anda bisa mengikuti kiat-kiat di bawah ini sebagai panduan dasarnya. Ini merupakan panduan dasar untuk pemula yang baru saja mencoba merawat ikan di dalam akuarium supaya berhasil dalam melaksanakannya.

Pengecekan Kondisi Air yang Digunakan

Setiap daerah mengandung air dengan tingkat keasaman (pH) yang berbeda-beda. Air bersifat asam jika kadar pH-nya di bawah 7. Sedangkan air basa mempunyai pH di atas 7. Kebanyakan ikan hias hidup di air dengan kadar keasaman (pH) antara 6,5-7,5. Guna mengetahui berapa prosentasi pH air di tempat Anda, cobalah mengeceknya menggunakan tes kit. Selain pH, tes kit juga dapat dipakai untuk memeriksa kadar amonia, nitrit, serta nitrat yang terkandung di dalam air. Selama pemeliharaan, Anda membutuhkan tes kit untuk memonitor kesesuaian pH air dengan karakteristik ikan hias yang dipelihara.

Akuarium dengan Spesifikasi yang Tepat

Kami sangat merekomendasikan Anda untuk memilih akuarium yang berukuran cukup besar. Ukurannya yang lapang memungkinkan ikan-ikan di dalamnya bisa bergerak dengan bebas. Kondisi air yang banyak juga lebih stabil daripada akuarium berukuran kecil. Letakkanlah akuarium tersebut di permukaan yang benar-benar rata. Hindari menaruhnya di dekat jendela karena mampu memicu pertumbuhan ganggang hijau yang menyebabkan airnya berwarna hijau. Pastikan tempat tersebut sulit dijangkau oleh anak-anak mengingat mereka paling suka mengobok-obok air atau memasukkan benda-benda ke akuarium.

Setelah itu, Anda bisa mulai menghiasi akuarium tadi sesuai dengan ide aquascape yang telah dirancang. Pertama, Anda bisa memasukkan pasir dahulu dan padatkan. Kemudian taruh beberapa batu koral, akar kayu, dan karang dengan pola tertentu di sini. Terakhir Anda bisa menanam sejumlah tumbuhan air agar lingkungan akuarium tampak asri. Tapi kalau Anda mau yang lebih praktis, gunakan saja aksesori berupa tumbuh-tumbuhan tiruan yang memiliki bentuk persis seperti tanaman air. Kini juga sudah ada banyak aksesori akuarium yang memiliki bentuk unik seperti gua, tokoh kartun, kendaraan, dan lain-lain.

Peralatan Pendukung untuk Akuarium

Terdapat banyak sekali alat-alat yang dapat Anda gunakan untuk mempermudah pemeliharaan ikan hias di dalam akuarium. Keberadaan peralatan ini juga sekaligus berguna untuk menciptakan ekosistem yang sesuai dengan kondisi habitat alami ikan hias. Namun dari sekian banyak peralatan tersebut, setidaknya ada 5 macam alat bantu yang wajib Anda miliki yaitu aerator, heater, termometer, filter, dan lampu TL. Semua peralatan ini mempunyai fungsi yang begitu penting dalam mendukung kenyamanan ikan ketika dipelihara di dalam akuarium. Anda harus memilihnya dengan baik.

Apa saja fungsi pokok dari peralatan wajib memelihara ikan hias di akuarium ini ya? Kami akan mencoba menjelaskannya secara singkat di bawah ini!

  1. Aerator adalah alat yang berfungsi menyuplai udara ke dalam air di akuarium serta membuang sisa karbondioksida keluar dari air.
  2. Heater adalah alat yang berfungsi untuk menghangatkan suhu air di dalam akuarium jika kondisi air di dalamnya terlalu dingin.
  3. Termometer adalah alat yang berfungsi untuk mengecek suhu air. Anda membutuhkannya guna memantau temperatur air di tangki.
  4. Filter adalah alat yang berguna untuk menyaring partikel-partikel kotoran yang terlarut di dalam air sehingga kondisinya tetap bersih.
  5. Lampu TL adalah alat yang berfungsi menyinari akuarium dan mempercantik panoramanya. Pilih lampu TL dengan cahaya yang pas.

Pemilihan Ikan yang Akan Dipelihara

Tingkat keasaman air menentukan jenis-jenis ikan mana yang cocok dipelihara. Sebagai contoh, air yang bersifat asam merupakan habitat ideal bagi ikan discus atau ikan arwana. Jangan pernah memaksa diri untuk memelihara ikan yang tidak sesuai dengan kondisi air di tempat Anda. Tak hanya Anda yang bakal kerepotan sendiri dalam mengontrol kondisi akuarium setiap hari, tapi juga si ikan akan menjadi korban karena dipaksa melakukan adaptasi berkali-kali. Anda juga perlu menjaga kestabilan pH air. Perubahan pH yang terlampau drastis sering kali mengejutkan ikan, menyebabkannya stres, dan akhirnya mati.

Perbandingan yang baik antara ukuran ikan dan kapasitas akuarium ialah 1 cm : 1 galon. Sebagai contoh, ikan yang berukuran 3 cm membutuhkan air sebanyak 3 galon. Perhatikan ukuran akuarium yang sudah Anda sbeli. Lakukan karantina ikan selama beberapa waktu, sebelum Anda melepaskannya ke akuarium. Seperti manusia yang memiliki sifat berbeda-beda, karakteristik masing-masing ikan pun berlainan. Ada ikan yang doyan memakan lumut, ikan yang sensitif terhadap air kotor, ikan predator, ikan yang senang bersembunyi, dan lain-lain. Jadi sebelum membeli suatu spesies ikan, pelajari terlebih dahulu sifatnya.

Pakan yang Tepat untuk Ikan Hias

Ikan-ikan yang Anda pelihara boleh diberikan pakan berupa pakan alami maupun pakan buatan. Contoh-contoh pakan alami yaitu kutu air, cacing rambut, cacing sutera, jentik nyamuk, plankton, dan protozoa. Sedangkan contoh pakan buatan yaitu pelet, tahu, dan marus. Pakan alami yang akan diberikan ke ikan perlu dicuci bersih. Tidak menutup kemungkinan pakan yang kotor mengandung bibit penyakit yang bisa menular ke ikan peliharaan. Sementara itu, pemberian pakan buatan tidak boleh dilakukan terlalu sering dan sebatas sebagai pengganti pakan alami untuk sementara waktu. Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan jumlah ikan yang dipelihara. Pakan yang mengendap akan membusuk dan berubah menjadi racun seiring berjalannya waktu.

Sebagai makhluk hidup, ikan mengeluarkan kotoran-kotoran yang bersifat racun. Kotoran tersebut harus segera diuraikan oleh bakteri melalui proses filterasi secara biologis sebelum mencemari lingkungan air. Mayoritas para penghobi pemula kurang menyadari masalah ini sehingga siklus nitrogen menyebabkan ikan-ikan peliharaannya mati secara mendadak. Merawat ikan hias di akuarium sebenarnya tidak terlalu sulit. Apalagi kalau Anda benar-benar seorang pecinta ikan sejati. Yang paling penting adalah Anda harus memahami apa yang ikan peliharaan Anda inginkan. Sediakan akuarium yang ideal, air yang sehat, serta pakan yang mereka sukai. Jadi, selamat datang di dunia pemeliharaan ikan di akuarium!