Bahan Penyerap Lembab Pada Lemari Pakaian yang Paling Ampuh

Pakaian-pakaian yang Anda miliki harus dirawat dengan sepenuh hati. Setelah pakaian tersebut selesai dijemur sampai kering, Anda perlu menyetrika dan melipatnya dengan rapi. Barulah kemudian pakaian ini bisa disimpan di dalam lemari khusus. Susunlah pakaian-pakaian tersebut secara teratur supaya Anda lebih mudah dalam mencari pakaian nantinya. Tetapi bagaimana kalau kondisi interior lemari tersebut terlalu lembab? Kondisi ini mungkin akan menyebabkan masalah serius pada pakaian Anda.

Ada berbagai masalah yang bisa ditimbulkan dari kondisi lemari yang terlalu lembab, antara lain :

  1. Lemari akan ditumbuhi jamur dan cendawan sehingga bakal cepat rusak.
  2. Pakaian yang disimpan di dalamnya pun akan mengalami masalah yang sama.
  3. Kondisi yang lembab akan menarik perhatian rayap atau kutu bubuk untuk menyerang lemari.
  4. Tingkat kelembaban yang terlalu tinggi menyebabkan struktur lemari menjadi lemah.
  5. Lemari akan menjadi sarang berbagai serangga seperti kecoa, nyamuk, dan semut.
  6. Pakaian yang disimpan di dalam lemari yang lembab akan mudah rusak dan robek.
  7. Pakaian Anda pun akan berbau tidak sedap kalau disimpan di dalam lemari yang lembab.
  8. Kondisi pakaian menjadi tidak sehat dan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kulit.

Sebisa mungkin Anda harus secepatnya mengatasi masalah ini. Carilah sumber penyebab kelembaban pada lemari tersebut. Biasanya kondisi lemari menjadi lembab karena Anda meletakkannya di ruangan yang lembab. Masalah ini juga bisa muncul lantaran Anda menaruh lemari di sudut ruangan yang cukup berair, tidak dilengkapi dengan ventilasi udara yang memadai, serta tidak terkena pancaran cahaya dari matahari secara langsung. Mengubah posisi peletakan lemari mungkin akan mengatasi masalahnya.

Bahan Alami untuk Mengatasi Lemari yang Lembab

Tapi jika Anda enggan menggeser lemari pakaian tersebut, Anda dapat memanfaatkan bahan-bahan tertentu untuk menyerap kelembaban di dalam lemari. Apa sajakah itu?

KAMPER

Sudah lama kamper dikenal sebagai bahan untuk menyerap udara yang lembab di dalam lemari. Kamper atau kapur barus ini memang mempunyai fungsi utama sebagai penyerap kelembaban. Cukup dengan menaruhnya di lemari pakaian, maka kondisi bagian dalam lemari pun menjadi tidak terlalu lembab lagi. Bahan ini memang efektif sekali dalam menyerap kelembaban. Sayangnya pakaian Anda akan berbau kamper kalau Anda terlalu banyak menggunakannya.

SILICA GEL

Kamper memang efektif mengatasi kelembaban di dalam lemari. Namun sayangnya baunya sungguh menyengat. Kalau Anda ingin menggunakan bahan yang ampuh mengatasi lemari yang lembab tanpa menimbulkan efek samping, maka pakailah silica gel. Saat ini silica gel biasa digunakan untuk mengatasi kelembaban menggantikan kamper. Tidak hanya pakaian saja, silica gel pun dapat dipakai pada sepatu, jam tangan, hingga makanan. Anda bisa mendapatkannya di berbagai toko online.

SERBUK KAYU

Kalau mau memakai bahan yang murah meriah untuk mengatasi kelembaban di dalam lemari pakaian, Anda bisa memanfaatkan serbuk kayu. Yap, serbuk kayu yang merupakan sisa dari proses penggergajian kayu ini ternyata mampu loh mengurangi kelembaban udara di dalam lemari. Akan tetapi, Anda tak bisa langsung menaburkannya begitu saja karena dapat mengotori seisi lemari pakaian. Caranya yaitu Anda bisa memasukkannya ke kantung kain terlebih dahulu, lalu taruhlah di dalam lemari.

ARANG

Bahan lainnya yang juga bisa dipakai untuk mengurangi tingkat kelembaban udara di dalam lemari ialah arang. Arang yang kering ternyata sanggup menyerap udara yang lembab loh. Uap air yang terkandung di dalam udara lembab ini secara efektif akan terserap ke dalam arang. Anda bisa menggunakan arang yang baru dibuat, khususnya arang dari batok kelapa. Supaya tidak mengotori pakaian yang disimpan di lemari, masukkan bongkahan-bongkahan arang ini ke dalam kantung kain.

KERTAS KORAN

Siapa sangka bila kertas koran yang biasanya dipandang sebelah mata ternyata juga efektif sekali dalam menyerap kelembaban di dalam lemari? Kertas koran ini memiliki kemampuan untuk menyerap uap air dari udara yang ada disekitarnya. Hal ini bisa dilihat dari kondisi kertas koran yang tadinya kaku akan berubah menjadi lemas ketika diletakkan di tempat yang lembab. Anda bisa membentuk kertas koran ini menjadi bola-bola, lalu memasukkannya ke dalam lemari.