8 Cara Membangun Rumah Sendiri agar Biayanya Murah

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Artinya pemenuhan terhadap rumah sebagai tempat tinggal wajib dilakukan agar Anda mampu menjalani kehidupan dengan baik. Tanpa rumah, Anda tidak bisa bertahan hidup di dunia ini. Sayangnya kita membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk dapat memiliki rumah sendiri. Memang diperlukan biaya yang sangat banyak untuk membuat sebuah rumah. Bahkan untuk membangun rumah yang mungil sekali pun, Anda butuh biaya setidaknya Rp 100 juta. Itu sebabnya, beberapa orang lebih tertarik menyewa rumah daripada membangunnya sendiri.

Proses pembuatan umah tinggal memang membutuhkan biaya yang begitu besar. Selain anggaran biaya yang ditujukan untuk pengadaan material bangunan, Anda juga perlu mempersiapkan biaya IMB, biaya kontraktor, biaya instalasi air dan listrik, biaya perpipaan, serta biaya tak terduga lainnya. Begitu banyak biaya yang diperlukan supaya Anda bisa membangun sebuah rumah yang nyaman. Tapi kalau mau, Anda dapat melakukan penghematan biaya secara signifikan menggunakan trik-trik yang akan kami bagikan di bawah ini. Silakan Anda bisa menerapkan trik mana saja yang menurut Anda cocok digunakan.

  1. Pilihlah Jenis Material yang Berharga Murah

Untuk mendirikan suatu rumah dengan biaya yang sedikit, salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan material yang lebih murah. Seperti kita tahu, saat ini ada beragam bahan pilihan untuk konstruksi rumah, Anda bisa memanfaatkan salah satu pilihan yang memiliki harga murah. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan atap dari genteng fiber, dinding dari batako, dan kusen pabrikan dari semen. Dengan menerapkan ide ini, Anda tetap dapat memastikan bahan tersebut berkualitas terbaik tanpa memakan biaya yang banyak. Di sini Anda bisa melakukan penghematan.

  1. Gunakan Material yang Berdaya Tahan Lama

Daya tahan atau tingkat keawetan suatu bangunan juga bisa menjadi tolak ukur apakah bahan bangunan yang dipakai terbilang murah atau mahal. Contohnya pagar besi tergolong lebih murah daripada pagar bambu karena pagar besi bisa Anda pakai selama berpuluh-puluh tahun. Sedangkan pagar bambu harus terus diganti 2-3 tahun sekali. Contoh yang lainnya adalah dinding batu bata yang memiliki daya tahan lebih baik ketimbang dinding kayu. Begitu juga dengan pendirian atap memakai konstruksi baja ringan boleh dibilang lebih murah daripada rangka atap kayu karena lebih awet.

  1. Pilihlah Material dengan Kualitas Nomor Dua

Apabila Anda tidak berminat melakukan substitusi bahan bangunan dengan alasan tertentu, maka untuk membuat biaya pembangunan rumah tetap murah adalah Anda bisa memilih material yang mempunyai kualitas nomor dua. Maksudnya ialah Anda menghindari bahan bangunan yang kualitasnya paling bagus. Kendati material yang dipakai bukanlah yang terbaik, tetapi Anda tetap harus selektif dalam memilihnya. Pilihlah material berkualitas menengah serta tidak mudah rusak. Usahakan material tersebut dibuat oleh suatu pabrikan yang terkenal sehingga mutunya benar-benar terjamin.

  1. Tak Perlu Diberi Finishing Secara Menyeluruh

Untuk menekan anggaran yang lebih banyak, siasat lainnya adalah memberikan finishing pada bagian-bagian yang diperlukan saja sementara bagian yang lainnya dibiarkan tetap terekspos. Anda tidak perlu khawatir terhadap penampilan rumah nantinya. Faktanya memang beberapa desain rumah mempunyai struktur yang terekspos. Walau pada dasarnya tujuan pembuatan desain ini bukan untuk menghemat biaya, tapi Anda bisa mempertimbangkan penerapan konsep rumah industrialis atau rustic. Kedua jenis aliran desain arsitektur ini mengandalkan material alami sebagai penghias dan penghidup suasana.

  1. Buatlah Rumah dengan Konsep Sederhana

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membangun rumah yang mempunyai gaya sederhana serta desainnya tidak perlu terlalu dekoratif. Disadari atau tidak, biaya yang dibutuhkan untuk membangun dinding yang berbentuk datar memang lebih sedikit dibandingan dengan dinding yang bentuknya rumit. Walaupun begitu, dinding rumah yang memiliki bentuk yang datar ini akan tetap dapat terlihat menarik asalkan Anda mengolahnya dengan sepenuh hati menggunakan teknik dekorasi yang tepat. Anda dapat melihat contoh gambar rumah sederhana sebagai inspirasinya.

  1. Hindari Upaya Tambal Sulam Bangunan

Pastikanlah rencana desain rumah yang Anda buat sudah benar-benar dikerjakan dengan baik sebelum proses pembangunannya dimulai. Perubahan dan penyempurnaan konsep rumah (tambal sulam) yang dilakukan selama proses pembangunan justru akan mengakibatkan biaya membengkak dari perkiraan sebelumnya. Bahkan proses tambal sulam ini juga dapat menyebabkan pemborosan anggaran dengan sangat signifikan loh. Jadi Anda sama sekali tidak boleh sampai melakukannya. Ingat baik-baik, buatlah desain rumah Anda secara matang terlebih dahulu, barulah kemudian lakukan pembangunan.

  1. Meniru Rumah-rumah di Perumahan

Anda juga bisa mengadopsi trik-trik yang biasa dilakukan oleh pengembang properti dalam membangun produk perumahannya. Sebagai contoh, cobalah mengaplikasikan warna-warni yang berani pada dinding eksterior rumah, menambahkan hiasan dinding dekoratif seperti lis dan benangan, atau memanfaatkan corak yang ada pada material alami sebagai aksen bangunan. Anda juga dapat mencontoh bentuk unit-unit di perumahan yang umumnya mempunyai dinding depan yang cenderung datar dan menerapkan model atap pelana yang dipermanis dengan portal sehingga tampilan rumah tetap terlihat memesona.

  1. Pakailah Jasa Kontraktor Tepercaya

Kenyataannya salah satu biaya terbesar yang harus kita keluarkan saat membangun rumah adalah biaya untuk jasa kontraktor. Baik sekelas perusahaan kontraktor atau tukang bangunan sekali pun memakan biaya yang besar sekali. Bahkan tidak jarang anggaran yang dikeluarkan untuk tenaga pembangun rumah ini malah jauh lebih banyak daripada biaya untuk pengadaan bahan bangunannya itu sendiri. Jadi Anda harus cerdik dalam memilih kontraktor ataupun tukang bangunan. Pastikan kinerja mereka memang bagus sesuai dengan uang yang telah Anda bayarkan sehingga proses pembangunan cepat selesai.