Mengatasi Rembesan Air di Dinding Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan ruangan yang paling basah di rumah. Wajar saja karena ruangan ini digunakan sebagai tempat untuk menyimpan air. Kamar mandi selalu dipenuhi air. Setiap hari air akan ditumpahkan di lantai ruangan beberapa kali pada saat Anda sedang membersihkan diri. Hal ini lantas membuat kondisi kamar mandi mempunyai tingkat kelembaban yang tinggi. Dampak selanjutnya yaitu timbul masalah pada ruangan tersebut.

Masalah yang kerap menimpa kamar mandi adalah dindingnya mengalami rembes. Ciri-cirinya yaitu permukaan dinding selalu dalam keadaan basah meskipun Anda yakin tak menyiramnya. Bahkan pada kasus yang lebih parah, rembesan air akan tembus sampai ke sisi dinding yang ada di baliknya. Lantas masalah ini menyebabkan ruangan-ruangan yang ada di sekitar kamar mandi menjadi lembab. Kondisi tersebut tentu tidak baik untuk kesehatan.

dinding-kamar-mandi-rembes.jpg

Ketika melakukan pembangunan, Anda seharusnya menyadari bahwa kamar mandi akan selalu basah sehingga Anda bisa mengantisipasi risiko rembesnya air melalui pori-pori dinding. Bisa dibilang ini merupakan salah satu masalah klasik yang menimpa kamar mandi. Untungnya kini sudah ditemukan berbagai cara ampuh guna mengatasinya. Salah satunya dengan menambah bahan waterproofing ke dalam adukan semen.

Dari sekian banyak faktor yang dapat menyebabkan dinding kamar mandi mengalami rembes, setidaknya terdapat 3 faktor utama yang menjadi biang keroknya. Di antaranya yaitu :

  1. Ketidakterampilan pekerja dalam membangun kamar mandi. Contohnya pemasangan keramik yang kurang presisi, pembuatan mortar yang tidak tepat, atau penerapan nat yang kurang rapat sehingga masih menimbulkan celah.
  2. Pemilihan dan atau pemakaian bahan waterproofing yang salah. Kebanyakan orang hanya akan mengaplikasikan bahan ini di permukaan dinding bagian luar saja. Padahal khusus untuk kamar mandi, kedua sisi dinding wajib dilapisi waterproof.
  3. Instalasi saluran pipa air yang rawan mengalami kebocoran. Hal ini terjadi lantaran pipa yang ditanam di dalam dinding atau lantai pecah. Selain karena pemasangan yang salah, pemilihan pipa yang kurang berkualitas juga bisa menjadi penyebabnya.

SOLUSI

Solusi untuk mengatasi dinding kamar mandi yang rembes dapat disesuaikan dengan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. Misalnya yaitu pecahnya pipa saluran air yang ditanam di dalam dinding atau lantai. Berikut ini tahap-tahap memperbaikinya!

  • Bongkarlah dinding kamar mandi secara hati-hati. Untuk melepaskan keramik yang sudah menempel, Anda bisa mulai membongkarnya dari bagian nat. Lalu congkel keramiknya. Bekas bongkaran keramik ini lantas dibersihkan dari sampah yang mungkin ada. Selanjutnya Anda perlu menunggunya selama beberapa waktu sampai kondisi permukaan menjadi kering kembali.
  • Lapisi permukaan dinding memakai coating yang memiliki kemampuan waterproof. Sapukan secara merata bahan ini ke permukaan dinding tersebut. Buatlah 2-3 kali lapisan waterproofing agar pori-pori dinding tertutup rapat. Sedangkan khusus untuk dinding yang mengalami kebocoran, Anda perlu menambal bagian yang bocor terlebih dahulu menggunakan mortar.
  • Keesokan harinya Anda bisa memasang keramik ke dinding kamar mandi kembali. Di sini Anda bisa memakai mortar yang ditambah dengan weldgrout. Weldgrout adalah bahan yang berfungsi sebagai perekat serta mempunyai kemampuan waterproof. Pasanglah keramik ke dinding menggunakan campuran bahan ini.
  • Jangan langsung mengaplikasikan nat pada keramik dinding yang baru dipasang. Anda perlu menunggunya selama 3-5 hari supaya uap air yang terjebak di balik keramik bisa menguap keluar terlebih dahulu. Setelah kondisinya menjadi kering, barulah kemudian Anda bisa mengaplikasikan nat di celah-celah antara keramik.