Cara Menggunakan Semen Instan yang Benar

Kita membutuhkan bahan perekat pada saat memasang batu bata, batako, atau bata ringan (hebel). Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi di bidang arsitektur terus mengalami perkembangan. Dulu kita biasa menggunakan campuran semen dan pasir yang ditambahi air secukupnya sebagai bahan perekat. Namun kini sudah ditemukan produk berupa bahan perekat yang bernama semen instan (mortar).

Semen instan pada dasarnya memiliki fungsi yang sama seperti semen biasa. Semen ini berguna untuk merekatkan material. Perbedaannya terletak pada tata cara pemakaian semen instan tersebut. Kita hanya perlu menambahkan air untuk menggunakan semen instan. Untuk 1 sak semen instan ukuran 40 kg kira-kira dibutuhkan tambahan air sekitar 10-10,5 liter. Setelah itu, bahan-bahan ini dicampur secara merata.

cara-menggunakan-semen-instan.jpg

Kebanyakan produk semen instan ini digunakan dalam pemasangan bata ringan. Cukup dengan lapisan spasi berketebalan 3 mm, maka bata ringan tersebut sudah terpasang sangat kokoh. Selain dipakai untuk memasang bata ringan, Anda juga bisa menggunakan semen instan untuk memasang keramik dan batu alam. Penggunaan semen instan akan mempermudah pekerjaan tersebut sehingga dapat berlangsung lebih cepat.

Apakah semen instan terbuat dari bahan yang sama seperti semen biasa? Ternyata tidak. Semen intan dibuat dari campuran active binder, pasir pilihan, semen, dan zat aditif dengan perbandingan komposisi tertentu. Bahan-bahan ini lantas diformulasikan secara tepat sehingga mampu merekatkan material dengan cepat dan kuat. Hal ini pula yang membuat harga semen instan menjadi lebih mahal hingga mencapai dua kali lipat daripada semen biasa.

Produk semen instan mempunyai kelebihan-kelebihan yang meliputi :

  1. Mudah digunakan dan siap pakai. Anda hanya perlu menambahkan air.
  2. Aplikasi lebih mudah dan efisien.
  3. Daya rekat tinggi dengan ketebalan aplikasi 3 mm.
  4. Hasil pasangan bata lebih tipis tapi rapi.
  5. Hasil pekerjaan mempunyai permukaan yang lebih rata.
  6. Spasi adukan lebih tipis sehingga hemat penggunaan material.
  7. Gampang dan ringan pada saat diaduk.
  8. Waktu pengerjaan lebih cepat sehingga menghemat biaya tenaga.
  9. Kerjaan menjadi terasa lebih ringan dan cepat selesai.
  10. Seiring bertambahnya waktu, strukturnya akan semakin kuat.

Anda mungkin sedang berniat untuk memasang pasangan bata menggunakan semen instan? Silakan ikuti petunjuk di bawah ini sebagai panduan dasarnya!

Peralatan yang digunakan :

  • Roskam bergigi 6 mm
  • Bak pengaduk
  • Ember
  • Cetok
  • Pengaduk

Langkah kerja :

  1. Siapkan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasangi bata ringan. Pasang petunjuk-petunjuk yang cukup untuk kerataan pemasangan bata ringan. Bersihkan dasar permukaan dari serpihan kotoran dan minyak yang dapat mengurangi daya rekat adukan.
  2. Permukaan sebaiknya kemudian dilembabkan atau dibasahi dengan air untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Begitu pula dengan bata ringan yang hendak dipasang sebaiknya juga dibasahi terlebih dahulu dengan air.
  3. Tuangkan air ke dalam bak pengaduk sebanyak 10-10,5 liter. Kemudian masukkan pula bubuk semen instan ke dalam bak pengaduk tersebut secara perlahan-lahan. Setelah itu, aduklah campuran ini hingga rata menggunakan pengaduk, hand mixer, atau sedok semen.
  4. Proses pemasangan bata ringan dapat dilaksanakan secara manual menggunakan roskam bergigi sebagai umumnya kita memasang batu bata. Tebal spasi adukan yang dianjurkan adalah 3 mm. Bata ringan dipasang satu per satu dan dipastikan tersusun dengan rapi.

Selamat mencoba!