Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Berbau Amis

Kebersihan rumah memang menjadi nomor satu. Anda harus memperhatikannya dengan baik. Apa gunanya rumah memiliki desain yang indah kalau kondisinya kotor? Tak ada manfaatnya. Sejalan dengan fungsi utama rumah sebagai tempat tinggal pemberi rasa aman dan nyaman, Anda harus senantiasa menjaga kebersihan rumah. Termasuk salah satunya yaitu menjaga kebersihan lantai dengan rutin menyapu dan mengepel permukaannya.

Tapi kenyataannya menyapu dan mengepel lantai saja tidak lantas membuat lantai di rumah Anda benar-benar bersih. Bukan tidak mungkin lantai tersebut malah menjadi sarang bagi kuman dan bakteri akibat kesalahan Anda dalam merawatnya. Salah satu ciri-cirinya adalah lantai mengeluarkan bau amis. Aroma yang tidak sedap ini biasanya muncul saat lantai dalam kondisi yang lembab atau basah. Dari mana kah asal-muasalnya?

Sebenarnya penyebab munculnya bau amis ini berasal dari kuman dan bakteri yang tinggal di atas permukaan lantai. Perlu Anda ketahui, mikroorganisme juga melakukan aktivitas seperti halnya makhluk hidup yang berukuran besar. Mereka pun meninggalkan sisa berupa kotoran. Dalam jumlah yang banyak, kotoran-kotoran ini akan tercium oleh manusia. Aromanya akan semakin tajam dalam kondisi yang basah. Inilah penyebab utamanya.

mengatasi-lantai-berbau-amis.jpg

Jadi lantai rumah yang berbau amis sebenarnya tidak bersih. Buktinya lantai tersebut masih dihuni oleh jutaan kuman dan bakteri. Saking betahnya mikroorganisme ini, malahan sampai membuat sarangnya lalu beranak pinak. Anda tidak boleh membiarkan kondisi buruk ini terus berlanjut. Tidak hanya interior rumah Anda menjadi berbau tidak sedap, kesehatan Anda dan keluarga pun terancam oleh kuman dan bakteri ini. Segera lakukan perlawanan.

Siram Permukaan Lantai dengan Air Panas

Amisnya lantai bisa menjadi indikasi yang kuat kalau ada begitu banyak mikroorganisme jahat yang tinggal di permukaannya. Jumlahnya sangat banyak hingga kotorannya saja tercium oleh Anda. Anda harus mengatasi kuman dan bakteri ini dengan membinasakannya. Caranya yaitu menyiramkan air panas ke permukaan lantai tadi. Seperti kita tahu, rata-rata mikroorganisme akan mati jika terkena air panas yang suhunya mencapai lebih dari 100 derajat celsius. Anda tinggal menyiramkan air ini di area yang dianggap menjadi sarangnya kuman/bakteri.

Basmi Jamur Memakai Cairan Pemutih Pakaian

Selain kuman dan bakteri, sebenarnya masih ada satu lagi makhluk hidup yang menimbulkan bau amis di lantai. Apakah itu? Jawabannya ialah jamur. Tanpa disadari, dinding rumah Anda dapat berubah menjadi ladang jamur. Jamur ini akan terus tumbuh dan menyebar ke segala arah. Apabila populasinya sudah semakin banyak, jamur akan merembet hingga ke permukaan lantai. Lantai pun menjadi licin, warnanya pudar, dan berbau busuk. Anda bisa menghilangkan jamur tersebut menggunakan cairan pemutih pakaian.

Gunakan Kain Pel yang Benar-benar Bersih

Tidak sedikit dari kita yang malas mencuci kain pel. Setelah selesai menggunakannya, kain pel ini biasanya dibilas sebentar, lalu dijemur sampai kering. Bahkan sebelum kondisinya benar-benar kering, tak jarang kain pel ini sudah dipakai lagi. Akibatnya kotoran pun semakin lama kian menumpuk di dalam kain pel. Kain ini tak ubahnya seperti sarang kuman dan bakteri. Jika Anda menggunakannya, artinya sama juga Anda menyebarkan kuman dan bakteri ke seluruh ruangan. Pantas saja rumah pun menjadi berbau amis. Anda harus rajin mencuci kain pel ini sampai bersih kalau tidak mau masalah ini berlarut-larut.

Pel Menggunakan Cairan Pembersih Lantai

Masyarakat Indonesia memang dikenal suka berhemat. Bahkan untuk mengepel lantai saja, tidak sedikit orang yang hanya memakai air. Kalau seperti ini sebenarnya aktivitasnya bukan mengepel, tapi membasahi lantai. Saat mengepel, Anda wajib menggunakan cairan pembersih lantai. Bagaimana pun permukaan lantai tersebut harus dibuat menjadi bersih dan steril lewat proses pengepelan. Itu sebabnya, Anda perlu memakai sabun pembersih sehingga kondisi lantai pun menjadi benar-benar bebas dari kuman dan bakteri.

Manfaatkan Bahan Alami sebagai Aromaterapi

Anda mungkin kurang suka dengan aroma dari sabun pembersih lantai yang kadang-kadang cukup menyengat? Sebagai alternatifnya, Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuk membersihkan lantai sekaligus memberi aroma yang harum. Contohnya seperti buah lemon dan jeruk nipis yang mampu memberikan aroma begitu menyegarkan. Anda juga bisa memakai bunga melati, bunga mawar, bunga sedap malam, bunga kenanga, atau bunga lavender untuk menghadirkan aroma wangi di seluruh penjuru rumah.

Cucilah Karpet Lantai secara Berkala

Kebanyakan penghuni rumah malas kalau harus mencuci lantai. Alasannya karena karpet lantai mempunyai ukuran yang besar dan bobotnya pun sangat berat. Memang cukup sulit untuk mencuci karpet. Akibatnya karpet pun jarang sekali dicuci. Bahkan tidak jarang pemilik rumah mencucinya setiap setahun sekali yakni saat mendekati momen perayaan yang penting seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, atau Tahun Baru Imlek. Walaupun kelihatannya bersih, karpet yang sudah lama tidak dicuci ini pasti mengandung banyak sekali kuman dan bakteri. Pantas saja lantai rumah Anda menjadi amis. Anda harus segera mencucinya.

Atur Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Ruang

Mikroorganisme paling suka tinggal di tempat yang agak lembab dan cenderung gelap. Apabila sirkulasi udara di dalam rumah Anda buruk, ditambah dengan teknik pencahayaan yang tidak memadai, maka dapat dipastikan ada banyak sekali kuman/bakteri yang ikut tinggal di dalam rumah Anda. Anda tidak boleh membiarkan kondisi buruk ini terus-menerus berlarut. Segera atasi masalah sirkulasi udara yang buruk dan pencahayaan yang kurang. Pastikan rumah Anda dipenuhi oleh udara yang segar dan keadaan di dalamnya terang.