Cara Membuat Kamar Kedap Suara dengan Gabus Styrofoam

Setiap orang menginginkan ruangannya terasa nyaman untuk ditinggali. Selain kondisinya yang bersih, dilengkapi fasilitas yang memadai, suasananya tidak panas, lingkungan ruang tersebut juga tenang. Siapapun pasti tak ingin tinggal di ruangan yang berisik dan bising. Termasuk Anda sendiri yang tidak mau tinggal di ruangan tersebut. Sayangnya kita tak kuasa mencegah kondisi lingkungan di luar supaya tetap tenang dan tidak berisik.

Satu-satunya solusi untuk membuat Anda tidak terganggu dengan kondisi lingkungan di luar rumah yaitu memasang alat peredam suara. Kini sudah banyak tersedia produk khusus yang berfungsi untuk meredam suara. Alat ini sangat efektif menghalau suara-suara mengganggu yang datangnya dari luar. Kondisi di dalam ruangan Anda seketika bakal langsung tenang setelah dipasangi alat peredam suara. Sayangnya harga alat ini cukup mahal.

membuat-peredam-suara-kamar.jpg

Sebagai alternatif, Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan tertentu yang memiliki kemampuan untuk meredamkan suara. Contohnya Anda dapat menggunakan styrofoam atau dikenal pula dengan sebutan gabus. Styrofoam ini mempunyai ruang hampa di dalam pori-porinya sehingga bisa dipakai sebagai bahan peredam. Ukurannya yang cukup tebal juga membuat styrofoam ini cukup efektif dalam menahan gelombang-gelombang suara.

Kalau Anda tertarik untuk membuat kamar yang kedap suara menggunakan bahan sederhana, Anda bisa memanfaatkan styrofoam. Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini!

Langkah 1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Kali ini kita akan menggunakan styrofoam sebagai bahan utamanya. Di pasar, terdapat begitu banyak pilihan styrofoam dengan model yang beragam. Kami sarankan belilah styrofoam yang berbentuk lembaran-lembaran papan. Sehingga nantinya Anda dapat menyusun styrofoam ini dengan rapi. Anda juga membutuhkan alat potong khusus untuk styrofoam dan lem khusus styrofoam. Selain itu, siapkan pula kayu balok yang biasa dipakai untuk rangka atap kayu. Kayu ini berguna sebagai kerangka dinding peredam.

Langkah 2. Mengosongkan Area Kerja

Area kerja yang kami maksud ialah ruangan yang akan dipasangi bahan peredam suara. Kamar Anda harus dikosongkan supaya Anda bisa bekerja dengan cepat dan leluasa. Keluarkan semua barang yang ada di dalam kamar tersebut tanpa terkecuali. Dari mulai lemari, kursi, meja, rak dinding, ranjang tidur, karpet, dan sebagainya. Usahakan tak ada satu pun barang yang masih berada di dalam kamar tersebut. Pindahkan barang-barang ini ke ruangan yang aman. Pastikan Anda meletakkannya dengan benar supaya tidak merusaknya.

Langkah 3. Menyusun Bahan Styrofoam

Karena Anda membeli styrofoam yang berbentuk papan atau lembaran layaknya tripleks, Anda bisa menghitung jumlah kebutuhan styrofoam tersebut dengan mudah. Anda cukup membagi luas dinding dengan luas styrofoam yang digunakan, maka hasilnya pun langsung ketemu. Nah, selanjutnya Anda bisa menempelkan styrofoam tersebut satu per satu ke permukaan dinding. Lumuri salah satu sisi styrofoam memakai lem khusus, lalu tempelkan ke dinding. Ulangi proses menempelkan styrfoam ini ke dinding sampai Anda berhasil menutupi seluruh permukaannya dan mendapatkan ketebalan dinding styrofoam sesuai keinginan.

Langkah 4. Membuat Kerangka Dinding

Tepat di depan susunan lembaran-lembaran papan styrofoam, Anda bisa membuat kerangka untuk menopang dinding gypsum. Mengapa Anda harus membuat dinding gypsum? Tujuannya agar penampilan kamar tetap rapi. Dinding gypsum ini akan menutupi keberadaan styrofoam-styrofoam tersebut dan menyembunyikannya. Anda bisa membuat kerangka dari kayu usuk. Pilihlah jenis kayu yang kuat, misalnya seperti kayu kalimantan, sehingga kerangka tersebut kuat menopang dinding gypsum, tak mudah rusak, serta awet hingga berpuluh-puluh tahun.

Langkah 5. Memasang Dinding Gypsum

Setelah kerangka dinding sudah berhasil dibangun, selanjutnya Anda tinggal memasang bahan gypsum di kerangka tersebut. Pasanglah gypsum ini sesuai dengan petunjuk yang pernah kami bahas sebelumnya supaya hasilnya bagus dan rapi. Kemudian Anda bisa melakukan proses pengampelasan dan penerapan dempul untuk meratakan permukaan dinding gypsum. Apabila permukaan dinding gypsum ini sudah benar-benar rata, silakan Anda bisa melakukan finishing dengan mengecat permukaannya memakai warna yang sesuai keinginan.