Cara Finishing Kayu Natural dengan Hasil Sempurna

Produk berbahan kayu yang tengah Anda buat perlu mendapatkan finishing supaya nilainya semakin terangkat. Proses ini akan menyempurnakan penampilan produk sehingga memiliki kesan yang lebih menarik. Anda bisa mencoba memberikan finishing kayu natural. Saat ini, finishing natural sedang begitu disukai seiring dengan meningkatnya popularitas desain rumah bergaya industrialis. Finishing akan menonjolkan identitas asli kayu.

Pada dasarnya, finishing natural berfungsi untuk menonjolkan karakteristik alami dari kayu itu sendiri. Contohnya bila Anda memberikan finishing ini pada kayu jati, maka warna cokelat tua pada kayu tersebut akan semakin terlihat dan pola urat kayunya yang indah bakal terlihat jelas. Begitu pula jika Anda menerapkannya kepada kayu mahoni yang berwarna cokelat kemerahan atau kayu jati belanda yang notabene berwarna cokelat kekuning-kuningan.

cara-finishing-kayu-natural.jpg

Kalau jaman dulu kita mengenal bahan finishing berupa plitur. Bahan ini terbuat dari resin serangga yang dinamakan sheerlac. Tidak seperti cat yang menutup permukaan kayu, sheerlac justru mampu menonjolkan penampilan kayu. Akhirnya penampilan natural kayu pun akan terlihat asli. Walaupun hasilnya bagus, tetapi sheerlac ini tidak dapat bertahan lama. Hal ini dikarenakan sheerlac hanya bisa membentuk satu lapisan saja.

Untungnya sekarang sudah ditemukan teknik finishing kayu yang hasilnya menyerupai sheerlac namun dengan daya tahan yang jauh lebih baik. Teknik ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap base coat, tahap coloring, dan tahap top coat. Tiga lapisan bahan ini akan saling bekerja sama dalam meningkatkan daya tarik kayu dengan kesan natural serta melindunginya. Jadi Anda akan mendapatkan dua manfaat sekaligus saat menerapkan teknik finishing ini.

Tahap 1. Base Coat

Proses base coat dilakukan dengan memberikan dempul ke permukaan kayu untuk menutupi pori-porinya. Sehingga kayu pun kini menjadi tidak memiliki pori-pori yang berukuran cukup lebar. Manfaatnya adalah tekstur kayu menjadi lebih halus serta kayu pun tidak lagi menyerap kelembaban udara sehingga ukurannya lebih stabil. Tahap base coat ini sangat penting serta tidak boleh dilewatkan.

Pilih dempul yang memiliki warna sesuai warna asli kayu. Campurkan dengan air secukupnya, lalu aduk hingga tercampur rata. Selanjutnya Anda bisa mengoleskan dempul ke permukaan kayu menggunakan kain. Lakukan gerakan yang searah jarum jam dan berulang-ulang sampai hasilnya benar-benar rapi dan rata. Pastikan seluruh pori-pori kayu tertutupi oleh bahan ini. Tunggu selama 20-30 menit agar dempul mengering. Kemudian gosok dengan ampelas nomor 240 sampai serat kayu terlihat dan permukaan menjadi halus.

Tahap 2. Coloring

Untuk pewarnaan, hindari menggunakan cat. Kami rekomendasikan pakailah bahan wood stain sehingga permukaan kayu tidak tertutupi, melainkan tampak semakin menonjol. Pilih warna sesuai warna asli kayu yang Anda gunakan. Campur wood stain dan air dengan perbandingan 2:1. Oleskan bahan ini menggunakan kuas dengan lapisan yang tipis saja. Anda bisa membuat 2-3 lapisan wood stain agar warnanya tampak jelas. Tunggu sekitar 1-2 jam. Setelah kering, haluskan memakai ampelas nomor 400.

Tahap 3. Top Coat

Top coat merupakan lapisan berwarna transparan untuk melindungi lapisan-lapisan yang ada di bawahnya. Jika Anda ingin mendapatkan warna yang natural, pilihlah bahan coating yang berwarna doff/matte, bukan glossy. Sebelumnya campurkan bahan top coat dengan air memakai perbandingan 2:1. Setelah diaduk sampai tercampur rata, bahan ini dapat diterapkan pada seluruh permukaan kayu. Buatlah 2-3 kali lapisan tipis agar hasilnya bagus. Lapisan ini akan mengering sempurna dalam waktu 1 x 24 jam.

KIAT-KIAT

Anda tentunya sangat menginginkan produk kayu yang berwarna alami, kan? Kiat-kiat di bawah ini akan membantu Anda mewujudkannya.

  1. Gunakan dempul (wood filler) yang memiliki warna mirip seperti warna asli kayu.
  2. Kuaskan wood stain dengan lapisan yang tipis dan berulang-ulang.
  3. Jangan langsung mengaplikasikan tebal wood stain karena warnanya menjadi gelap.
  4. Proses mengampelas dempul dilakukan dengan cara ditekan penuh.
  5. Sedangkan proses mengampelas wood stain sebaiknya mengambang.
  6. Pilihlah produk cat kayu water based untuk mendapatkan kesan natural yang terbaik.