Agar Pagar Bambu Awet dan Tidak Cepat Rusak

Anda memang bisa menggunakan berbagai bahan untuk membuat pagar rumah. Asalkan bahan tersebut mempunyai struktur yang kuat dan kokoh, maka Anda bisa memanfaatkannya sebagai pagar. Contohnya yaitu bambu. Bambu merupakan material alami yang strukturnya sangat kuat. Bahan ini juga memiliki sifat yang cukup keras. Oleh sebab itu, bambu sering digunakan sebagai alternatif bahan bangunan yang alami selain kayu. Anda pun dapat memakai bambu ini untuk membuat pagar.

Rumah yang dilengkapi dengan pagar dari bambu seketika akan penuh dengan nuansa khas pedesaan. Material yang satu ini memang terlihat begitu alami. Bahkan suasana alami yang diciptakan oleh bambu jauh lebih kuat daripada kayu. Bagi Anda yang memang sangat menginginkan desain rumah yang sarat akan suasana tradisional, natural, dan etnik, maka kami sangat merekomendasikan untuk menggunakan pagar rumah dari bambu. Rumah impian Anda pasti bakal tercipta dengan pagar ini.

Akan tetapi, Anda tidak boleh asal-asalan dalam membuat pagar bambu. Pagar ini harus dibuat dengan kaidah-kaidah yang semestinya. Kalau Anda membuat pagar bambu hanya asal jadi saja, kualitasnya pun pasti tak akan maksimal. Pagar tersebut mempunyai kualitas yang rendah, tidak awet, serta gampang rusak. Pagar bambu Anda pasti bakal tidak tahan terhadap sinar matahari, air hujan, dan angin kencang yang terus menerpanya. Akibatnya adalah pagar bambu tersebut akan cepat rusak.

agar-pagar-bambu-awet.jpg

Agar pagar bambu di rumah Anda lebih awet serta tidak mudah rusak, cobalah kiat-kiat di bawah ini :

Pilihlah Jenis Bambu yang Tepat

Terdapat sekitar 1250 jenis bambu di seluruh dunia. Kenyataannya ialah lebih dari 140 jenis bambu atau sekitar 11% merupakan bambu spesies asli Indonesia. Bambu yang usianya sudah cukup tua sekitar 4-5 tahun bisa dipilih karena telah memiliki struktur yang kuat. Anda dapat mengeceknya dengan melihat warna  daun dan kelopaknya yang sudah nampak gelap dan mengering. Selain itu, bambu yang tua juga akan berbunyi cukup nyaring saat dipukul.

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat, Anda bisa menggunakan alat bantu berupa density test untuk mengukur tingkat kepadatan batang bambu tersebut. Bentuk alat ini berupa jarum. Cara memakainya yaitu Anda tinggal menembakkannya saja ke batang bambu yang hendak diuji, maka akan langsung diketahui berupa tingkat kepadatannya. Semakin padat batang bambu ini, maka semakin kuat dan kokoh pula strukturnya. Hal ini berarti kualitasnya pun semakin bagus.

Setelah ditebang, batang bambu tidak boleh langsung digunakan untuk membuat pagar. Bambu-bambu tersebut mesti dikeringkan terlebih dulu dengan menaruhnya dalam posisi berdiri tegak di atas sebuah alas yang keras. Tujuannya yaitu menurunkan kadar air yang terkandung di dalam batang bambu. Kalau tidak dikeringkan, bambu ini akan cepat menjadi lapuk. Bambu yang sedang dikeringkan juga harus ditaruh di atas alas yang keras untuk mencegah kelembaban tanah masuk ke dalam serat bambu.

Batang bambu tua yang telah dikeringkan akan memiliki bentuk dan ukuran yang stabil. Sebab bambu tersebut tidak mengalami penyusutan atau pemuaian lagi. Peristiwa ini juga sering kali menyebabkan batang bambu melengkung sehingga sulit diolah lebih lanjut. Setelah melalui tahap pengeringan, bambu kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat di permukaannya. Bersihkan batang bambu tersebut hingga permukaannya menjadi lebih bersih.

pagar-bambu-tidak-cepat-rusak.jpg

Lakukan Pengawetan Bambu

Batang bambu yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan wajib diawetkan terlebih dahulu. Maksud dari proses pengawetan bambu ini untuk menghilangkan zat glukosa yang terkandung di dalam batang bambu, di mana zat ini sangat disukai oleh serangga-serangga perusak bambu seperti rayap, kutu bubuk, kumbang, ulat, orong-orong, dan sebagainya. Pada prinsipnya, proses pengawetan bambu ini dilakukan dengan memasukkan zat-zat yang tidak disukai serangga ke dalam bambu.

Sebagai contoh, Anda bisa memanfaatkan cairan garam (acid) untuk mengawetkan bambu. Cairan ini diketahui sangat dibenci oleh serangga sehingga bambu pun menjadi aman. Caranya yaitu Anda bisa merendam batang-batang bambu yang akan diawetkan di dalam lumpur yang terletak di tepi sungai atau pantai. Karena berlangsung secara alami, proses ini sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama hingga mencapai 3-6 bulan agar zat garam masuk ke dalam seluruh pori-pori bambu.

Pengrajin bambu saat ini kerap menggunakan minyak tanah atau oli mesin bekas sebagai bahan untuk mengawetkan bambu. Sifatnya yang sangat keras secara efektif dan efisien sanggup membuat bambu menjadi beracun sehingga tidak bakal digerogoti oleh hama. Sama seperti sebelumnya, Anda tinggal merendam bambu yang akan diawetkan ke dalam kolam yang berisi minyak tanah atau oli bekas. Proses ini biasanya memakan waktu yang lebih cepat.

Saat ini juga sedang dikembangkan sebuah metode pengawetan bambu yang dapat berlangsung secara cepat. Metode ini dilaksanakan memakai borax-boric acid. Bahan ini bisa diaplikasikan ke dalam batang bamu dengan cara direndam di dalam kolam, disuntikkan, atau VSD (Vertical Soak Diffusion). Batang bambu yang telah diawetkan lantas dikeringkan kembali dengan cara disusun secara vertikal di tempat yang teduh. Proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 2-3 minggu tergantung kondisi cuaca.

tips-agar-pagar-bambu-awet.jpg

Rawatlah Pagar Bambu dengan Baik

Kalau ingin pagar bambu di rumah Anda lebih awet, maka Anda harus merawatnya dengan baik. Proses perawatan ini mutlak wajib dilakukan. Perawatan yang paling utama yaitu melindungi pagar tersebut. Anda mesti mengecat pagar bambu menggunakan cat yang mampu melindunginya dari sinar matahari, air hujan, dan cuaca ekstrem. Anda bisa mengecat pagar bambu ini menggunakan cat khusus bambu. Atau bila sulit mendapatkannya, Anda bisa memakai cat kayu.

Dalam membuat pagar bambu, usahakan Anda tidak langsung menancapkan batang-batang bambu ke dalam tanah. Ukuran pori-porinya yang besar membuat bambu mudah menyerap kelembaban tanah hingga akhirnya struktur bambu ini menjadi lapuk. Ada baiknya Anda memberinya alas berupa beton atau menyambung bambu dengan besi di bagian bawahnya. Solusi sederhana ini cukup efektif dapat mencegah pagar bambu melapuk dan diserang jamur.

Keretakan yang menimpa pagar bambu juga harus segera diatasi secepat mungkin. Sebab kalau tidak, keretakan tersebut dapat menjalar dengan cepat ke bagian pagar yang lainnya. Keretan ini bisa menjalar ke seluruh batang bambu karena arah seratnya yang lurus. Pagar bambu yang retak mengindikasikan kalau struktur di bagian tersebut cukup lemah atau beban yang diterimanya terlalu berat. Maka untuk mengatasinya, Anda tinggal mengganti pagar yang rusak serta memperkuat struktur di sekitarnya.