5 Tips agar Lantai Semen Awet dan Tidak Mudah Retak

Setiap orang mempunyai selera tersendiri tentang desain rumah yang disukainya. Ada yang suka dengan rumah yang penuh kemewahan, namun sebagian lainnya lebih tertarik dengan rumah tinggal yang bernuansa tradisional dan menyatu dengan lingkungan alam. Ini adalah hak pribadi setiap individu. Semua orang bebas memilih desain rumah yang ia sukai. Termasuk Anda sendiri yang lebih suka rumah yang bergaya industrialis.

Konsep pembuatan desain rumah industrialis yaitu membangun rumah dengan tampilan yang menyerupai lingkungan di dalam area perindustrian. Ada banyak sekali material unfinished yang digunakan pada desain ini. Dengan penataan sedemikian rupa, material-material tersebut akan menghadirkan suasana yang kokoh, tegas, dan jujur khas dari gaya industrial. Salah satu cara untuk mendekorasi desain ini adalah membuat lantai semen.

lantai-beton-tidak-retak.jpg

Lantai semen pada hakikatnya merupakan lantai beton karena terbuat dari adukan beton yang diaplikasikan di atas permukaan tanah. Awalnya Anda bisa menuangkan adukan beton seperti pada proses pemlesteran pasangan bata. Setelah kondisinya kering, aplikasikan lapisan acian di permukaan plesteran tadi. Ketika baru dibangun, tampilan lantai semen ini memang terlihat kusam. Namun dengan perawatan yang tepat, Anda bisa membuatnya tampak hitam berkilau.

Anda harus waspada sebab lantai semen pun dapat bermasalah. Seiring dengan berjalannya waktu, lantai tersebut bisa mengalami keretakan struktur. Masalah ini biasanya disebabkan oleh beban tanggungan yang terlalu berat. Karena harus menahan beban yang berlebihan, maka sedikit demi sedikit lantai semen ini menjadi retak kemudian terus merembet jika beban tersebut terus ada. Hal ini jelas akan sangat merugikan Anda.

Sebenarnya Anda bisa melakukan upaya-upaya pencegahan agar lantai semen di rumah Anda tidak mengalami keretakan. Adapun caranya adalah sebagai berikut.

  1. Padatkan Tanah Sekuat Mungkin

Penyebab utama retaknya lantai semen yaitu kondisi permukaan tanah yang tidak stabil. Tanah di rumah Anda memiliki sifat yang labil, tidak padat, dan mudah bergerak. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pemakaian tanah urug yang kualitasnya jelek. Anda wajib melakukan proses pemadatan tanah sebelum lantai semen dibuat. Proses ini bisa dilakukan secara manual atau menggunakan alat bantu.

  1. Buatlah Dua Lapisan Lantai Semen

Untuk membuat lantai semen yang kuat dan kokoh serta tidak mudah retak, kami sarankan buatlah lantai ini dalam dua kali pengerjaan. Misalnya Anda ingin membuat lantai semen dengan ketebalan 6 cm. Jauh lebih bagus hasilnya apabila Anda membuat lantai semen setebal 3 cm terlebih dahulu, lalu membuat lagi lantai setebal 3 cm di atasnya setelah kondisi lapisan lantai yang pertama benar-benar kering.

  1. Gunakan Bahan Baku yang Bermutu

Kualitas suatu produk bahan bangunan memang tidak bisa dibohongi. Material yang terkenal memiliki kualitas bagus pasti hasilnya akan memuaskan Anda. Jadi pastikan Anda memakai material yang bermutu tinggi sebagai bahan baku pembuatan lantai semen tersebut. Dalam hal ini, Anda harus menggunakan semen yang sudah terkenal memiliki reputasi baik serta pasir yang telah diayak dan tidak mengandung tanah.

  1. Buatlah dengan Proses yang Benar

Anda harus membuat lantai semen dengan proses yang benar supaya hasilnya bagus. Mulai dari mencampurkan semen dan pasir dengan perbandingan yang pas, kemudian mencampurnya sampai rata dan tambahkan air secukupnya. Tanah yang akan dilapisi adukan beton ini harus dibersihkan terlebih dahulu agar bebas dari kerikil dan kotoran. Setelah itu, biarkan adukan tersebut mengering secara perlahan-lahan.

  1. Jaga Kondisi Lantai dengan Baik

Setelah lantai semen berhasil dibuat, Anda perlu merawatnya dengan baik. Hindari meletakkan benda-benda yang berbobot berat dengan bagian bawah yang lancip agar tidak merusak permukaan lantai. Jangan pernah membanting sesuatu di atas lantai semen. Sebaiknya berikan lapisan epoxy di permukaan lantai semen supaya lantai ini terlindungi dan tampilannya tampak indah berkilau.