3 Penyebab Utama Wallpaper Dinding Berjamur

Siapa sih yang tidak ingin memiliki rumah yang indah? Kenyataannya semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan rumah tinggal yang seindah mungkin. Berbagai cara dilakukannya agar rumah yang dimiliki mempunyai penampilan seperti layaknya rumah idamannya selama ini. Salah satunya adalah memasang wallpaper. Wallpaper merupakan aksen penghias dinding yang sangat ampuh digunakan untuk menciptakan kesan tertentu pada ruangan.

Tidak seperti cat dinding, wallpaper mempunyai corak atau motif bergambar. Gambar berupa corak/motif inilah yang sangat berguna untuk menghadirkan suatu kesan yang kita inginkan ke dalam ruangan. Seketika desain ruangan menjadi berubah seperti apa yang kita mau setelah wallpaper tadi terpasang. Misalnya jika Anda ingin membuat suatu ruangan menjadi terlihat lebih luas atau lebih tinggi, silakan pasang saja wallpaper yang bercorak garis-garis.

penyebab-wallpaper-dinding-berjamur.jpg

Kini Anda sudah berhasil memasang wallpaper ke salah satu permukaan dinding di rumah. Tapi mengapa ya wallpaper tersebut tampak bernoda? Jika diperhatikan dengan baik, permukaan wallpaper tadi dikotori oleh bercak-bercak berwarna putih yang tidak beraturan. Sebenarnya ini merupakan jamur. Jamur bisa tumbuh di wallpaper bila kondisi di sekitarnya terlalu lembab. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi buruk ini dapat terjadi.

Berikut ini faktor-faktor yang mengakibatkan tumbuhnya jamur di permukaan wallpaper.

  1. Atap yang Bocor

Anda harus memahami bahwa jamur hanya bisa tumbuh di tempat yang kondisinya cukup lembab. Dinding bisa menjadi lembab apabila atap di atasnya bocor. Air hujan yang masuk melalui atap tersebut akan membasahi dinding dan membuat keadaan lingkungannya menjadi basah. Jamur pun lama-kelamaan tumbuh di sini. Guna mencegahnya, Anda bisa segera memperbaiki kebocoran ini. Pastikan tidak ada atap yang bocor sedikit, terutama di area sekitar wallpaper.

  1. Rembes Pada Dinding

Perlu Anda ketahui, air memiliki sifat dapat meresap melalui celah-celah kecil. Air tanah bisa meresap naik lewat pori-pori yang ada di dalam dinding jika kondisinya memungkinkan. Salah satu tandanya terlihat Jika dinding rumah Anda tampak basah padahal tidak ada genangan air di sekitarnya. Dinding yang demikian ini dapat dengan mudah ditumbuhi jamur dan merembet ke lapisan wallpaper yang menutupinya. Cara memperbaiki kondisi ini yaitu menggunakan waterproof.

  1. Interior yang Lembab

Rumah dengan bukaan yang sedikit biasanya memiliki kondisi interior yang lembab. Meskipun kondisi cuaca di luar cerah, tetapi hawa di dalam rumah terasa dingin. Anda harus waspada terhadap interior yang lembab. Sebab dampaknya bisa mengakibatkan perabotan kayu di rumah Anda lapuk dan berjamur. Wallpaper juga rentan berjamur manakala rumah cukup lembab. Satu-satunya jalan keluar adalah mengatur bukaan sehingga sirkulasi udara dapat bergerak secara lancar.