Sipil
May9

Tips Memasang Dinding Kaca biar Tegak dan Kokoh

Apakah Anda memerlukan tips memasang dinding kaca? Dinding kaca adalah kunci rahasia membuat rumah mungil terasa lebih luas. Partisi transparan ini mampu menyatukan beberapa ruangan secara apik sehingga membuat interior terasa lega. Tren terbaru ialah memasang kaca sebagai dinding pemisah antara interior dan eksterior. Hasilnya seluruh penghuni pun dapat menikmati pemandangan di luar dari dalam rumah.

Namun membuat dinding kaca tidak semudah kelihatannya. Kaca yang digunakan pun tidak boleh sembarang kaca. Anda harus menggunakan kaca yang tebal sehingga kekuatannya hampir setara dengan tembok beton. Selanjutnya kaca tersebut perlu dibingkai memakai kusen yang tepat supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Sebisa mungkin gunakanlah jasa tukang yang profesional sebab bisa dibilang teknik pemasangan dinding kaca ini cukup rumit.

tips-memasang-dinding-kaca.jpg

Bagi Anda yang ingin belajar bagaimana cara menggunakan kaca sebagai dinding rumah, Anda bisa mempelajari panduan selengkapnya di website Arafuru ini. Sebab pada minggu ini, kami akan berkonsentrasi pada fokus tema tentang dinding kaca. Harapan kami tentunya Anda bisa memasang sendiri dinding kaca secara benar sehingga menghasilkan dinding yang dapat berdiri tegak dan kokoh.

Setidaknya terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan pertama kali untuk membentuk dinding kaca di rumah.

  1. Pakai Kaca yang Sesuai

Kami ingatkan sekali lagi bahwa tidak semua kaca bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan dinding. Anda harus memakai kaca khusus yang memiliki kekuatan tinggi. Biasanya kami memilih tempered glass untuk keperluan pekerjaan ini. Bahkan saking kuatnya, tempered glass bisa dibuat menjadi anak tangga. Selain kekuatannya yang sangat  baik, tempered glass juga lebih tahan terhadap benturan. Kalau pun didobrak secara paksa, pecahan dari kaca ini tidak berkeping-keping melainkan berupa butiran-butiran kecil sehingga relatif lebih aman.

Kalau Anda menginginkan kaca yang memiliki kekuatan lebih baik daripada tempered glass, gunakan saja laminated glass. Kaca laminasi pada dasarnya terbuat dari dua keping tempered glass. Kaca tempered yang telah disusun dua lapis ini selanjutnya direkatkan menggunakan sealent di antara kedua kaca tersebut. Bisa dikatakan kaca laminated mempunyai ketahanan yang sangat baik dari benturan. Pecahannya pun akan tetap melekat di dalam kaca. Anda bisa menggunakan tempered glass atau laminated glass dengan ketebalan sekitar 5-15 mm sesuai luas dinding yang akan dibuat.

  1. Gunakan Bingkai yang Tepat

Kaca harus dipasang pada bingkai khusus agar dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Ada dua teknik yang kerap diaplikasikan pada pembuatan dinding kaca yaitu frame dan frameless. Pada teknik frame, proses pemasangannya mirip sekali dengan memasang kaca pada daun jendela. Jadi kaca nantinya diletakkan di antara dua bingkai yang terbuat dari kayu, PVC, atau aluminium. Jangan lupa untuk memberikan lapisan sealant di antara kaca dan bingkai untuk meredam getaran.

Sementara itu, teknik pembuatan dinding kaca dengan metode frameless sebenarnya tidak murni tanpa bingkai. Anda masih menggunakan bingkai yang sama, tetapi posisinya disembunyikan. Dengan demikian, dinding kaca pun kelihatan seolah-olah tidak dilengkapi dengan bingkai. Untuk menyembunyikan bingkai ini, Anda bisa menanamkannya di lantai dan balok melintang yang terletak persis di atas kaca. Minimal kaca harus tertanam di bingkai sedalam 1,5 cm biar merekat kuat.

  1. Jangan Lupa Pasang Sealant

Dinding kaca tidak hanya terbuat dari kaca dan bingkai saja, tetapi masih ada juga sealant yang harus dipasang. Kegunaan utamanya ialah meredam benturan kaca ke bingkai yang mungkin bisa terjadi pada saat timbulnya getaran. Beberapa pekerja juga kerap memanfaatkannya sebagai media penghubung antara kaca yang satu dengan kaca lainnya.

Sealant yang dipakai biasanya berupa karet yang diselipkan di antara permukaan kaca dan bingkai. Mudah saja untuk menggunakan sealant ini karena wujud awalnya berupa pasta. Anda hanya perlu mengoleskannya di sepanjang pertemuan antara kaca dan bingkai. Tinggal tunggu selama beberapa saat, sealant tadi pun akan mengeras. Agar fungsinya terus terjaga secara optimal, lapisan sealant ini perlu diganti secara berkala biar tidak getas.