Sipil
Apr25

Tipe-tipe Bendungan yang Wajib Diketahui

Apakah pengertian dari bendungan? Apa pula tipe-tipe bendungan menurut ukuran, tujuan pembangunan, dan penggunaannya? Sebutkan juga jenis-jenis bendungan berdasarkan konstruksi, fungsi, serta jalannya air!

Bendungan adalah konstruksi bangunan air yang berfungsi untuk menahan laju aliran air sehingga membentuk waduk, danau, dan wadah rekreasi. Beberapa bendungan juga sering dimanfaatkan untuk mengalirkan air untuk menggerakkan turbin sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menerjemahkan bendungan sebagai pengempang untuk menahan air di sungai, atau rintangan yang bersifat kontinu dan padat yang letaknya tidak selalu melintangi sebuah sungai dengan tujuan untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air. Sebutan lain untuk bendungan ialah dam.

tipe-bendungan.jpg

Tipe-tipe Bendungan

Apabila ditinjau berdasarkan beragam faktor, tipe-tipe bendungan dapat dikategorikan menjadi bermacam-macam jenis, antara lain :

  1. Ukuran

Menurut ukurannya, bendungan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu bendungan besar dan bendungan kecil. Bendungan besar memiliki ketinggian lebih dari 15 m jika diukur dari bagian dasar pondasi hingga ke puncak bendungan. Sedangkan bendungan kecil mempunyai ketinggian kurang dari 15 m. Bendungan kecil yang memiliki ketinggian sekitar 10-15 m bisa disebut pula sebagai bendungan besar jika panjang puncaknya lebih dari 500 m, daya kapasitasnya tidak kurang dari 1 juta m3, debit banjir maksimal lebih dari 2.000 m3/detik, pondasinya mengalami kesulitan khusus, dan desain bendungan tersebut tidak biasa.

  1. Tujuan Pembangunan

Ada dua jenis bendungan berdasarkan tujuan pembangunannya yakni bendungan tunggal dan bendungan serbaguna. Bendungan dengan tujuan tunggal dibangun untuk memenuhi hanya satu tujuan saja. Di sisi lain, bendungan serbaguna didirikan untuk memenuhi beberapa tujuan sekaligus.

  1. Penggunaan

Ragam bendungan menurut penggunaannya terdiri atas bendungan pembuat waduk, bendungan penangkap/pembelok air, dan bendungan penghambat aliran air. Bendungan pembuat waduk adalah bendungan yang dibuat untuk membangun waduk sebagai penyimpan air. Bendungan penangkap/pembelok air yaitu bendungan yang berguna untuk menaikkan ketinggian level permukaan air sehingga bisa mengalir menuju saluran drainase. Sementara itu, bendungan penghambat aliran air ialah bendungan yang berperan untuk menghambat laju aliran air untuk mencegah terjadinya banjir. Bendungan tipe ini dapat dibedakan lagi menjadi bendungan untuk menyimpan air sementara dan bendungan untuk menyimpan air selama mungkin.

  1. Konstruksi

Jenis bendungan berdasarkan konstruksinya dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama, bendungan urugan adalah bendungan yang dibuat dengan menggali material tertentu tanpa menambahkan bahan lain yang bersifat campuran secara kimia. Terdapat tiga tipe bendungan urugan di antaranya bendungan urugan serbasama, bendungan urugan berlapis-lapis, serta bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air di muka. Kedua, bendungan beton ialah bendungan yang terbuat dari adukan beton, baik menggunakan tulangan baja maupun tidak. Bendungan beton terdiri atas bendungan beton menurut berat sendiri, bendungan beton dengan penyangga, bendungan beton berbentuk lengkung, dan bendungan beton kombinasi. Ketiga, bendungan lainnya yakni bendungan yang terbuat dari material yang lain seperti kayu, besi, pasangan bata, dan pasangan batu.

  1. Fungsi

Bila dibedakan menurut fungsinya, ada delapan tipe dari bendungan antara lain :

  1. Bendungan pengelak pendahuluan yaitu bendungan yang awalnya didirikan di sungai ketika debit air rendah supaya lokasi di mana bendungan pengelak akan dibangun kering terlebih dahulu sehingga memungkinkan pembuatan konstruksi secara teknis.
  2. Bendungan pengelak adalah bendungan yang berfungsi untuk mengelakkan aliran air, di mana bendungan ini dibuat setelah proses pembuatan bendungan pengelak pendahuluan selesai.
  3. Bendungan utama yakni bendungan yang dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi suatu tujuan tertentu.
  4. Bendungan sisi ialah bendungan yang berguna untuk mendukung peran dari bendungan utama, di mana bendungan ini terletak di sisi sebelah kiri dan kanan bendungan utama.
  5. Bendungan di tempat rendah adalah bendungan yang dibangun untuk mencegah keluarnya air dari waduk agar tidak mengalir ke lingkungan sekitar. Bendungan ini biasanya berada di tepi waduk yang terletak cukup jauh dari bendungan utama.
  6. Bendungan tanggul ialah bendungan yang juga berfungsi untuk membantu kegunaan bendungan utama. Bendungan ini dibuat di sisi kiri atau kanan bendungan utama dengan jarak yang cukup jauh, serta memiliki ukuran tinggi 5 m dan panjang 5 kali tingginya.
  7. Bendungan limbah industri yakni bendungan yang berguna untuk menahan lembah cair yang berasal dari industri. Bentuk dari bendungan ini berupa timbunan yang dibangun secara bertahap.
  8. Bendungan pertambangan yaitu bendungan yang mempunyai kegunaan sebagai penahan hasil galian pertambangan. Pada umumnya, bendungan ini dibuat dengan memanfaatkan material yang ada di sekitar area pertambangan dan dibentuk menyerupai timbunan secara bertahap.
  9. Jalan Air

Sementara itu, pembagian bendungan berdasarkan jalan air terdiri dari bendungan untuk dilewati air dan bendungan untuk menahan air. Suatu bendungan bisa dikatakan sebagai bendungan untuk dilewati air apabila bendungan tersebut memang sengaja dibangun untuk dilewati air. sebagai contoh yaitu bendungan yang terdapat pada bangunan pelimpah. Sedangkan bendungan untuk menahan air adalah bendungan yang berfungsi untuk menahan air serta sama sekali tidak boleh dilewati air.