Sipil
Jan27

Syarat-syarat Urugan Tanah yang Baik

Pekerjaan urugan tanah dilakukan dengan memindahkan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang hendak diurug. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengubah kondisi suatu tempat agar memiliki ketinggian dan bentuk yang sesuai dengan keinginan. Urugan tanah biasanya dikerjakan pada sektor pertanian, infrastruktur, bangunan, dan kerajinan. Adapun jenis tanah yang dipakai umumnya berupa tanah merah, tanah padas, dan tanah semi padas.

Mengingat pekerjaan ini cukup menguras banyak tenaga, pengurugan seringkali menggunakan bantuan alat berat seperti exavator, loader, dan truck dump. Exavator biasanya dipakai apabila area pengambilan tanah mempunyai ketinggian lebih dari 10 meter sehingga jangkauannya lebih panjang. Sedangkan untuk loader lebih tepat diterapkan jikalau area pengambilan tanah memiliki ketinggian kurang dari 10 meter sehingga dapat bergerak lebih cepat. Sementara itu, untuk memindahkan tanah dari area pengambilan ke lokasi pengurugan, alat berat yang bisa dimanfaatkan yaitu truck dump dengan spesifikasi sesuai jumlah tanah yang akan diangkat dan kondisi jalan yang dilalui.

urugan-tanah-yang-baik.jpg

Di bawah ini persyaratan yang mempengaruhi suatu pekerjaan urugan tanah bisa dikatakan baik, antara lain :

1. Pemeriksaan Terhadap Situasi dan Kondisi Tanah

Sebelum proses pengurugan tanah dilaksanakan, kontraktor wajib meneliti terlebih dahulu tentang situasi dan kondisi area. Khususnya mengenai keadaan tanah, sifat dan luas pekerjaan, serta faktor-faktor lain terkait pengurugan tersebut. Hal ini akan membantu dalam memastikan ketepatan tanah yang dipakai dan memperlancar tawar-menawar harga.

2. Pengukuran Tanah Berdasarkan Rencana Gambar

Pengukuran tanah dimaksudkan untuk membuat garis besar pelaksanaan dan pegangan bagi kontraktor. Pengukuran memanfaatkan alat bantu berupa waterpass, theodolit, prisma, dan lain-lain. Satuan yang dipakai adalah cm dan m. Titik duga level ditentukan 40 cm dari permukaan tanah aman setelah direncanakan. Titik duga ini selanjutnya ditandai dengan palang kayu berukuran 2 m dilengkapi penampang 5 x 5 cm dan beton bertulang berukuran 15 x 15 cm.

3. Persiapan Tahap Awal Proyek

Persiapan dilakukan dengan memasang papan nama proyek sesuai standarisasi. Bila memakai jalan umum untuk pengangkutan tanah harus mendapatkan izin dari kementrian terkait. Area proyek juga harus dibersihkan dari hal-hal yang berpotensi mengganggu jalannya pekerjaan.

4. Persiapan Pekerjaan dan Alat Bantu Kerja

Persiapan pertamakali dikerjakan dengan meratakan tanah. Selanjutnya tanah tersebut dibuat jalur, saluran air, dan dibentuk sesuai gambar rencana. Antar-pekerja juga wajib melakukan koordinasi dengan baik supaya pekerjaan proyek menjadi lebih efektif. Berikutnya dilakukan penelitian tanah pada titik-titik yang diperlukan untuk selanjutnya dituliskan dalam laporan.

5. Persyaratan Bahan Baku Tanah yang Baik

Untuk urugan, tanah yang digunakan harus bebas dari humus, sampah, akar, kotoran, dan batu berukuran lebih dari 10 cm. Tanah urug ini bisa diperoleh dari lokasi di sekitar proyek atau di luar wilayah asalkan memenuhi persyaratan tadi. Disarankan untuk memilih tanah yang struktunya berbutir-butir agar lebih kuat. Biasanya tanah yang digunakan untuk urugan berasal dari jenis tanah merah, tanah padas, dan tanah semi-padas.