Sipil
May10

Secara Modern, Ini 4 Cara Pengawetan Bambu

Pengawetan bambu secara modern bertujuan untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatannya. Jika tidak diawetkan, bambu hanya mampu bertahan selama kurang lebih 3 tahun saja. Ini disebabkan bambu merupakan makanan alami bagi kumbang bubuk, rayap, cendawan, dan sebagainya karena mengandung zat glukosa yang cukup tinggi.

Pamor bambu kini kembali meningkat seiring dengan semakin mahalnya harga bahan-bahan bangunan untuk mendirikan rumah semisal kayu, batu bata, batako, dan beton. Di samping harganya yang cukup murah, bambu juga dinilai mempunyai keunggulan tersendiri. Sayangnya tingkat keawetan bambu terbilang rendah serta rentan mengalami kerusakan akibat air hujan dan cahaya matahari.

Pada zaman dahulu, orang-orang mengawetkan bambu secara tradisional. Meskipun terbukti ampuh dapat menaikkan kekokohan bambu, tetapi metodologi tersebut dianggap kurang layak diterapkan di dalam perindustrian sebab prosesnya yang memakan waktu selama berbulan-bulan tidak sanggup memenuhi permintaan pasar yang cepat. Oleh karena itu, teknik pengawetan bambu pun terus dikembangkan guna menciptakan metode yang efektif dan efisien.

Pada prinsipnya, proses pengawetan bambu secara modern dilakukan dengan menuangkan bahan pengawet ke dalam bambu agar cairan alami yang dikandungnya terdesak keluar melalui pori-pori. Semakin modern metode yang digunakan, maka hasilnya pun akan semakin maksimal dan kadar air yang terkandung di dalam bambu semakin sedikit.

cara-pengawetan-bambu.jpg

Nah, berikut ini beberapa teknik modern dalam pengawetan bambu yang bisa Anda praktikkan!

  1. Menuangkan Minyak Solar

Salah satu teknik yang paling sederhana yang biasa dilakukan oleh para perajin bambu ialah menggunakan solar. Pertama, bambu segar yang baru ditebang diletakkan dalam posisi berdiri dan terbalik. Kedua, tuangkan solar melalui lubang bambu pada bagian teratas. Ketiga, biarkan solar meresap ke dalam seluruh pori-pori bambu selama 3-5 hari. Selain solar, Anda juga bisa memanfaatkan oli bekas atau minyak tanah.

  1. Merendam di Dalam Boraks

Boraks dikenal sebagai bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan suatu bahan. Perendaman batang-batang bambu ke dalam larutan boraks terbukti efektif meningkatkan daya tahannya. Lamanya waktu yang diperlukan dalam proses perendaman ini tergantung jenis bambu dan tipe boraks yang dipakai. Jika Anda mengalami kesulitan dalam mendapatkan boraks, Anda bisa menggantinya dengan arsenik, boric, antiboriks, dan sebagainya.

  1. Brutt Treatment Method

Pekerjaan brutt treatment method dilaksanakan dengan “memaksa” bambu untuk menyerap zat pengawet seperti boraks, boric, CCB, CCA, dan ter. Caranya yaitu potong bagian bawah batang bambu cukup setinggi 5-10 cm dari akar. Lalu masukkan bagian bawah batang bambu tersebut ke dalam wadah yang telah berisi cairan pengawet. Ingat, jangan buang ranting dan daunnya agar proses metabolisme bambu terus berlangsung. Meskipun terhitung sederhana, hasil brutt treatment method ini dinilai belum efektif, kapasitasnya terbatas, dan memakan waktu yang cukup lama.

  1. Boucherie Method

Pengawetan bambu memakai boucherie method memanfaatkan bantuan dari mesin boucherie. Mulailah dengan memasukkan potongan-potongan bambu ke dalam mesin ini. Kemudian alirkan pula cairan pengawet melalui lubang khusus menggunakan tekanan tertentu. Gunakan pompa kedap udara untuk mempercepat proses pengalirannya. Metode ini dianggap selesai manakala konsentrasi cairan yang keluar dari bambu sama dengan konsentrasi bahan pengawet yang masuk.

Tanpa melalui proses pengawetan, konstruksi yang terbuat dari material bambu hanya mampu bertahan sekitar 3-5 tahun. Dengan menerapkan metode pengawetan di atas secara benar, daya tahan struktur bambu tersebut sanggup mencapai puluhan tahun. Namun dengan catatan hindarkan bambu dari kontak langsung terhadap tanah, khususnya yang memiliki kelembaban tinggi. Kuaskan pula cairan pernis ke seluruh permukaan bambu setiap setahun sekali.