Sipil
Dec30

Proses Pembuatan Lantai Kayu di Pabrik

Bagaimanakah proses pembuatan lantai kayu dilakukan di pabrik? Lantai kayu dikenal pula dengan sebutan lantai parket. Keunggulan utama yang dimiliki oleh lantai ini adalah kesan alaminya terasa sangat kental. Pada dasarnya, lantai kayu terbuat dari kayu gelonggongan yang diproses dengan serangkaian metode yang salin berkaitan untuk menghasilkan potongan-potongan kayu yang sesuai standar kualitas produk.

Tahukah Anda, pengolahan flooring kayu (decking) membutuhkan proses yang sangat panjang. Proses ini dimulai dengan memilih jenis ayu yang layak dipakai, mengingat tidak semua kayu bisa diolah menjadi lantai. Misalnya jika Anda ingin membuat lantai dari kayu ulin, maka bahan baku berupa kayu yang digunakan tersebut harus benar-benar sudah matang sehingga dapat diciptakan sebuah lantai yang mempunyai daya tahan yang tinggi.

proses-pembuatan-lantai-kayu.jpg

Khususnya buat Anda yang penasaran, berikut ini proses pembuatan lantai kayu yang biasa dilakukan di pabrik :

Mesin-mesin yang digunakan :

  • Mesin planer berguna untuk meratakan sisi atas dan bawah flooring serta sisi atas dan bawah decking hingga mencapai tingkat ketebalan yang sesuai keinginan.
  • Mesin sawer berfungsi untuk membelah material sisi samping dari flooring dan decking hingga mencapai lebar maksimal yang diminta oleh konsumen.
  • Mesin handsaw berguna untuk memotong sisi panjang dari material papan kayu untuk flooring dan decking.
  • Mesin jointer berfungsi untuk meratakan sisi yang dipakai untuk area sambungan dengan material yang lain.
  • Mesin Tang and Groove (T&G) berguna untuk mendukung proses pembuatan flooring, terutama membuat sambungan papan dengan papan yang lain.
  • Mesin gerinda berfungsi untuk membantu melakukan finishing pada flooring dan decking.

Langkah-langkah pengerjaan :

  1. Proses pembuatan lantai kayu dimulai dengan membelah kayu yang masih berbentuk gelonggongan (log) menggunakan mesin sawer. Proses ini akan menghasilkan papan-papan kayu yang berukuran cukup tipis dengan ketebalan sekitar 15-20 mm. Setelah itu, semua papan kayu ini lantas dipotong pada sisi lebarnya dengan ukuran tertentu sehingga menghasilkan potongan-potongan kayu yang berbentuk kotak (sawn timber).
  2. Seluruh sawn timber lalu dimasukkan ke dalam mesin oven atau kiln try. Tujuannya yaitu untuk mengeringkan potongan-potongan kayu tersebut hingga mencapai kadar air tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.
  3. Potongan kayu yang telah kering selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin moulding. Di dalam mesin ini, potongan-potongan kayu tadi akan dibentuk kembali sedemikian rupa serta diberi profil tang and groove (T&G). Dengan demikian sambungan antar masing-masing papan pun menjadi lebih kuat.
  4. Proses berikutnya yaitu potongan-potongan kayu tadi dipindahkan ke mesin double end. Di sini, semua potongan kayu tersebut bakal diberikan profil T&G khususnya pada ujung-ujungnya. Sampai di langkah ini sebenarnya lantai kayu sudah jadi dan siap pakai, tetapi penampilannya masih kurang menarik.
  5. Oleh karena itulah, pada tahap kelima ini dilakukan proses finishing terhadap lantai kayu yang telah selesai dibuat. Lantai kayu tadi akan diratakan permukaannya terlebih dahulu. Kemudian lantai tersebut dilapisi dengan cairan pemoles untuk memberikan efek-efek tertentu berupa warna, corak, dan kilauan.