Perbedaan Pondasi Cakar Ayam dan Pondasi Batu Kali serta Perbandingannya

Pondasi adalah struktur bangunan yang berfungsi untuk menahan beban bangunan dan meneruskannya ke dalam tanah. Daya dukung pondasi sangat mempengaruhi kekuatan bangunan supaya dapat berdiri dengan kokoh. Pondasi ini sendiri terletak pada konstruksi bangunan yang posisinya paling bawah. Tapi pondasi mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kekuatan bangunan. Kuat tidaknya suatu bangunan sangat ditentukan oleh kekuatan pondasi yang bertugas untuk memikulnya.

Seiring dengan kemajuan perkembangan ilmu di bidang arsitektur, kini ada banyak sekali ragam pondasi yang sudah berhasil diciptakan. Dua di antaranya yang paling banyak digunakan sebagai pondasi untuk rumah-rumah tinggal di Indonesia yaitu pondasi batu kali dan pondasi cakar ayam. Kedua ragam pondasi ini sangat sering diaplikasikan oleh para pekerja bangunan di sini. Kira-kira apa saja ya perbedaan antara kedua jenis pondasi tersebut? Kalau kita bandingkan keduanya, pondasi yang lebih unggul?

Pondasi Cakar Ayam

perbedaan-pondasi-cakar-ayam.jpg

Pondasi cakar ayam dalam bahasa inggris disebut floorplate foundation. Ini merupakan pondasi karya anak bangsa yang memiliki banyak sekali kelebihan. Dinamakan cakar ayam karena bentuk pondasi ini memang menyerupai kaki ayam. Pondasi ini memanfaatkan beton bertulang yang dibentuk seperti kaki ayam sebagai struktur utamanya. Lantas kaki-kaki ayam ini diletakkan di setiap sudut bangunan dengan kedalaman sekitar 60-300 cm. Kaki-kaki ayam ini sendiri berfungsi sebagai pijakan bagi struktur kolom.

Hubungan antara satu titik pondasi cakar ayam dengan titik yang lainnya disambungkan menggunakan besi kolom. Digunakan besi yang ukurannya 8 mm, 10 mm, 12 mm, atau 15 mm sesuai kebutuhan dan perencanaan. Sementara ukuran ketebalan pondasinya sekitar 10-15 cm. Hasilnya yaitu pondasi pun terikat dengan sempurna sehingga posisi bangunan senantiasa stabil dan tidak terpengaruhi tanah. Sedangkan kolom-kolom besi ini sendiri nantinya digunakan sebagai penyangga dari dinding batu bata.

Pondasi Batu Kali

perbedaan-pondasi-batu-kali.jpg

Pondasi batu kali merupakan pondasi yang sangat sederhana sehingga banyak sekali digunakan dalam pembuatan bangunan, terutama rumah 1 lantai. Pondasi ini disebut pondasi batu kali karena memakai batu kali sebagai material utamanya. Umumnya batu-batu kali ini dipecah-belah terlebih dahulu agar ukurannya menjadi lebih kecil serta memiliki sudut-sudut yang tajam. Sehingga batu-batu ini pun dapat terpasang dengan baik, susunannya lebih rapat, dan mampu menyatu secara kuat.

Batu kali menjadi unsur utama yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pondasi batu kali. Biasanya dipilih batu kali yang ukurannya sekitar 10-30 cm untuk membuat pondasi ini. Hindari memakai batu kali yang ukurannya terlalu besar sebab akan menimbulkan celah-celah yang luas di antara susunannya. Hal ini menyebabkan kekuatan pondasi pun menjadi lemah. Batu-batu kali ini lantas disusun membentuk pondasi dengan ketebalan bagian bawah 40-60 cm dan bagian atas 30 cm. Dipakai campuran pasir dan semen sebagai bahan perekatnya.

Penentuan model pondasi batu kali dapat disesuaikan menurut kondisi tanah di area proyek. Begitu pula dengan kedalaman pondasi tersebut juga harus didasarkan pada karateristik tanah di tempat tersebut. Kalau proyek pembangunan dilakukan di tempat yang kontur tanahnya datar dan struktur tanahnya pun padat, maka pondasi batu kali bisa dibuat dengan kedalaman 60 cm. Akan tetapi, jika kondisi tanah di tempat tersebut masih labil, lunak, atau tidak stabil, maka pembuatan pondasinya bisa diperdalam lagi hingga mencapai 150 cm.

Perbedaan dan Perbandingan

Mari kita bandingkan antara pondasi cakar ayam dan pondasi batu kali berdasarkan perbedaan yang dimilikinya!

  1. Untuk membuat bangunan yang sederhana, misalnya yaitu rumah 1 lantai, Anda bisa memakai pondasi batu kali. Kekuatan dari pondasi ini sudah lebih dari cukup untuk menopang beban bangunan tersebut. Sehingga bangunan pun dapat berdiri dengan kokoh.
  2. Pondasi batu kali mempunyai model yang jauh lebih sederhana daripada pondasi cakar ayam. Sehingga hampir semua pekerja bangunan bisa membuatannya. Berbeda dengan pondasi cakar ayam yang memiliki model yang cukup rumit. Pastikan Anda meminta bantuan tenaga pekerja yang profesional.
  3. Jikalau Anda ingin membuat bangunan yang rumit dan tinggi, contohnya yakni rumah 2-3 lantai, maka Anda setidaknya harus menggunakan pondasi cakar ayam. Pondasi ini mampu menopang beban bangunan yang berat. Sedangkan pondasi batu kali tidak bisa melakukannya.
  4. Pembuatan bangunan di wilayah dengan kondisi tanah yang lunak dan tidak stabil sebaiknya memakai pondasi cakar ayam. Misalnya rumah yang dibangun di daerah rawa-rawa, maka Anda mesti memakai pondasi cakar ayam untuk menopangnya agar dapat berdiri dengan kokoh.
  5. Memang sih pondasi cakar ayam mempunyai kekuatan yang jauh lebih baik daripada pondasi batu kali. Namun biaya pembuatan pondasi ini pun jauh lebih mahal. Sehingga dalam pemilihan pondasi, Anda harus memperhatikannya. Kalau sudah cukup memakai pondasi batu kali, Anda tidak perlu menggunakan pondasi cakar ayam karena akan memboroskan anggaran.