Pengertian Rabat Beton dan Fungsinya

Apa itu rabat beton? Rabat beton (lean concrete) adalah lapisan beton yang dibangun di dalam galian tanah. Fungsinya sebagai landasan cor beton, cetakan (bekisting) cor beton pada sisi bawah, penahan kelembaban, serta penyetabil kerataan permukaan beton. Adanya rabat beton dapat juga mempermudah para pekerja dalam menyelesaikan tugasnya karena kondisi lingkungan yang lebih bersih dan tidak becek. Adapun ukuran ketebalan rabat beton biasanya tidak lebih dari 5 cm.

Rabat beton umumnya dibuat menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil dengan perbandingan 1:3:5. Namun kadang-kadang mutu bahan-bahan penyusun rabat beton tersebut berada jauh di bawah standar. Contohnya ukuran kerikil yang terlalu besar, pasir yang bercampur dengan tanah, atau air yang banyak mengandung lumpur. Sehingga perbandingannya pun perlu disesuaikan lagi. Disarankan memakai beton siap pakai (ready mix) yang berjenis K125 atau B0 karena mutunya lebih bagus daripada beton yang dibuat secara manual.

pengertian-rabat-beton.jpg

Apakah rabat beton hukumnya wajib dibuat dalam setiap proyek pembangunan? Jawabannya adalah tidak. Perlu Anda ketahui, rabat beton ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap struktur hasil pengerjaan konstruksi bangunan. Rabat beton sebatas membantu mempermudah para pekerja dalam melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pembuatan cor beton.  Tetapi sekarang jenis pekerjaan ini hampir selalu ada di setiap proyek pembangunan, khususnya proyek-proyek yang berhubungan dengan pembuatan rumah hunian.

Sama seperti cor beton pada umumnya, bahan-bahan utama yang membentuk rabat beton terdiri atas empat material pokok. Di antaranya yaitu semen, pasir, kerikil, dan air. Di dalam adukan tersebut, semen berfungsi sebagai bahan perekat, pasir sebagai bahan pengisi, kerikil sebagai bahan penguat, serta air sebagai bahan pencampur. Mutu beton dalam pembangunan rabat beton tidak perlu dibuat terlalu tinggi, melainkan cukup menggunakan beton K125. Hal ini tidak terlepas dari peranan rabat beton yang notabene hanya sebatas landasan.

Rabat beton dapat dibangun persis di atas permukaan tanah di dalam galian tanah. Nantinya di atas rabat beton ini bisa diisi dengan lapisan pasir urug, pondasi, dan sloof beton bertulang. Adapun pekerjaan pembesian tulangan beton untuk pondasi dan sloof baru boleh dilakukan setelah kondisi rabat beton benar-benar kering dan mengeras dengan sempurna. Sehingga para pekerja dapat menyelesaikan pekerjaan pembesian dengan lebih mudah karena tidak terganggu oleh tanah yang becek atau lumpur.