Sipil
Mar4

Pengertian Pondasi Tapak, Kelebihan dan Kekurangannya

Pondasi tapak adalah pondasi yang terbuat dari beton bertulang yang dibentuk papan/telapak. Pondasi ini biasanya digunakan sebagai tumpuan struktur kolom, khususnya untuk bangunan bertingkat. Agar bisa meneruskan beban ke lapisan tanah keras di bawahnya dengan baik, dimensi pondasi tapak sengaja dibuat lebih besar daripada ukuran kolom di atasnya.

Bahan bangunan yang digunakan untuk membuat pondasi tapak terdiri dari agregat kasar, agregat halus, perekat, dan air. Di antaranya pasir, kerikil, semen, dan air. Untuk beberapa kasus Anda bisa mengganti kerikil dengan batu split yang memiliki diameter 2-3 cm. Jangan lupa sediakan pula besi beton sebagai tulangan dan papan kayu sebagai bekisting.

pengertian-pondasi-tapak.jpg

Kelebihan-kelebihan dari pondasi tapak antara lain :

  1. Biaya pembuatannya terbilang cukup murah dibandingkan jenis pondasi lainnya
  2. Kebutuhan galian tanahnya tidak terlalu dalam
  3. Bisa dipakai untuk menahan bangunan yang mempunyai satu hingga empat lantai
  4. Proses pengerjaannya relatif sederhana
  5. Daya dukung yang dimilikinya sangat baik

Sedangkan, kekurangan-kekurangan dari pondasi tapak yaitu :

  1. Waktu pengeringan betonnya cukup lama hingga mencapai 28 hari
  2. Dibutuhkan manajemen waktu yang tepat agar pengerjaanya efisien
  3. Rumit dalam merencanakan pembesian dan desain penulangannya

JENIS-JENIS PONDASI TAPAK

Dalam memilih jenis pondasi tapak yang paling tepat untuk mendukung suatu bangunan, kita harus menyesuaikannya terhadap faktor-faktor tertentu. Mulai dari kedalaman tanah dari dasar pondasi, daya dukung tanah, keseragaman komposisi tanah, jenis bangunan yang akan disokong, sampai ukuran pondasi yang dibutuhkan. Nah, di bawah ini merupakan ragam dari pondasi tapak yang patut Anda ketahui :

1. Pondasi Tapak Setempat

Pondasi tapak setempat juga dikenal sebagai pondasi telapak kolom dan pondasi telapak terpisah. Kebanyakan pondasi ini berbentuk bujur sangkar untuk mengefektifkan ruang dan menjamin keseimbangannya. Namun jika ruangan yang tersedia tidak memungkinkan dibuat bentuk ini, maka pondasi tapak setempat juga bisa dibangun dalam bentuk persegi panjang.

2. Pondasi Tapak Dinding

Sesuai namanya, kegunaan utama pondasi tapak dinding adalah untuk menahan beban dinding. Bukan hanya dinding yang bertumpu pada pondasi ini secara konsentris saja yang didukung, tetapi juga bagian-bagian dinding yang lain pun ikut dijaga kedudukannya.

3. Pondasi Tapak Gabungan

Pondasi tapak gabungan merupakan dua pondasi yang digabungkan memakai balok pengikat. Pondasi ini biasa disebut pula pondasi tapak kantilever. Pondasi tapak gabungan umumnya digunakan untuk menyokong dua kolom sekaligus bahkan lebih. Jadi jangan heran kalau telapak pondasi ini dibuat dalam bentuk persegi panjang atau trapesium.

4. Pondasi Tapak Pelat

Ini adalah pondasi tapak yang dilengkapi dengan telapak berukuran cukup luas. Gunanya yaitu untuk menahan beban seluruh kolom dan dinding bangunan. Umumnya pondasi tapak pelat diaplikasikan pada tanah yang labil.

5. Pondasi Tapak Tiang Pancang

Prinsip kerja pondasi tapak tiang pancang yakni meneruskan beban konstruksi yang diterima dari atas kepada tiang-tiang yang dipancangkan. Selanjutnya beban tersebut akan dilimpahkan sampai ke tanah pendukung lewat tumpuan ujung tiang dan gesekan permukaan. Klik tautan berikut untuk mempelajari pondasi tiang pancang secara lengkap.