Sipil
Mar23

Pengertian Dinding Talud Penahan Tanah

Apa pengertian dari dinding talud penahan tanah? Apakah fungsi dan kegunaan dari dinding tersebut? Bagaimana caranya proses pembuatan talud ini? Bagaimana pula perencanaan tembok penahan tanah yang baik?

pengertian-dinding-penahan-tanah.jpg

Dinding penahan tanah (talud) adalah bangunan yang berguna untuk memperbesar tingkat kestabilan tanah. Pada umumnya, dinding ini dibangun di daerah-daerah yang kondisi tanahnya masih labil. Kebanyakan dinding penahan tanah terbuat dari pasangan batu kali yang diperkuat campuran semen, pasir, dan air. Selain itu, bahan baku untuk membuat konstruksi ini juga bisa berasal dari mortar, beton, kayu, dan sebagainya.

Fungsi talud yang utama ialah untuk menahan tanah yang terletak di belakangnya, melindungi kondisi tanah di depannya, dan mencegah timbulnya bahaya longsor. Penyebabnya bisa bermacam-macam seperti berat tanah, berat benda, dan berat air yang terlampau berlebih. Sedangkan kegunaan talud secara khusus antara lain sebagai pelindung area tebing, pemelihara sarana dan prasarana, serta pemanfaatan ruang dari suatu pembangunan.

Pada umumnya, konstruksi dinding penahan tanah tersusun atas batu yang dicampur dengan semen, pasir, dan air. Seringkali batu yang dipakai berupa batu kali atau batu gunung. Begitupun dengan semennya, bisa menggunakan PC (Portland Cement) atau PCC (Portland Cement Composite). Dan untuk pasirnya harus bersih dari tanah lempung, kotoran, sampah, dan sebagainya. Kualitas adukan beton tersebut dapat disesuaikan dengan desain yang direncanakan dan pastikan dapat mengikat konstruksi dengan kuat.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam merencanakan dinding panahan tanah di antaranya meliputi :

  1. Pemanfaatan sumber daya yang tersedia semaksimal mungkin
  2. Konstruksi yang sederhana dan bisa dikerjakan dengan mudah
  3. Pemilihan lokasi yang tepat dan berdayaguna
  4. Ketinggian maksimal dinding penahan tanah yaitu 4 meter agar efektif dan efisien
  5. Kedalaman maksimal dapat disesuaikan hingga mendapatkan kestabilan konstruksi
  6. Ukuran bagian lain dari talud harus memenuhi persyaratan teknis dan keamanan
  7. Dinding penahan tanah sebisa mungkin memiliki sifat kedap air
  8. Ukuran dan dimensi konstruksi wajib direncanakan dengan matang
  9. Analisa kestabilan terhadap guling, geser, daya dukung tanah dasar, dan patah tembok dari gaya yang diterima
  10. Tingkat kemiringan tembok penahan tanah minimal sebesar 50:1

Selain daripada faktor-faktor di atas, perencanaan dinding penahan tanah juga perlu memperhatikan jenis-jenis tanah yang ada di lokasi pembangunan. Pada tanah tanpa lapisan air tanah, analisa dilakukan berdasarkan tekanan yang terjadi tanpa air dan indikatornya ialah tanah dalam kondisi yang kering. Sedangkan pada tanah yang mengandung lapisan air tanah analisa dilaksanakan menurut tekanan akibat air dan indikatornya yaitu tanah dalam kondisi jenuh. Lain lagi dengan tanah lempung, analisanya juga mencakup pengaruh dari daya lekat tanah. Sementara itu, analisa tanah pasir mempunyai nilai daya lekat yang rendah atau nol sehingga pengaruh kohesinya bisa tidak dianggap.