Sipil
Nov14

Pengertian Definisi Bangunan Komersial dan Contohnya

Pengertian bangunan komersial yaitu bangunan yang sengaja didirikan untuk menghasilkan keuntungan dari aktivitas komersial bangunan tersebut bagi pemiliknya. Definisi aktivitas komersial adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan langsung dengan jual, beli, dan sewa. Jadi bangunan komersial merupakan bangunan yang dijual kembali ke pembeli atau disewakan selama periode waktu tertentu.

Seseorang yang menyewa atau membeli bangunan komersial umumnya akan menjual barang dan atau jasa. Contoh bangunan komersial yang digunakan untuk menjual barang antara lain kios, ruko, supermarket, mall, pasar, dan restoran. Sedangkan bangunan komersial yang dipakai untuk menjual jasa misalnya laundry, hotel, dan perkantoran. Baca Juga : Macam-macam Bangunan Menurut Kegunaannya

pengertian-bangunan-komersial.jpg

Contoh Bangunan Komersial

Keberhasilan dalam membuat bangunan komersial di antaranya dapat diketahui dari jumlah keuntungan yang dihasilkan dan feedback yang disampaikan oleh pembeli/penyewa. Semakin besar laba yang diperoleh, maka semakin sukses pula pengadaan bangunan tersebut. Begitupun dengan feedback yang diterima, kesan yang positif diharapkan dapat memikat hati para calon konsumen yang lain.

Agar harapan di atas bisa terwujud, perancangan dan pendirian bangunan komersial harus memperhatikan faktor-faktor berikut ini!

  1. Faktor pencitraan adalah nilai yang melekat pada suatu bangunan. Setiap bangunan komersial harus memiliki citra yang kuat dan bagus sebagai daya tarik terhadap calon konsumen.
  2. Faktor ekonomi berkaitan langsung dengan aspek keuangan. Harga bangunan perlu disesuaikan terhadap target pasar dengan perawatan yang mudah dan hemat.
  3. Faktor lokasi diukur dari strategis tidaknya posisi bangunan tersebut. Bangunan komersial sebaiknya dibuat di daerah-daerah yang mudah dicari, dilihat, dan dijangkau.
  4. Faktor keamanan erat kaitannya dengan keselamatan para penghuni bangunan. Sebagai antisipasi juga perlu disediakan sarana dan prasarana pendukung keamanan bangunan.
  5. Faktor kenyamanan menciptakan perasaan betah bagi konsumen selama memiliki bangunan tersebut. Hal-hal yang terkait dengan faktor ini yaitu penghawaan, pencahayaan, audio, dan sirkulasi.
  6. Faktor investasi menyangkut kebutuhan jangka panjang konsumen. Faktor ini penting diperhatikan untuk mengantisipasi dinamika perubahan sosial.
  7. Faktor kondisi wajib seirama dengan potensi dan karakter daerah pembangunan. Sebab faktor ini mampu menunjang kelancaran aktivitas komersial dari bangunan tersebut.
  8. Faktor sosial budaya menarik minat masyarakat setempat untuk menerima keberadaan bangunan seutuhnya. Hal ini juga akan mendorong kelancaran bisnis dari bangunan komersial tersebut.
  9. Faktor teknologi artinya bangunan komersial seyogyanya dilengkapi dengan teknologi terbaru. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat bangunan tersebut secara efektif dan efisien.