Sipil
Dec28

Panduan Dasar Cara Mengganti Keramik Lantai

Bagaimana cara mengganti keramik lantai? Desain selalu mengalami perkembangan setiap waktu. Selera Anda terhadap desain rumah bisa berubah-ubah. Mungkin saat ini Anda suka dengan interior yang bergaya modern minimalis. Tetapi tidak menutup kemungkinan kalau di tahun depan Anda lebih tertarik terhadap interior yang didekorasi dengan gaya industrial. Salah satu jalan keluar untuk merubah gaya interior yaitu mengganti keramik lantainya dengan material yang baru.

Terdapat dua teknik yang bisa dikerjakan untuk mengganti keramik lantai. Teknik pertama adalah memasang keramik yang baru langsung di atas keramik lama tanpa melakukan pembongkaran. Meskipun lebih praktis, teknik ini menyebabkan ketinggian permukaan lantai mengalami perubahan. Permukaan lantai menjadi lebih tinggi daripada sebelumnya. Sedangkan teknik yang kedua ialah membuang semua keramik yang lama terlebih dahulu. Barulah kemudian bisa dilakukan pemasangan keramik yang baru.

cara-mengganti-keramik-lantai.jpg

Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari proses penggantian keramik menggunakan teknik kedua. Mengapa kami lebih menyarankan pemakaian teknik kedua yang terbilang merepotkan? Tidak lain karena hasilnya lebih bagus. Keramik lantai Anda bisa terpasang dengan sempurna, rapi, dan kuat. Ketinggian lantai pun tidak bakal berubah secara drastis sehingga Anda tidak perlu melakukan perombakan kusen dan pintu. Justru Anda bisa memperbaiki permukaan lantai tersebut jika sebelumnya tidak rata.

Langkah 1. Bongkar Keramik Lantai yang Lama

Anda bisa memulai pekerjaan ini dengan membongkar keramik lantai yang lama terlebih dahulu. Kami sarankan awali proses pembongkaran lantai tersebut dari area yang memiliki perbedaan ketinggian. Kemudian berlanjut dengan membongkar keramik memutari bagian pinggir ruangan. Lalu sedikit demi sedikit arahkan pembongkaran menuju ke bagian tengah hingga seluruh keramik lantai dan adukan semen yang lama berhasil dibongkar. Di sini Anda bisa menggunakan peralatan tukang seperti palu, bogem, linggis, dan lain-lain. Jangan lupa pakailah sarung tangan dan masker yang tebal sebagai pelindung.

Langkah 2. Ratakan Permukaan  Bidang Lantai

Setelah Anda berhasil membongkar keramik lantai yang lama dan membersihkannya, permukaan bidang lantai tersebut biasanya menjadi tidak rata. Hal ini dikarenakan terbawanya lapisan tanah bersama dengan adukan semen. Anda perlu meratakannya kembali untuk mempermudah pemasang keramik yang baru. Jangan gunakan adukan semen untuk meratakan bidang tersebut. Guna menghemat anggaran pembangunan pakailah tanah atau campuran pasir dan kerikil. Aplikasikan material ini dengan ketebalan sekitar 1,5-2 cm.

Langkah 3. Ukur Kembali Kerataan Lantai

Yap, Anda harus memastikan permukaan lantai yang akan dipasangi keramik baru sudah benar-benar rata. Dengan begini, proses pemasangan keramik akan menjadi lebih gampang dan pemakaian adukan semennya pun lebih hemat. Gunakan selang timbang yang diisi air. Tandai sudut-sudut ruangan yang nantinya akan dipasangi tali acuan. Kalau bisa ukurlah dari posisi pintu yang paling rendah sehingga Anda tidak perlu merubah posisi ketinggian pintu lainnya. Selain tingkat kerataan lantai, Anda juga perlu memperhatikan bagian sikunya.

Langkah 4. Pasang Keramik di Posisinya

Letakkan keramik di posisi yang telah ditentukan. Lalu ketuk menggunakan palu karet supaya keramik lebih menekan ke adukan semen sehingga dapat menempel dengan kuat. Pastikan tidak ada udara yang terjebak di bawah keramik sebab akan membuatnya gampang pecah. Seperti kata pepatah, tong kosong berbunyi nyaring. Keramik yang menyimpan udara di bawahnya juga akan berbunyi lebih nyaring ketika diketuk. Keramik yang seperti ini sebaiknya dilepas dulu saja, lalu diberi tambahan adukan semen dan dicoba pasang sekali lagi. Ulangi tahap ini hingga seluruh sudut lantai ruangan tertutupi dengan keramik baru. Kadang-kadang Anda juga perlu menambal tembok yang terhubung dengan lantai akibat mengalami kerusakan saat pembongkaran keramik lama.

Langkah 5. Aplikasikan Nat di Antara Keramik

Di antara susunan keramik wajib diberikan jarak sekitar 1-2 mm untuk keperluan penerapan nat. Jarak ini yang paling ideal untuk mencegah keramik dari risiko rusak atau pecah apabila mendapatkan tekanan kuat dari arah samping. Penerapan nat sekaligus juga berfungsi untuk menyembunyikan kecacatan keramik yang tidak presisi, tidak siku, atau melengkung. Anda bisa menggunakan produk nat khusus atau memakai semen putih sebagai gantinya. Pastikan ketinggian nat tersebut sama rata dengan ketinggian permukaan lantai keramik.