Mengenal Pondasi Batu Kali dan Bagian-bagian Penyusunnya

Pondasi batu kali menggunakan batu kali sebagai bahan utamanya. Kenapa dipilih batu kali? Sebab batu kali tidak akan mengalami perubahan pada kualitas dan kekuatannya apabila tertanam di dalam tanah. Kondisi batu kali tersebut tetap utuh manakala tertanam di tanah. Oleh karena itu, batu kali pun lantas dipilih sebagai material utama untuk membuat pondasi ini. Sebagai pondasi bangunan yang sederhana, masyarakat Indonesia sudah lama mengenal tentang pondasi batu kali.

Pondasi batu kali memiliki penampang lintang yang berbentuk trapesium. Biasanya penampang pondasi ini berukuran 5-10 cm lebih lebar daripada kanan dan kirinya pada bagian dinding di atasnya. Tujuannya supaya diperoleh siar spesi sambungan batu kali yang cukup. Sebab kalau ukurannya dibuat sama persis dengan lebar dinding di atasnya dikhawatirkan dalam pelaksanaan pemasangan pondasi nanti terdapat dinding yang tidak tepat berada di atas permukaan badan pondasi sehingga fungsi pondasi pun tidak berjalan dengan baik.

bagian-pondasi-batu-kali.jpg

Sementara itu, ukuran lebar sisi bawah pondasi batu kali dibuat 2-3 kali lebih lebar dibandingkan dengan sisi atasnya tergantung dari perhitungan beban yang harus ditanggung. Namun biasanya ukuran bentang sisi bawah pondasi batu kali ini sekitar 70-80 cm. Untuk galian tanah pondasi batu kali hendaknya dibuat dengan kedalaman yang sama. Sedangkan ukuran lebarnya dapat disesuaikan dengan tingkat ketebalan dinding yang akan dipikul apakah pasangan setengah bata, pasangan satu bata, dan seterusnya.

Batu kali menjadi material utama untuk membuat pondasi batu kali. Itu sebabnya, pemilihan batu kali yang akan digunakan pun harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menggunakan batu pecah lebih baik daripada memakai batu bulat karena batu pecah memiliki permukaan yang lebih kasar dan lebih tajam sehingga mampu saling mengunci satu sama lain, tidak mudah tergelincir, dan posisinya pun akan stabil. Sebaiknya gunakan batu kali yang berukuran 25-30 cm agar lebih mudah diangkut dan penataannya pun lebih gampang. Batu kali yang lebih kecil dapat digunakan untuk mengisi celah-celah di antara susunan pasangan batu besar.

gambar-pondasi-batu-kali.jpg

Berikut ini bagian-bagian dari pondasi batu kali, antara lain :

Lapisan Pasir Dasar

Ini merupakan lapisan berupa pasir yang dipadatkan dengan ketebalan mencapai 5-10 cm. Lapisan ini berguna sebagai saluran drainase untuk mengeringkan air tanah yang terdapat di sekitar badan pondasi. Bagian ini juga dibuat supaya pori-pori di permukaan tanah dasar dan bidang di bawah pondasi bangunan dapat tertutup dengan rapat.

Pasangan Batu Kosong (Aanstamping)

Di atas lapisan pasir dasar terdapat pasangan batu kosong (aanstamping). Bagian ini dibuat dari batu kali yang berdiameter sekitar 10-15 cm yang disusun secara tegak dan rapat tanpa penambahan adukan apapun alias cuma batu kosong. Di sela-sela susunan batu ini diisi dengan pasir yang disiram air, lantas dipadatkan/ditumbuk sehingga tidak ada rongga kosong yang terbentuk dan struktur susunan batu pun menjadi kokoh secara bersama-sama.

Bagian pasangan batu kosong ini memiliki ukuran yang lebih lebar sekitar 10 cm daripada sisi kanan dan kiri bagian badan pondasi. Tujuannya sebagai lantai kerja dan drainase untuk mengeringkan air tanah yang ada di sekitar badan pondasi. Jikalau kondisi lapisan tanah yang digunakan untuk membuat pondasi sudah mengandung pasir atau cukup kering, maka bagian aanstamping ini tak usah dibuat. Anda hanya perlu memberi lapisan pasir dasar yang sudah dipadatkan setebal 10 cm.

Badan Pondasi

Badan pondasi terbuat dari pasangan batu kali yang dicampur dengan bahan perekat. Adapun komposisi bahan-bahan penyusunnya antara lain 1 kapur : 1 semen : 2 pasir atau 1 semen : 3 pasir. Sedangkan Bahan perekat atau plesteran trasraam (kedap air) yang dibuat untuk pondasi dinding luar bangunan mulai dari tingkat ketinggian 10 cm di bawah halaman sampai ke atasnya berupa campuran 1 semen : 2 pasir.

Dalam menyusun atau mengatur batu-batu kali pada bidang pondasi tidak boleh terdapat siar segaris yang timbul, baik baris vertikal maupun horizontal. Jadi untuk mempermudah dalam pemasangannya, susunan batu kali pada bagian tepi harus dibuat lebih tinggi daripada susunan batu kali yang terletak di bagian tengah. Trik ini juga sekaligus berfungsi untuk mencegah tumpahnya campuran berapen yang melimpah terlalu banyak ke luar badan pondasi.

pondasi-batu-kali.jpg

Sloof Beton

Bentuk sloof beton ini berupa balok beton bertulang yang dibuat dari campuran antara 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. Pembuatannya dilakukan tepat di atas sepanjang pondasi. Sloof beton ini berfungsi untuk menyalurkan beban yang berasal dari dinding di atasnya agar tersalurkan ke sepanjang pondasi secara merata. Sloof beton dibuat dengan ukuran lebar sesuai tebal dinding di atasnya dan tinggi sekitar 20-30 cm. Adapun balok-balok yang bertugas untuk memikul beban selalu diletakkan secara tegak lurus/tidak rebah supaya daya pikul bebannya menjadi lebih besar.

Tembok dengan Perekat Traasram

Bagian tembok dengan perekat traasram dapat dibuat dengan ketinggian mencapai 20 cm yang diukur dari titik tepat di atas permukaan lantai. Bagian ini sendiri berfungsi untuk mencegah merembesnya air dari tanah naik ke tembok melalui peristiwa kapilaritas. Jika tembok sampai terkena rembesan air, maka strukturnya akan menjadi lemah dan mudah rusak. Khusus untuk ruangan-ruangan yang lembab seperti kamar mandi dan dapur, dinding traasram ini dibuat hingga tingginya 150 cm.

Lapisan Pasir di Bawah Lantai

Pondasi batu kali juga mempunyai bagian berupa lapisan pasir yang letaknya persis di bawah permukaan lantai. Lapisan ini dibuat dari urugan pasir yang dipadatkan dengan ketebalan sekitar 15-20 cm. Pastikan permukaan lapisan pasir ini sudah rata untuk memudahkan pekerjaan pembangunan bagian pondasi di atasnya. Fungsi utama lapisan pasir di bawah lantai ini yaitu mencegah pecahnya ubin-ubin lantai akibat terjadinya peristiwa penyusutan tanah yang ada di bawahnya.

Beton Tumbuk

Walaupun jarang terdapat pada gambar konstruksi yang sudah cukup lama, tetapi bagian beton tumbuk ini begitu penting. Kegunaan utamanya ialah menjaga supaya lapisan lantai tidak mudah pecah. Kalau pun level lantai tersebut menurun, maka proses menurunnya pun terjadi secara merata sehingga tidak mengakibatkan pecahnya lantai tersebut. Beton tumbuk ini dibuat dengan ketebalan sekitar 3-5 cm. Biasanya digunakan campuran 1 semen : 3 pasir : 5-6 kerikil untuk membuat beton tumbuk ini.

Tanah Urug

Tanah urug berfungsi untuk mengisi sisa-sisa lubang pondasi yang belum terisi oleh pasangan pondasi. Sebelum sisa galian ditimbun dengan tanah urug sebaiknya bagian dinding badan pondasi diberap atau dilapisi terlebih dahulu menggunakan bahan perekat. Tujuannya agar proses pengurugan tanah dapat dilakukan secara merata dan mampu menutup celah di antara pasangan batu kali yang mungkin masih ada. Sebab kalau celah-celah ini tidak ditutup, maka bisa menjadi jalur masuk bagi binatang ataupun akar tanaman yang dapat merusak pondasi tersebut.