Sipil
Mar9

Mengenal : Pengertian tentang Pondasi Sumuran

Pondasi sumuran adalah pondasi yang terbuat dari pipa-pipa beton yang disusun sedemikian rupa di dalam tanah membentuk sumur kemudian dicor di tempat menggunakan bahan beton dan batu belah sebagai pengisinya. Ini merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang menjadi peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang. Biasanya pondasi sumuran diaplikasikan jika lapisan tanah dasar berada di kedalaman yang cukup dalam.

Pondasi sumuran merupakan pilihan yang paling tepat untuk diterapkan pada area-area konstruksi yang mempunyai lapisan tanah keras yang teletak di kedalaman antara 3 sampai 5 meter. Apabila kita menerapkan pondasi tapak atau jenis pondasi langsung lainnya di area pembangunan dengan lapisan tanah keras yang berada di bawah 3 meter, maka imbasnya terjadi pemborosan akibat penggalian tanah yang terlalu dalam dan lebar. Begitu pula jika mengaplikasikan pondasi plat beton di area yang mengandung air permukaan dalam posisi yang cukup tinggi, tentu saja pekerjaan pembangunan pondasi bakal semakin sulit dilakukan karena air harus dibuang keluar dari galian terus-menerus.

pengertian-tentang-pondasi-sumuran.jpg

Bahan baku pembuatan pondasi sumuran yaitu beton bertulang atau beton pracetak yang berbentuk pipa silinder. Yap, material ini sama seperti pipa beton yang biasanya dipakai dalam pembangunan sumur, jembatan, gorong-gorong, dan berbagai jenis saluran drainase lainnya. Khusus untuk pembuatan pondasi, pipa beton yang dibutuhkan memiliki ukuran diameter 2.5 m, 3 m, 3.5 m, hingga 4 m.

Berikut ini persyaratan yang harus dipenuhi oleh pondasi sumuran yang baik ala Arafuru.com, antara lain :

  1. Daya dukung yang dimiliki oleh pondasi harus lebih besar dibandingkan dengan beban bangunan yang mengenainya
  2. Tingkat penurunan yang terjadi harus sesuai dengan batas toleransi yang diizinkan yakni 2.54 cm

Berikut ini rumus persamaan daya dukung pondasi sumuran :

(i) Qb = Ah x qc

Keterangan :

  • Qb = Daya dukung ujung (kg)
  • Ah = Luas penampang (cm2)
  • qc = Tekanan rata-rata (kg/cm2)

(ii) Qs = As x Fs

Keterangan :

  • Qs = Daya dukung kulit (kg)
  • As = Luas selimut (cm2)
  • Fs = Tahanan dinding (kg/cm2); Fs = 0,012 x qc

(iii) Qult = Qb + Qs

Keterangan :

  • Qult = Daya dukung batas (kg)
  • Qb = Daya dukung ujung (kg)
  • Qs = Daya dukung kulit (kg)

(iv) Qall = Qult/Sf

Keterangan :

  • Qall =Daya dukung total (kg)
  • Qult = Daya dukung batas (kg)
  • Sf = Angka keamanan